Mengenali Benjolan Ciri Kanker Payudara

Oleh

Penyakit kanker memang merupakan salah satu penyebab kematian di seluruh dunia. Sebanyak 8,2 juta orang di dunia pada tahun 2012 meninggal karena kanker. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 juga menunjukkan bahwa jumlah kasus penderita kanker pada semua umur di Indonesia sebesar 1,4 persen. Jenis kanker tertinggi pada pasien rawat inap rumah sakit di Indonesia adalah kanker payudara, dengan estimasi jumlah penderita kanker payudara terbesar berada di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Penyebab kanker payudara

Penyebab kanker payudara tidak diketahui. Namun, dokter menduga kanker payudara muncul ketika beberapa sel pada payudara tumbuh secara abnormal. Sel-sel ini membelah lebih cepat daripada sel-sel sehat dan terus menumpuk membentuk benjolan sebagai ciri utama kaner payudara. 

Dikutip dari Mayo Clinic, kanker payudara paling sering muncul pada sel-sel di saluran penghasil susu. Kanker payudara juga dapat dimulai dengan jaringan kelenjar yang disebut dengan lobulus atau di sel atau jaringan lain di dalam payudara. 

Para peneliti telah mengidentifikasi faktor-faktor hormonal, gaya hidup, dan lingkungan yang dapat meningkatkan risiko munculnya benjolan penanda kanker payudara. Namun, tidak jelas mengapa beberapa orang yang tidak mengalami faktor risiko dapat mengembangkan penyakit ini. 

Kemungkinan, kanker payudara yang umumnya diawali dengan munculnya benjolan disebabkan oleh interaksi kompleks susunan genetik Anda dan lingkungan. 

Faktor risiko kanker payudara

Empat puluh persen dari kematian akibat kanker secara umum sama, yakni berkaitan dengan faktor risiko perilaku dan pola makan, seperti; merokok, indeks massa tubuh yang tinggi (berat badan berlebih), dan konsumsi alkohol yang berlebihan.

Faktor risiko kanker lainnya, terjadi akibat paparan bahan pemicu terjadinya kanker (karsinogen), seperti sinar ultraviolet, radiasi ion, makanan yang terkontaminasi dan serat (asbes) serta infeksi dari virus, bakteri, dan parasit.

Seorang spesialis bedah onkologi, dr. Sonar Sonny Panigoro juga mengatakan beberapa faktor internal yang mampu meningkatkan risiko seorang perempuan mengalami benjolan hingga terinfeksi kanker payudara, antara lain:

  • Riwayat keluarga dekat yang menderita kanker payudara,
  • Tak punya anak,
  • Haid pertama di umur 10 tahun atau bahkan kurang,
  • Henti haid pada usia 55 tahun atau bahkan lebih,
  • Riwayat radiasi di daerah dada dan
  • Penggunaan obat hormonal pada jangka waktu yang lama di luar usia produktif.

Benjolan kanker payudara sebagai ciri utama

Gejala kanker payudara yang paling mudah untuk dideteksi adalah adanya benjolan pada daerah sekitar payudara. Sayangnya, tak hanya kanker yang menjadi satu-satunya kelainan pada payudara yang dapat dideteksi dengan ada tidaknya benjolan.

Hal ini sama seperti yang diungkapkan oleh seorang spesialis onkologi, Dr. Martha Roida Manurung, bahwa 9 dari 10 benjolan di payudara bukanlah kanker. Ia bahkan mengatakan bahwa keberadaan benjolan tersebut bisa jadi hanya akibat pengaruh hormon semata, tak ada hubungannya dengan kanker payudara.

Lalu, apa ciri benjolan kanker payudara?

Payudara mengandung jaringan dengan konsistensi yang bervariasi, termasuk jaringan lemak, kelenjar, dan jaringan ikat. Anda mungkin merasakan gejala benjolan pada payudara, tapi belum tentu itu tanda kanker. 

Benjolan pada payudara dapat disebabkan oleh cairan ekstra yang tidak berhubungan dengan kanker. Jaringan payudara juga berubah seiring dengan bertambahnya usia. Biasnya, bentuk payudara menjadi lebih gemuk dan kurang padat. 

Berikut merupakan ciri-ciri benjolan pada payudara yang patut Anda curigai sebagai kanker:

  • Benjolan kanker payudara akan semakin keras dengan batas tidak jelas
  • Hanya ada di salah satu payudara
  • Permukaannya tidak rata
  • Pada stadium lanjut mulai tampak adanya kelainan pada kulit payudara (seperti kulit jeruk atau kulit menjadi kemerahan). Terkadang mencekung seperti lesung pipi karena tertarik oleh benjolan
  • Bila benjolan dekat dengan puting susu, akan terlihat bahwa puting susu tertarik dan agak susah digerakkan (lengket)
  • Sering kali tanpa disertai rasa nyeri
  • Menetap 8 hingga 10 hari usai menstruasi

Mendeteksi benjolan kanker payudara dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

Kanker payudara dapat disembuhkan dengan baik bila dideteksi lebih awal, hingga akhirnya pengobatan pun dapat diberikan lebih cepat. Namun masih banyak penderita yang baru memeriksakan diri saat stadium telah lanjut. Hal ini sering kali dikarenakan tidak adanya keluhan lain sama sekali.

Salah satu cara yang mudah, terjangkau, bahkan dapat dilakukan oleh diri sendiri adalah dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri atau yang kita kenal dengan SADARI, secara berkala minimal satu bulan sekali.

Bagaimana cara melakukan SADARI?

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memeriksa payudara sendiri adalah:

  1. Melakukan pemeriksaan payudara di depan cermin, dengan memperhatikan ciri-ciri benjolan seperti yang telah diuraikan di atas.
  2. Memijat payudara dengan lembut dari arah tepi ke puting. Hal ini dilakukan sambil memperhatikan ada tidaknya cairan yang keluar jika Anda tidak sedang menyusui.
  3. Meraba payudara satu persatu dengan 3 atau 4 jari yang saling dirapatkan dengan gerakan memutar dari tepi ke puting.

Bila tidak dijumpai adanya benjolan pada payudara pun, masih ada kemungkinan Anda mengidap kanker payudara stadium awal. Benjolan kanker payudara dapat dideteksi dengana adanya cairan pada puting susu yang tampak jernih, sedikit kekuningan, atau bahkan merah. Bila Anda menemui gejala benjolan kanker payudara yang disebutkan di atas, segera konsultasikan pada dokter!

Kapan saya menghubungi dokter?

Terbiasa dengan bentuk payudara membuat Anda lebih mudah mendeteksi adanya benjolan, yang belum tentu merupakan kanker. Namun, segera hubungi dokter ketika merasakan keganjalan yang Anda curigai sebagai benjolan kanker payudara ini:

  • Anda menemukan benjolan atau penebalan payudara yang terasa berbeda dengan jaringan di sekitanya
  • Anda melihat perubahan dalam ukuran, bentuk, dan penampilan payudara
  • Nyeri payudara tidak hilang setelah menstruasi
  • Anda melihat perubahan kulit pada payudara Anda, seperti gatal, kemerahan, atau kerutan
  • Anda memiliki puting yang baru terbalik
  • Anda melihat cairan asing keluar dari puting. 

Setelah menghubungi dokter, Anda mungkin akan diminta melakukan serangkaian pemeriksaan apakah benjolan itu merupakan ciri kanker payudara atau bukan. Untuk memeriksa benjolan kanker payudara, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan:

Mammogram

Rontgen khusus payudara ini akan membantu dokter menyelidiki perubahan payudara yang mencurigakan. Dibutuhkan gambar X-ray dari beberapa sudut untuk melihat benjolan yang dicurigai sebagai kanker payudara. 

USG payudara

Gelombang suara membuat gambar bagian dalam payudara Anda terdeteksi pada monitor. USG bermanfaat untuk menentukan apakah benjolan yang dicurigai sebagai kanker payudara padat atau berisi cairan. 

MRI Payudara

Mesin MRI menggunakan magnet dan gelombang radio untuk menunjukkan gambaran payudara Anda bagian dalam, termasuk benjolan yang dicurigai sebagai kanker. Prosedur ini biasanya dilakukan ketika dokter tak yakin dengan diagnosisnya. 

Share now :

Direview tanggal: Januari 13, 2017 | Terakhir Diedit: Januari 9, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca