Divonis Mengidap Kanker Payudara HER2-Positif, Apa Artinya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kanker payudara menduduki peringkat pertama penyebab kematian pada wanita di Indonesia. Namun, tidak banyak orang yang tahu bahwa antara satu wanita dengan lainnya bisa saja memiliki jenis kanker payudara yang berbeda. Ya, kanker payudara ternyata mempunyai banyak jenis, salah satunya kanker payudara HER2-positif. Lantas, seperti apa, sih, kanker payudara HER2-positif itu? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Mengenal jenis kanker payudara HER2-positif

ciri-ciri kanker payudara ciri awal kanker payudara, ciri-ciri benjolan kanker payudara, penyebab kanker payudara, ciri kanker payudara stadium awal

Kanker payudara HER2-positif adalah jenis kanker payudara yang disebabkan oleh terlalu banyak protein Human epidermal growth factor receptor 2 (HER2) dalam tubuh. Kelebihan protein HER2 inilah yang membuat sel-sel kanker tumbuh dan menyebar lebih cepat daripada sel-sel dengan kadar protein yang normal.

Dilansir dari Mayo Clinic, kanker payudara HER2-positif cenderung lebih agresif dan paling banyak diidap oleh sebagian besar wanita. Faktanya, sebanyak 1 dari 5 kasus kanker payudara terjadi akibat kelebihan protein HER2.

Sayangnya, dokter masih belum mengetahui penyebab pasti kanker payudara jenis ini. Para ahli menduga hal ini disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari gen bawaan, lingkungan, dan gaya hidup tidak sehat.

Setiap wanita yang didiagnosis terkena kanker payudara wajib melakukan uji protein HER2. Hasil uji HER2 inilah yang akan menentukan jenis perawatan kanker yang tepat untuk Anda.

  •  Jika hasilnya 0 atau 1+, kanker payudara dianggap HER2-negatif. Jenis kanker payudara ini tidak efektif bila diobati dengan pengobatan yang menargetkan HER2.
  • Jika hasilnya 2+, maka status HER2 ini tidak jelas alias samar-samar. Maka diperlukan uji laboratorium lain untuk memastikan jenis kanker payudara yang dialami.
  • Jika hasilnya 3+, maka kanker payudara dianggap HER2-positif. Jenis kanker payudara ini dapat diobati dengan perawatan khusus untuk protein HER2.

Tanda dan gejala kanker payudara HER2-positif

Sebetulnya, tanda dan gejala kanker payudara HER2-positif tidak jauh berbeda dengan jenis kanker payudara pada umumnya. Salah satu gejala kanker payudara yang paling mudah diamati adalah munculnya benjolan abnormal pada payudara.

Tanda dan gejala kanker payudara jenis HER2-positif lainnya meliputi:

  • Payudara bengkak
  • Bentuk payudara berubah
  • Nyeri pada payudara atau puting
  • Puting atau kulit di sekitar payudara berwarna kemerahan
  • Keluar cairan dari puting, tapi bukan ASI

Tanda dan gejala tersebut bisa Anda amati dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri alias SADARI. Bila Anda menemukan salah satu atau beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Kabar baiknya, jenis kanker payudara HER2-positif bukanlah penyakit keturunan, seperti yang selama ini ditakutkan. Jadi, Anda belum tentu akan terkena kanker payudara HER2-positif jika ibu atau nenek Anda mengalaminya.

Pilihan pengobatan kanker payudara HER2-positif

Meskipun penyebarannya berlangsung sangat cepat, sel kanker ini dapat diatasi dengan berbagai terapi dan pengobatan kanker payudara. Berikut ini beberapa pengobatan yang sering diberikan untuk pasien kanker payudara HER2-positif, yaitu:

  1. Ado-trastuzumab emtansine (Kadcyla®)
  2. Lapatinib (Tykerb®)
  3. Neratinib (Nerlynx®)
  4. Pertuzumab (Perjeta®)
  5. Trastuzumab (Herceptin®)

Jenis obat-obatan tersebut berfungsi untuk memblokir reseptor HER2 dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Kemoterapi juga efektif membantu melawan sel-sel kanker, walaupun tidak menargetkan pada protein HER2 secara khusus.

Penyebaran kanker payudara umumnya dapat ditekan dengan terapi hormon secara rutin. Sayangnya, terapi hormon kurang ampuh menekan pertumbuhan sel kanker payudara jenis HER2-positif. Namun, tidak sedikit pula penderita kanker payudara HER2-positif yang merasakan manfaat terapi hormon untuk kesehatannya.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca