4 Tips untuk Membangkitkan Kehidupan Seks Pasien Kanker Serviks

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Jika Anda memiliki kanker serviks, Anda mungkin memiliki pertanyaan tentang bagaimana pengobatan kanker yang Anda jalani akan berpengaruh pada kehidupan seks Anda dan pasangan. Berbagai ketakutan dan kendala mungkin menghantui pikiran Anda yang telah didiagnosis dengan kanker serviks.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Wanita yang memiliki kanker serviks masih bisa, kok, berhubungan intim. Namun, rasa tidak nyaman dan sakit yang Anda rasakan mungkin menghalangi kenikmatan bercinta. Bagaimana cara mengatasi masalah seks untuk pasien kanker serviks? Berikut ulasannya. 

Seks untuk pasien kanker serviks

Bagi beberapa wanita yang memiliki kanker serviks, ada beberapa dampak psikologis dan fisik yang bisa membuat mereka berubah, khususnya pada saat berhubungan intim.  Beratnya masalah kanker yang mereka idap ini, kadang membuat urusan seks jadi berada di urusan paling akhir dalam pikiran mereka.

Tak jarang, menurut direktur bidang kandungan dari American Cancer Society, Debbie Saslow Ph.D., adanya pengaruh perubahan seks untuk pasien kanker serviks dapat dilihat dari libido atau gairah seks yang menurun, dan keengganan mereka untuk berhubungan seks dengan pasangannya.

Berhubung kanker serviks adalah kanker di bagian ginekologis wanita, tak ayal juga kalau ragam pilihan pengobatan yang dilakukan sering berpengaruh dan memengaruhi keintiman antara wanita dengan pasangannya. Namun, jangan khawatir, ada beberapa efek samping seksual dari pengobatan kanker serviks yang bersifat sementara, dan masih bisa diatasi.

Berikut merupakan segenap masalah yang menghantui kehidupan seks pasien kanker, yaitu:

  • Tidak bergairah secara seksual
  • Pikiran dan perasaan negatif saat berhubungan seks
  • Kesulitan merasakan kenikmatan seksual dan kesenangan saat bercinta
  • Kesulitan mencapai klimaks dan orgasme
  • Vagina terasa kering dan tidak nyaman
  • Rasa sakit saat melakukan penetrasi atau stimulasi vagina

Lalu, bagaimana mengatasi masalah seks untuk pasien kanker serviks yang sedang berobat?

1. Lebih terbuka dengan pasangan

Cobalah untuk terbuka dengan pasangan Anda. Bicarakan pada pasangan tentang pengobatan dan efeknya yang sedang Anda jalani, baik secara fisik maupun secara emosional. Jika pasangan Anda bisa paham dan mengerti, selanjutnya Anda dan pasangan bisa mencoba hubungan seks dengan cara lain.

2. Konsultasi

Carilah bantuan jika Anda membutuhkannya. Misalnya, Anda merasa pengobatan ini membuat kehidupan seks dengan pasangan terganggu, coba diskusikan dengan dokter bagaimana caranya mengatasinya. Tim dokter mungkin akan menyarankan teknik tertentu untuk mengatasi beberapa gejala, atau bisa juga dokter merekomendasikan seorang konselor atau terapis seks.

3. Selesaikan pengobatan

Anda harus ingat dan yakin, kalau sebagian besar pengobatan yang memengaruhi kehidupan seks untuk pasien kanker serviks hanya bersifat sementara. Kondisi tubuh yang lemah, lelah dan efek lain yang dirasakan selama menjalani kemoterapi dan radiasi akan menghilang nantinya.

Nantinya, Anda juga akan akan merasa lebih baik setelah Anda membiarkan tubuh Anda pulih dari operasi atau perawatan kanker serviks lainnya. Dan jika Anda mengalami gejala menopause, ingatlah bahwa biasanya mereka mereda seiring berjalannya waktu.

Agar efek pengobatan lebih cepat terasa dan peluang keberhasilannya meningkat, Anda harus menjalani pola hidup sehat. Jaga pola makan dan rutin berolahraga sesuai anjuran dari dokter.

4. Meningkatkan keintiman tanpa seks

Selain menunggu proses pengobatan yang sedang berjalan, Anda masih bisa berlatih membina keintiman yang sempat hilang dengan berbagai cara. Coba pertimbangkan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama pasangan dengan mengobrol dari hati ke hati, berpelukan atau membelai penuh kasih, atau kencan lagi berdua seperti zaman pacaran dulu.

Mencoba membangkitikan keintiman dan kenyamanan masih lebih penting dan sukses daripada Anda berupaya meningkatkan gairah seks dengan obat-obatan apa pun, herbal atau kimiawi.

Ini karena dengan membangkitkan kenyamanan, rasa cemas dan efek ketakutan akan berhubungan seks yang sebelumnya ada, perlahan akan sirna terlawan oleh keintiman yang timbul. Bonusnya, Anda dan pasangan bisa makin mesra dan bisa memulai hubungan seks tanpa tekanan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 30, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Yang juga perlu Anda baca