8 Gejala Kanker Payudara yang Paling Sering Muncul

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kanker payudara menjadi salah satu penyakit yang paling banyak diderita wanita di seluruh dunia. Tren jumlah kasusnya pun kerap meningkat dari tahun ke tahun. Parahnya lagi, cukup banyak wanita yang tidak begitu menyadari gejala kanker payudara sedari awal sehingga terlambat berobat ke dokter saat stadiumnya sudah parah.

Mengenali berbagai gejala kanker payudara

peradangan kanker payudara

Kanker payudara adalah penyakit yang menyerang jaringan payudara dan sekitarnya. Kebanyakan wanita hanya tahu bahwa kanker payudara ditandai dengan benjolan di dekat ketiak. Padahal, ada banyak gejala lain yang menandai kemunculan kanker payudara.

Ketika sel kanker tumbuh di area payudara, kemunculannya biasanya ditandai dengan berbagai gejala seperti:

1. Benjolan di payudara

Benjolan di payudara adalah gejala awal dari kanker payudara yang paling mudah dikenali.

Jaringan payudara itu sendiri membentang luas hingga ke bawah lengan. Maka selain di area payudara, benjolan juga mungkin muncul di sekitar dada atas atau ketiak. Sel kanker bisa menyebar melalui kelenjar getah bening yang ada di dekat payudara di bawah lengan ke area sekitarnya.

Benjolan kadang tidak terlihat langsung oleh mata telanjang, tapi akan terasa saat disentuh. Benjolan kanker biasanya tidak menyakitkan, meskipun beberapa orang justru merasakan sebaliknya.

Rutinlah memeriksa penampilan dan kondisi payudara Anda setiap kali mandi agar bisa mendeteksi adanya masalah sedini mungkin. Dengan demikian, Anda akan mudah mengenali benjolan asing dan tidak normal.

Ketika benjolan tak kunjung hilang setelah berminggu-minggu, Anda perlu segera memeriksakannya.

2. Perubahan kulit payudara

Perubahan pada tekstur kulit payudara juga kerap menjadi gejala awal kanker. Sel kanker bisa menyerang sel-sel kulit payudara yang sehat dan menyebabkan peradangan sehingga tekstur aslinya berubah.

Sayangnya, gejala satu ini sering disalahpahami sebagai infeksi kulit biasa. Agar lebih yakin, waspadailah perubahan kulit payudara yang terjadi akibat kanker seperti di bawah ini:

  • Kulit bersisik di sekitar puting dan areola, seolah-olah kulit terbakar sinar matahari atau sangat kering.
  • Adanya kulit yang menebal di area sekitar payudara.
  • Kulit payudara berlesung atau berlubang seperti kulit jeruk, karena adanya penumpukan cairan getah bening di payudara.

Perubahan tekstur ini juga bisa memunculkan rasa gatal. Penyakit Paget adalah salah satu jenis kanker payudara langka yang bisa mengubah tekstur kulit payudara asli.

3. Keluar cairan dari puting

Perubahan pada puting juga dapat menunjukkan gejala kanker payudara.

Ketika puting mengeluarkan cairan tak biasa yang encer atau kental, Anda perlu mulai waspada. Cairan yang keluar biasanya cukup bervariasi dari mulai berwarna bening, kuning, hijau, hingga merah seperti darah.

Cairan ini tak selalu menandakan kanker, tapi tak ada salahnya untuk memeriksakan diri saat Anda mengalaminya. Bisa jadi keluarnya cairan dari puting ini jadi tanda masalah kesehatan lain seperti:

  • Infeksi payudara
  • Efek samping pil KB
  • Efek samping minum obat tertentu
  • Penyakit tiroid

Intinya, segera periksakan ke dokter saat puting mengeluarkan cairan yang selain air susu (ASI).

4. Kelenjar getah bening membengkak

Sel kanker bisa berpindah dan menyebar ke kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening (KGB) adalah kumpulan dari jaringan sistem kekebalan tubuh yang bertugas melawan mikroorganisme asing, termasuk sel kanker. Jika sel kanker sampai masuk ke kelenjar getah bening, kelenjar ini akan mengalami pembengkakan.

Selain pada ketiak, kelenjar getah bening di dekat tulang selangka juga biasanya ikut membengkak. Benjolan KGB umumnya cenderung kecil dan padat, tapi terasa lunak jika disentuh.

5. Nyeri pada payudara atau puting

Sel kanker akan menyerang sel-sel kulit sehat yang kemudian menyebabkan payudara nyeri saat ditekan. Terkadang rasa sakitnya muncul seperti sensasi panas terbakar. Rasa sakit juga kadang muncul begitu saja meski payudara tidak disentuh atau tertekan.

Akan tetapi, tidak semua wanita pengidap kanker payudara mengalami sakit di payudara. Semuanya tergantung pada respon tubuh masing-masing orang.

Kanker payudara seringkali tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, penting untuk tidak mengabaikan gejala lain yang mungkin disebabkan oleh kanker payudara.

6. Payudara memerah

Salah satu gejala kanker payudara yang juga tak boleh diabaikan yaitu kemerahan pada kulit.

Kanker payudara bisa membuat area kulit buah dada berubah warna. Kulit bisa jadi tampak kemerahan, keunguan, atau kebiruan seperti memar.

Jika Anda sama sekali tidak mengalami trauma atau benturan pada payudara tetapi kulit terlihat merah atau memar, coba periksakan diri. Apalagi jika ternyata perubahan warna ini sudah berlangsung lama dan tak kunjung hilang.

7. Payudara besar sebelah

Payudara yang besar sebelah mungkin menjadi pertanda kanker. Sel kanker dapat membuat seluruh atau sebagian area payudara membengkak. Ini membuat salah satu sisi payudara yang terkena kanker akan berukuran lebih besar.

Normalnya ukuran dua sisi payudara memang besar sebelah, tapi jika diakibatkan oleh kanker perbedaannya akan terlihat jelas.

Sisi payudara yang kena kanker akan sangat membengkak sehingga akan tampak turun atau merosot dari satunya. Pembengkakan uga biasanya disertai dengan sensasi kulit yang tertarik sehingga payudara itu terasa kencang.

Jika Anda mengalami pembengkakan pada payudara tanpa alasan yang jelas, jangan ragu memeriksakannya ke dokter.

8. Puting susu masuk ke dalam

Sel kanker bisa menyerang dan mengubah sel di belakang puting. Perubahan ini bisa menyebabkan puting susu terbalik atau seperti menjorok masuk ke dalam. Padahal, puting susu normalnya tampak menonjol keluar.

Selain ujung puting yang masuk ke dalam, bentuk dan ukuran puting juga kerap berubah jauh dari aslinya.

Meski begitu, bukan berarti Anda otomatis positif mengidap kanker payudara jika mengalami gejala ini. Perubahan pada penampilan puting juga bisa disebabkan oleh infeksi atau kista.

Pastikan Anda menghubungi dokter jika gejala-gejala tersebut baru muncul atau belum pernah diperiksakan.

Periksa ke dokter secara rutin meski tidak ada gejala

kapan harus mammografi

Meski Anda tidak merasa mengalami berbagai gejala kanker payudara di atas, memeriksakan diri secara rutin itu sangat penting. Dengan memeriksakan diri, Anda akan bisa turun tangan untuk mencegah keparahan penyakit.

Ingat, tidak semua kanker payudara menunjukkan gejala di awal kemunculannya. Ketika dokter menemukan tanda yang mencurigakan pada payudara Anda, ia dapat menentukan apakah itu kanker payudara atau bukan. Kemudian dokter akan segera memberikan penanganan yang paling sesuai.

Dilansir dari laman Centers Disease for Control and Prevention, pemeriksaan gejala kanker payudara dapat dilakukan dengan mamogram. Mamogram atau mamografi adalah tes pencitraan untuk melihat bagian dalam payudara menggunakan sinar x-ray dosis rendah. Tujuan pemeriksaan ini utamanya untuk mendeteksi dan mendiagnosis masalah payudara pada wanita.

Setiap wanita dianjurkan mulai melakukan mamogram pertama kali saat berusia 45 tahun. Namun jika Anda memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara, skrining bisa dilakukan lebih cepat sesuai dengan anjuran dokter.

Penting diketahui bahwa risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Itulah mengapa mamografi perlu dilakukan secara teratur agar kondisi Anda tetap terpantau.

Untuk wanita berusia 45 sampai 54 tahun, mamografi selanjutnya perlu dilakukan setiap tahun. Ketika usia Anda menginjak 55 tahun ke atas, prosedur bisa dilakukan agak jarang yaitu 2 tahun sekali.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca