Mengenali Ciri Benjolan yang Menandakan Kanker Payudara

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Benjolan merupakan salah satu gejala utama yang menandakan adanya kanker payudara. Namun, bukan berarti semua benjolan berarti kanker. Sebagian besar benjolan justru bukan pertanda kanker, melainkan gejala kondisi lain yang tidak berbahaya. Simak penjelasannya di bawah ini.

Benjolan sebagai ciri utama kanker payudara

Gejala kanker payudara yang paling mudah untuk dideteksi adalah adanya benjolan. Meski begitu, tak semua benjolan bersifat kanker sehingga Anda perlu tahu apa perbedaannya.

Hal ini sama seperti yang diungkapkan oleh seorang spesialis onkologi, Dr. Martha Roida Manurung, bahwa 9 dari 10 benjolan di payudara bukanlah kanker. Ia bahkan mengatakan bahwa keberadaan benjolan tersebut bisa jadi akibat pengaruh hormon semata, tak ada hubungannya dengan kanker.

Apa saja ciri-ciri benjolan kanker payudara?

Oleh karena ada berbagai kemungkinan dari benjolan yang muncul dari payudara, Anda perlu mengetahui perbedaan di antara keduanya

Berikut merupakan ciri-ciri benjolan yang patut Anda curigai sebagai kanker payudara:

  • Benjolan akan semakin keras dengan batas tidak jelas
  • Hanya ada di salah satu payudara
  • Permukaannya tidak rata
  • Pada stadium lanjut mulai tampak adanya kelainan pada kulit payudara (seperti kulit jeruk atau kulit menjadi kemerahan). Terkadang mencekung seperti lesung pipi karena tertarik oleh benjolan
  • Bila benjolan dekat dengan puting susu, akan terlihat bahwa puting susu tertarik dan agak susah digerakkan (lengket)
  • Sering kali tanpa disertai rasa nyeri
  • Menetap 8-10 hari usai menstruasi

Benjolan kanker payudara letaknya di mana?

Laporan yang dipublikasikan Stony Brook Cancer Center menyebutkan 18% kanker payudara terjadi di daerah puting, 11% di kuadran payudara bagian bawah luar, dan 6% lainnya berada di  kuadran payudara bagian bawah dalam.

Beberapa jenis kanker payudara mungkin pertama kali dapat dideteksi dengan perubahan bentuk puting susu. Sebagian besar tumor ganas, yang merupakan kanker, muncul pertama kali sebagai satu benjolan keras atau rasa tebal yang seringnya tidak menyakitkan.

Umumnya (sekitar 50%), benjolan kanker payudara berkembang dari kelenjar atau saluran susu. Benjolan tersebut muncul di kuadran luar atas payudara, memanjang ke ketiak, di mana jaringan lebih tebal daripada di tempat lain.

Pada stadium awal kanker benjolan hanya terbatas pada payudara. Ukurannya bisa sangat kecil hingga tidak disadari sampai bertahun-tahun kemudian, sampai akhirnya membesar.

Pada kanker payudara stadium lanjut, kondisi ini dapat menyebar dari payudara ke kelenjar getah bening di ketiak, leher, atau dada.

Sementara itu, pada kanker payudara yang telah menyebar, tumor berkembang tidak hanya pada kelenjar getah bening yang berdekatan dengan payudara. Lebih dari itu, kanker bisa menyerang bagian tubuh lain, seperti tulang, hati, paru-paru, dan bahkan otak.

Apakah benjolan kanker payudara terasa sakit?

Benjolan kanker payudara sering kali memiliki ciri keras dan tidak menimbulkan nyeri. Namun, beberapa orang mengaku merasakan sakit pada benjolan tersebut.

Menurut American Cancer Society, kondisi ini tidak menyebabkan sakit. Sering kali, perempuan dengan keluhan sakit atau tidak nyaman pada payudara mereka mengalami kondisi yang sebenarnya berkaitan dengan siklus menstruasi.

Beberapa kondisi pada payudara lainnya, seperti mastitis juga bisa menyebabkan rasa sakit yang tiba-tiba.

Akan tetapi, jika Anda merasakan sakit yang cukup parah di payudara, dan tidak sedang mendekati masa menstruasi, hubungilah dokter untuk mencari penjelasan yang lebih akurat.

Mendeteksi kanker payudara dengan SADARI

Sama seperti jenis lainnya, peluang kesembuhan kanker payudara akan semakin besar jika ditemukan sejak dini. Sayangnya, masih banyak penderita yang baru memeriksakan diri saat stadium telah lanjut. Hal ini sering kali dikarenakan tidak adanya keluhan sama sekali. Akibatnya, kanker payudara jadi terlambat dideteksi.

Salah satu cara yang mudah, terjangkau, bahkan dapat dilakukan oleh diri sendiri adalah dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri atau yang dikenal dengan SADARI. Anda perlu melakukan ini secara rutin minimal satu bulan sekali.

Bagaimana cara melakukan SADARI?

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memeriksa payudara sendiri adalah:

  1. Lakukan di depan cermin dan perhatikan berbagai ciri benjolan yang telah disebutkan di atas.
  2. Memijat payudara dengan lembut dari arah tepi menuju puting. Hal ini dilakukan sambil memperhatikan ada tidaknya cairan yang keluar, apabila Anda tidak sedang menyusui.
  3. Meraba payudara satu per satu dengan 3 atau 4 jari yang saling dirapatkan dengan gerakan memutar dari tepi ke puting.

Tak hanya benjolan, ada hal lain yang perlu Anda perhatikan ketika berusaha untuk melakukan deteksi dini kanker payudara.

Anda juga perlu memperhatikan apakah ada cairan yang keluar dari puting susu. Jika ada, apakah cairan yang keluar tampak jernih, sedikit kekuningan, atau bahkan merah. Jika iya, segera hubungi dokter.

Kapan saya menghubungi dokter?

Terbiasa dengan bentuk payudara membuat Anda lebih mudah mendeteksi apabila adanya benjolan.

Sayangnya, Anda bisa saja tidak memiliki benjolan tetapi memiliki ciri kanker payudara lainnya. Segera konsultasikan ke dokter apabila Anda memiliki kondisi, seperti:

  • Anda menemukan benjolan atau penebalan payudara yang terasa berbeda dengan jaringan di sekitanya
  • Anda melihat perubahan dalam ukuran, bentuk, dan penampilan payudara
  • Nyeri payudara tidak hilang setelah menstruasi
  • Anda melihat perubahan kulit pada payudara Anda, seperti gatal, kemerahan, atau kerutan
  • Anda memiliki puting yang baru terbalik
  • Anda melihat cairan asing keluar dari puting, padahal sedang tidak menyusui 

Untuk memastikan kondisi yang Anda alami dan memeriksa apakah benjolan merupakan kanker atau bukan, dokter akan meminta Anda melakukan beberapa tes, seperti:

Mammogram

Rontgen khusus payudara ini akan membantu dokter menyelidiki perubahan payudara yang mencurigakan. Dibutuhkan gambar X-ray dari beberapa sudut untuk melihat benjolan yang dicurigai sebagai kanker. 

USG payudara

Gelombang suara membuat gambar bagian dalam payudara Anda terdeteksi pada monitor. USG payudara bermanfaat untuk menentukan apakah benjolan yang dicurigai sebagai kanker padat atau berisi cairan. 

MRI Payudara

Prosedur ini menggunakan mesin dengan magnet dan gelombang radio untuk menunjukkan gambaran payudara Anda bagian dalam, termasuk benjolan yang dicurigai sebagai kanker. MRI payudara biasanya dilakukan ketika dokter tak yakin dengan hasil pencitraan sebelumnya. 

Share now :

Direview tanggal: Januari 13, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 20, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca