Mengenal Jenis-Jenis Kanker Payudara, dari Paling Umum Sampai yang Langka

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang merenggut banyak nyawa wanita Indonesia. Menurut Infodatin Kanker Payudara yang dirilis Kemenkes RI tahun 2016 silam, angka kematian wanita akibat kanker payudara di Indonesia mencapai 17 kasus per 100 ribu penduduk. Nah yang tidak banyak orang ketahui, antara satu wanita dengan lainnya bisa saja memiliki jenis kanker berbeda. Ya! Nyatanya ada banyak jenis kanker payudara di dunia.

Itu kenapa penting bagi setiap wanita mendeteksi risiko mereka sedini mungkin. Dengan mendapatkan diagnosis dini, Anda akan lebih cepat mengetahui jenis kanker payudara apa yang dimiliki sehingga pengobatannya akan lebih tepat sasaran dan efektif.

Berbagai jenis kanker payudara yang perlu Anda waspadai

risiko kanker payudara

Kanker payudara muncul ketika sel-sel kanker tumbuh dari jaringan abnormal di dalam lobulus (kelenjar susu), duktus (saluran payudara), dan jaringan ikatnya. Apabila sel kanker tetap berada di lokasi asalnya, dalam hal ini di payudara, tidak pecah dan menyebar, jenis ini disebut kanker noninvasif atau in-situ (tidak ganas atau belum menyebar). Namun ketika sel kanker payudara sudah menyebar dan menyerang jaringan yang ada di sekitarnya, jenis ini sudah disebut invasif (kanker ganas).

Berdasarkan dua karakteristik di atas, jenis kanker payudara dibagi lagi menjadi:

Kanker payudara in situ (belum menyebar)

Karsinoma duktal in situ (DCIS)

Dikutip dari Breastcancer.org, karsinoma duktal in situ adalah jenis kanker payudara yang pertama kali bermula di dalam jaringan saluran susu (duktus). Karsinoma duktal dianggap sebagai kondisi prakanker yang paling umum.

Karsinoma duktal in situ tidak mengancam jiwa dan sangat bisa diobati. Namun jika terlambat mendapatkan pengobatan, dapat berkembang menjadi kanker payudara invasif.

Karsinoma lobular in situ

Karsinoma lobular in situ dikenal juga dengan nama neoplasia lobular. Sel karsinoma ini sebenarnya tidak termasuk kanker, tapi terlihat seperti sel kanker yang tumbuh di lobulus payudara (jaringan yang memproduksi susu).

Kanker payudara invasif (kanker ganas)

Karsinoma duktal invasif

Karsinoma duktal invasif adalah jenis kanker payudara yang paling umum. Karsinoma duktal invasif mencakup sekitar 80 persen kasus kanker payudara invasif.

Jenis kanker ini dimulai dari sel-sel kanker di saluran susu yang kemudian mengganas sehingga menerobos dinding saluran tersebut dan akhirnya menyerang jaringan payudara lain di dekatnya. Dari situ, sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui sistem getah bening dan aliran darah.

Karsinoma lobular invasif

Karsinoma lobular invasif adalah jenis kanker payudara yang paling umum kedua setelah karsinoma duktal invasif. Kanker jenis ini mengacu pada kanker yang bermula di lobulus payudara (jaringan produksi susu) dan kemudian menyerang jaringan payudara lain di dekatnya.

Jenis karsinoma lobular invasif lebih sering dialami oleh wanita berusia 55 tahun ke atas. Selain itu, 1 dari 5 wanita yang mengalami kanker jenis ini pada kedua payudaranya. Kanker karsinoma lobular invasif juga dapat menyebar ke organ lain.

Karsinoma lobular invasif biasanya lebih sulit dideteksi melalui pemeriksaan fisik atau pencitraan seperti mammografi dibandingkan dengan karsinoma duktal invasif.

Kanker payudara langka

herceptin obat kanker payudara risiko penyakit jantung

Kanker payudara inflamasi

Kanker payudara inflamasi menyebabkan payudara membengkak dan memerah. Jenis kanker payudara ini terjadi akibat sel-sel kanker menghalangi pembuluh limfa di kulit.

Jenis kanker payudara ini cenderung tumbuh dan menyebar dengan cepat. Selain itu, gejalanya juga bisa memburuk dalam hitungan hari bahkan jam.

Selain bengkak dan kemerahan, Anda juga akan mengalami penebalan kulit yang menyebabkan payudara terlihat lebih tebal dan kasar.

Penyakit Paget (kanker puting payudara)

Penyakit Paget adalah jenis kanker payudara langka yang secara spesifik hanya menyerang puting dan areola (area cokelat di sekitar puting).

Gejala jenis kanker payudara ini bisa sangat mirip dengan ruam eksim karena mengakibatkan kulit sekitar puting menjadi sangat kering. Selain itu, puting juga bisa mengeluarkan darah atau cairan kuning lengkap dengan rasa gatal atau terbakar.

Kanker Paget biasanya hanya memengaruhi satu puting saja dan cenderung dikaitkan dengan karsinoma duktal in situ.

Tumor Phyllodes

Phyllodes adalah tumor payudara langka yang berkembang di jaringan ikat payudara. Sebagian besar tumor ini termasuk jinak, tapi 1 dari 4 kasusnya bisa bersifat kanker ganas. Kondisi ini umumnya menyerang wanita di usia 40-an.

Angiosarkoma payudara

Jenis kanker payudara yang satu ini sangat langka. Angkanya hanya kurang dari 1 persen dari semua kasus kanker payudara. Angiosarkoma muncul pertama pada sel yang melapisi pembuluh darah atau pembuluh getah bening di payudara, dan menyerang jaringan atau kulit payudara.

Kanker angiosarkoma payudara biasanya terjadi akibat paparan radiasi pada payudara.

Jenis kanker payudara berdasarkan subtipenya

Beberapa jenis kanker payudara dapat dipicu oleh kadar hormon estrogen dan/atau progesteron yang berlebihan dalam tubuh. Maka selain melihat dari aspek potensi penyebarannya, jenis kanker payudara juga dapat dikelompokkan menjadi 3 subtipe utama berdasarkan tiga penanda genetik (reseptor estrogen, progesteron, dan protein) yang muncul saat pemeriksaan biopsi. Penanda genetik ini disebut dengan HER2. B

Kanker payudara hormone receptor positive (luminal)

Jennifer Specht, MD, seorang onkolog asal Seattle Cancer Care Alliance di Amerika Serikat menyatakan bahwa kenaikan hormon estrogen bisa memicu pertumbuhan sel kanker payudara. Jika hasil pemeriksaan biopsi melaporkan Anda positif memiliki kelebihan hormon estrogen, maka jenis kanker yang Anda miliki diduga kuat adalah kanker payudara hormone receptor positive (luminal) dan kemungkinan besar akan diobati dengan terapi hormon.

Dikutip dari Breastcancer.org, kanker payudara jenis ini dibedakan menjadi dua:

Kanker payudara luminal A

Kanker ini adalah reseptor hormon positif (reseptor estrogen dan/atau reseptor progesteron positif), negatif HER2, dan memiliki kadar protein Ki-67 yang rendah, yang membantu mengendalikan seberapa cepat sel kanker tumbuh.

Kanker payudara jenis ini adalah kanker tingkat rendah karena cenderung tumbuh lambat dan memiliki prognosis terbaik.

Kanker payudara luminal B

Kanker payudara jenis ini adalah jormon reseptor positif (reseptor estrogen dan/atau reseptor progesteron positif) dan HER2 positif atau HER2 negatif dengan kadar Ki-69 yang tinggi.

Kanker payudara luminal B umumnya tumbuh sedikit lebih cepat daripada kenker luminal A dan prognosisnya sedikit lebih buruk.

Kanker payudara HER2-positif

Kanker payudara HER2-positif adalah jenis kanker yang memiliki terlalu banyak salinan protein bernama human epidermal growth factor receptor 2 (HER2).

Kanker payudara HER2 termasuk yang paling banyak diidap oleh sebagian besar wanita. Kanker jenis ini bisa termasuk kanker yang positif atau negatif reseptor hormon.

Kanker HER2 cenderung membuat sel kanker bertumbuh lebih cepat daripada jenis kanker luminal dan mempunyai prognosis yang buruk. Kanker jenis ini biasanya berhasil diatasi dengan terapi target yang ditujukan pada protein HER2, seperti Herceptin (trastuzumab), Perjeta (pertuzumab), Tykerb (lapatinib), Nerlynx (neratinib), dan Kadcyla (T-DM1 atau ado-trastuzumab emtansine).

Kanker payudara triple negatif

Kanker payudara triple negatif menjadi penyebab dari sekitar 17% kasus kanker payudara secara total. Kanker payudara jenis ini paling agresif karena negatif dari estrogen, progesteron, dan juga HER-2.

Biasanya jenis kanker ini lebih umum terjadi pada wanita premenopause dan wanita dengan mutasi gen BRCA1 (gen pembawa risiko kanker).

Dengan mengetahui reseptor hormon kanker dan status HER2, maka dokter bisa memutuskan untuk menentukan perawatan yang tepat untuk jenis kanker yang Anda miliki.

Kanker payudara normal-like

Kanker payudara ini mirip dengan jenis luminal A, yaitu hormon reseptor positif (reseptor estrogen dan/atau reseptor progesteron positif), HER2 negatif, dan memiliki kadar protein Ki-67 yang rendah, yang mampu mengendalikan pertumbuhan sel kanker.

Namun, meski kanker payudara jenis ini memiliki prognosis yang baik, prognosisnya sedikit lebih buruk daripada prognosis kanker luminal A.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 18, 2018 | Terakhir Diedit: Januari 29, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca