Penyebab dan Cara Mudah Mengatasi Jerawat di Hidung yang Mengganggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Selain muncul di area wajah, dahi, dan punggung, ternyata jerawat juga bisa muncul di hidung lho! Jerawat yang muncul di hidung, terutama di bagian dalam, bisa jadi tanda adanya masalah atau tanda infeksi di dalam hidung Anda. Untuk mengetahui penyebab jerawat yang muncul di hidung lebih lanjut, simak ulasannya di bawah ini.

Apa penyebab munculnya jerawat di hidung?

Jerawat di hidung disebabkan karena adanya pori-pori yang tersumbat dengan minyak berlebih dan sel-sel kulit mati yang menumpuk. 

Dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology, peneliti menemukan hubungan antara produksi sebum dan jerawat di T zone.

Orang dewasa cenderung lebih berjerawat di area T zone wajah, yaitu dari mulai dahi hidung hingga dagu. Ini karena area T zone cenderung memproduksi lebih banyak minyak dibandingkan dengan area lainnya di wajah. Hal ini membuat area luar hidung cenderung rentan ditumbuhi jerawat.

Sementara itu, jerawat terutama yang di dalam hidung cenderung terjadi pada orang yang memiliki kekebalan imun tubuh rendah atau orang dengan diabetes.

Namun, infeksi bakteri juga dapat menyumbat pori-pori kulit, menyebabkan kemerahan, iritasi, dan peradangan yang membuat jerawat di dalam hidung. Berikut, ada beberapa penyebab lain yang membuat jerawat di dalam hidung rentan muncul:

Vestibulitis nasal

Vestibulitis nasal juga dikenal sebagai folikulitis. Kondisi ini dapat menyebabkan benjolan merah atau warna putih yang meradang di dalam lubang hidung. Bakteri Staphylococcus (staph) adalah penyebab folikulitis yang paling umum. Kebiasaan tertentu seperti mengupil atau meniup hidung terlalu sering juga dapat menyebabkan folikulitis.

Bisul di hidung dan selulitis

Kondisi ini dianggap lebih serius karena dapat menyebabkan selulitis, yakni infeksi kulit yang menyebar dengan cepat yang bisa masuk ke aliran darah Anda. Kondisi ini menyebabkan kulit  di dalam lubang hidung jadi memerah, bengkak dan meradang. Dalam beberapa kasus, selulitis bisa mematikan.

Bakteri seperti Staph, streptococcus, dan methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) infeksi menyebabkan selulitis. Infeksi MRSA ini sulit diobati dan kebal terhadap obat-obatan banyak antibiotik.

Rambut tumbuh ke dalam

Jerawat di dalam hidung juga bisa disebabkan oleh rambut yang tumbuh ke dalam. Beberapa orang mungkin mendapatkan jerawat di dalam hidung setelah mencoba metode cabut bulu (hair removal) tertentu, seperti waxing bulu hidung.

Trombosis sinus kavernosus

Jerawat yang terinfeksi di dalam hidung bisa jadi berbahaya, karena beberapa pembuluh darah di hidung ada yang mengarah ke otak. Meskipun jarang, kondisi yang disebut trombosis sinus kavernosus dapat terjadi.

Sinus kavernosus adalah pembuluh darah yang besar yang terdapat di dasar tengkorak. Ketika terdapat furunkel atau bisul di dalam hidung, ini bisa menyebabkan gumpalan darah terbentuk dan menghambat aliran darah ke otak.

Bagaimana cara mengobati jerawat di hidung?

asam fusidat fucidic acip salep luka kulit terbuka

Jerawat pada hidung ini bisa diobati tergantung dari penyebabnya. Jerawat biasa umumnya akan hilang dalam beberapa minggu. Namun, untuk jerawat karena infeksi yang lebih serius, dokter akan menyesuaikannya dengan keparahan kondisi. Berikut beberapa cara atau obat untuk mengobati jerawat di area luar dan dalam hidung:

Mengoleskan obat jerawat

Obat jerawat yang mengandung benzoil peroksida bisa membantu membunuh bakteri penyebab jerawat di hidung. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan obat jerawat yang mengandung retinoid untuk bantu redakan jerawat baik di dalam maupun dalam hidung.

Namun sebelum mengoleskan obat jerawat di dalam hidung, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Ini karena area dalam hidung cenderung lebih sensitif dan rentan mengalami iritasi.

Pakai antibiotik

Jerawat yang disebabkan karena infeksi bakteri biasanya dapat diobati dengan antibiotik. Ini termasuk pemakaian salep antibiotik, seperti bacitracin atau mupirocin. Jika infeksi yang terjadi parah, mungkin Anda memerlukan rawat inap dan pengobatan dengan antibiotik yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah.

Minum obat antinyeri

Mengonsumsi pereda nyeri dapat membantu meringankan rasa sakit adanya jerawat di dalam hidung Anda. Anda bisa minum obat antinyeri seperti ibuprofen dan acetaminophen.

Kompres hidung

Mengompres hidung dengan kain hangat ternyata bisa membantu mengurangi rasa sakit karena jerawat. Lakukan kompres pada hidung sebanyak tiga kali per hari selama 1 sampai 2 menit.

Pakai minyak esensial

Sebelum Anda menggunakan minyak esensial apa pun, pastikan Anda tidak memiliki alergi. Anda juga harus memilih minyak yang tidak terlalu keras kandungannya. Silakan gunakan minyak pohon teh dan minyak daun mimba untuk mengobati jerawat.

Selain itu, jagalah kebersihan dalam hidung salah satunya dengan menggunakan masker ketika berpergian keluar rumah. Hal ini bertujuan untuk mencegah infeksi di dalam hidung semakin parah. 

Cara mencegah jerawat di hidung

Cuci tangan untuk mencegah virus penyebab hepatitis A

Karena jerawat di hidung cenderung nyeri dan sulit hilang, akan jauh lebih baik jika Anda mencari cara untuk mencegah kemunculannya. Berikut hal-hal yang membantu mencegah jerawat muncul di hidung:

Rajin membersihkan wajah

Sumbatan pori penyebab jerawat bisa dicegah salah satunya dengan rutin membersihkan wajah. Jangan membiarkan wajah berada dalam keadaan kotor terlalu lama agar tak ada kesempatan untuk jerawat muncul.

Setelah berkegiatan, usahakan untuk segera membersihkan wajah dengan sabun khusus jerawat atau yang berbahan dasar ringan. Pilihlah sabun cuci muka yang tak mengandung alkohol agar kulit wajah tidak terlalu tertarik setelahnya.

Setelah itu, keringkan jerawat dengan handuk bersih atau tisu. Pastikan tidak ada sisa sabun pembersih yang tertinggal di wajah.

Cuci tangan sebelum menyentuh area hidung

Untuk mengurangi risiko menempelnya kotoran dan bakteri di area hidung, cuci tangan sebelum menyentuh indera penciuman Anda. Mencuci tangan membantu membersihkan kotoran dan bakteri yang menempel di tangan Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca