Mengenal Jenis-Jenis Kanker Payudara, dari Paling Umum Sampai yang Langka

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/01/2020
Bagikan sekarang

Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang merenggut banyak nyawa wanita Indonesia. Menurut Infodatin Kanker Payudara yang dirilis Kemenkes RI tahun 2016 silam, angka kematian wanita akibat kanker payudara di Indonesia mencapai 17 kasus per 100 ribu penduduk. Nah, yang tidak banyak orang ketahui, antara satu wanita dengan lainnya bisa saja memiliki jenis kanker berbeda.

Berbagai jenis kanker payudara yang perlu Anda waspadai

risiko kanker payudara

Nyatanya, kanker payudara memiliki beberapa jenis. Itu sebabnya penting bagi setiap wanita untuk mendeteksi risiko mereka sedini mungkin.

Mendapatkan diagnosis dini bisa membuat Anda lebih cepat mengetahui jenis kanker payudara yang Anda miliki. Dengan begitu, pengobatan kanker payudara yang Anda jalani dapat lebih tepat sasaran dan efektif.

Kanker payudara muncul ketika sel-sel kanker tumbuh dari jaringan abnormal di dalam lobulus (kelenjar susu), duktus (saluran payudara), dan jaringan ikatnya.

Terdapat dua jenis sel kanker berdasarkan lokasinya, yaitu kanker noninvasif atau in-situ dan kanker invasif (kanker ganas).

Jika sel kanker tetap berada di lokasi asalnya, dalam hal ini di payudara, tidak pecah dan menyebar, jenis ini disebut kanker noninvasif atau in situ (tidak ganas atau belum menyebar).

Jenis kanker payudara yang kedua adalah ketika sel kanker sudah menyebar dan menyerang jaringan yang ada di sekitarnya. Jenis ini disebut dengan invasif (kanker ganas).

Berdasarkan dua karakteristik di atas, jenis kanker payudara dibagi lagi menjadi:

Kanker payudara in situ (belum menyebar)

Karsinoma duktal in situ (DCIS)

Dikutip dari Breastcancer.org, karsinoma duktal in situ adalah jenis kanker payudara yang pertama kali muncul di dalam jaringan saluran susu (duktus). Karsinoma duktal dianggap sebagai kondisi prakanker yang paling umum.

Karsinoma duktal in situ tidak mengancam jiwa dan sangat bisa diobati. Namun, jika terlambat mendapatkan pengobatan, dapat berkembang menjadi kanker payudara invasif.

Karsinoma lobular in situ

Karsinoma lobular in situ dikenal juga dengan nama neoplasia lobular. Sel karsinoma ini sebenarnya tidak termasuk kanker, tapi terlihat seperti sel kanker yang tumbuh di lobulus payudara (jaringan yang memproduksi susu).

Kanker payudara invasif (kanker ganas)

Karsinoma duktal invasif

Karsinoma duktal invasif adalah jenis kanker payudara yang paling umum. Karsinoma duktal invasif mencakup sekitar 80 persen kasus kanker payudara invasif.

Jenis kanker ini dimulai dari sel-sel kanker di saluran susu yang kemudian mengganas sehingga menerobos dinding saluran dan akhirnya menyerang jaringan payudara lain di dekatnya.

Dari sana, sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui sistem getah bening dan aliran darah.

Karsinoma lobular invasif

Karsinoma lobular invasif adalah jenis kanker payudara yang paling umum kedua setelah karsinoma duktal invasif. Kanker jenis ini mengacu pada kanker yang bermula di lobulus payudara (jaringan produksi susu), yang kemudian menyerang jaringan payudara lain di dekatnya.

Jenis karsinoma lobular invasif lebih sering dialami oleh wanita berusia 55 tahun ke atas. Sebanyak 1 dari 5 wanita mengalami kanker jenis ini pada kedua payudaranya. Kanker karsinoma lobular invasif juga dapat menyebar ke organ lain.

Karsinoma lobular invasif biasanya lebih sulit dideteksi melalui pemeriksaan fisik atau pencitraan, seperti mammografi dibandingkan dengan karsinoma duktal invasif.

Kanker payudara langka

herceptin obat kanker payudara risiko penyakit jantung

Kanker payudara inflamasi

Kanker payudara inflamasi menyebabkan payudara membengkak dan memerah. Jenis kanker payudara ini terjadi akibat sel-sel kanker menghalangi pembuluh limfa (getah bening) di kulit.

Jenis kanker payudara ini cenderung tumbuh dan menyebar dengan cepat. Selain itu, gejalanya juga bisa memburuk dalam hitungan hari bahkan jam.

Selain bengkak dan kemerahan, Anda juga bisa mengalami penebalan kulit yang menyebabkan payudara terlihat lebih tebal dan kasar.

Penyakit Paget payudara (kanker puting payudara)

Penyakit Paget payudara adalah jenis kanker payudara langka yang secara spesifik hanya menyerang puting dan areola (area cokelat di sekitar puting).

Gejala jenis kanker payudara ini bisa sangat mirip dengan ruam eksim karena mengakibatkan kulit sekitar puting menjadi sangat kering. Selain itu, puting susu juga bisa mengeluarkan darah atau cairan kuning disertai rasa gatal atau terbakar.

Kanker puting payudara ini biasanya hanya memengaruhi satu puting dan cenderung dikaitkan dengan karsinoma duktal in situ.

Tumor Phyllodes

Phyllodes adalah tumor payudara langka yang berkembang di jaringan ikat payudara. Sebagian besar tumor ini termasuk jinak, tapi 1 dari 4 kasusnya bisa bersifat kanker ganas. Kondisi ini umumnya menyerang wanita di usia 40-an.

Angiosarkoma payudara

Jenis kanker payudara yang satu ini sangat langka. Dari seluruh kasus kanker payudara, kurang dari 1% yang mengalami angiosarkoma payudara. Angiosarkoma muncul pertama pada sel yang melapisi pembuluh darah atau pembuluh getah bening di payudara, dan menyerang jaringan atau kulit payudara.

Kanker angiosarkoma payudara biasanya terjadi akibat paparan radiasi pada payudara.

Jenis kanker payudara berdasarkan subtipenya

Beberapa jenis kanker payudara dapat dipicu oleh kadar hormon estrogen dan/atau progesteron yang berlebihan dalam tubuh.

Maka, selain melihat dari potensi penyebarannya, ada pula jenis kanker payudara yang dikelompokkan menjadi 3 subtipe utama. Subtipe ini didasarkan tiga penanda genetik (reseptor estrogen, progesteron, dan protein) yang muncul saat pemeriksaan biopsi. Penanda genetik ini disebut dengan HER2.

Kanker payudara hormone receptor positive (luminal)

Jennifer Specht, MD, seorang onkolog asal Seattle Cancer Care Alliance di Amerika Serikat menyatakan bahwa kenaikan hormon estrogen bisa memicu pertumbuhan sel kanker payudara.

Jika hasil pemeriksaan biopsi melaporkan Anda positif kelebihan hormon estrogen, jenis kanker yang Anda miliki diduga kuat adalah kanker payudara hormone receptor positive (luminal).

Kanker payudara jenis ini kemungkinan besar akan diobati dengan terapi hormon.

Dikutip dari Breastcancer.org, kanker payudara jenis ini juga masih dibedakan lagi menjadi dua, yaitu:

Kanker payudara luminal A

Kanker ini adalah reseptor hormon positif (reseptor estrogen dan/atau reseptor progesteron positif), negatif HER2, dan memiliki kadar protein Ki-67 yang rendah, yang membantu mengendalikan seberapa cepat sel kanker tumbuh.

Kanker payudara jenis ini adalah kanker tingkat rendah karena cenderung tumbuh lambat dan memiliki prognosis (perkiraan kesembuhan) terbaik.

Kanker payudara luminal B

Kanker payudara jenis ini adalah hormon reseptor positif (reseptor estrogen dan/atau reseptor progesteron positif) dan HER2 positif, atau HER2 negatif dengan kadar Ki-69 yang tinggi.

Kanker payudara luminal B umumnya tumbuh sedikit lebih cepat daripada luminal A dan prognosisnya sedikit lebih buruk.

Kanker payudara HER2-positif

Kanker payudara HER2-positif adalah jenis kanker yang memiliki terlalu banyak salinan protein bernama human epidermal growth factor receptor 2 (HER2).

Kanker payudara HER2 termasuk yang paling banyak diidap oleh sebagian besar wanita. Kanker jenis ini bisa termasuk kanker yang positif atau negatif reseptor hormon.

Kanker HER2 cenderung membuat sel kanker bertumbuh lebih cepat daripada jenis kanker luminal dan mempunyai prognosis yang buruk.

Kanker jenis ini biasanya berhasil diatasi dengan terapi target yang ditujukan pada protein HER2, seperti Herceptin (trastuzumab), Perjeta (pertuzumab), Tykerb (lapatinib), Nerlynx (neratinib), dan Kadcyla (T-DM1 atau ado-trastuzumab emtansine).

Kanker payudara triple negatif

Kanker payudara triple negatif menjadi penyebab dari sekitar 17% kasus kanker payudara secara total. Kanker payudara jenis ini paling agresif karena negatif dari estrogen, progesteron, dan juga HER-2.

Biasanya jenis kanker ini lebih umum terjadi pada wanita premenopause dan wanita dengan mutasi gen BRCA1 (gen pembawa risiko kanker).

Dengan mengetahui reseptor hormon kanker dan status HER2, dokter bisa memutuskan untuk menentukan perawatan yang tepat untuk jenis kanker yang Anda miliki.

Kanker payudara normal-like

Kanker payudara ini mirip dengan jenis luminal A, yaitu hormon reseptor positif (reseptor estrogen dan/atau reseptor progesteron positif), HER2 negatif, dan memiliki kadar protein Ki-67 yang rendah, yang mampu mengendalikan pertumbuhan sel kanker.

Sayangnya, meski kanker payudara jenis ini memiliki prognosis yang baik, prognosisnya sedikit lebih buruk daripada prognosis kanker luminal A.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Boleh Berhenti Periksa Mamografi?

Mamografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara sejak usia 40 tahun. Lalu, kapan boleh berhenti periksa mamografi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Metastase Kanker Payudara

Metastase atau penyebaran kanker payudara juga bisa disebut sebagai kanker payudara stadium 4. Temukan gejala hingga angka harapan hidupnya di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin

Apa Alat Thermal Scanner yang Dipakai untuk Mendeteksi COVID-19?

Beberapa bandara melakukan uji menggunakan thermal scanner sebagai antisipasi pencegahan coronavirus. Apa itu sebenarnya thermal scanner?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 18/02/2020

Apakah Tumor Payudara Berbahaya dan Bisa Disembuhkan?

Mengetahui adanya benjolan di payudara mungkin membuat Anda khawatir. Padahal, sering kali tumor di payudara bersifat jinak. Kenali gejalanya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin

Direkomendasikan untuk Anda

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
merawat pasien kanker payudara

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020
seberapa sering tes mamografi

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020
pewarna rambut kanker payudara

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020