Positif HIV Ketika Hamil, Haruskah Melahirkan Lewat Caesar?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kalau saat hamil ibu didiagnosis positif dengan HIV, ada berbagai hal yang harus dipertimbangkan agar seluruh kehamilan hingga proses persalinan tetap lancar. Nah, salah satu hal yang paling membuat calon ibu dan ayah khawatir mungkin adalah proses persalinannya nanti. Kira-kira apakah ibu hamil yang positif HIV harus melahirkan lewat operasi caesar atau bisa melahirkan normal? Simak ulasan lengkap soal persalinan ibu hamil dengan HIV berikut ini.

Mengenal HIV/ AIDS pada ibu hamil

Human immunodeficiency virus atau HIV adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil.

Nah, bayi yang dikandung oleh ibu yang positif HIV bisa tertular juga. Entah saat kehamilan, persalinan, atau ketika menyusui. Karena itu, biasanya dokter akan memberikan pengobatan antivirus khusus dengan jenis yang berbeda-beda.

Obat-obatan tersebut harus selalu dikonsumsi secara rutin, termasuk beberapa saat menjelang persalinan dan saat persalinan itu sendiri. Ini karena saat persalinan, bayi sangat rentan tertular virus dari ibu.

Ibu hamil yang positif HIV sebaiknya melahirkan normal atau caesar?

Ada yang bilang, ibu hamil yang positif HIV sebaiknya melahirkan lewat operasi caesar saja karena lebih aman. Pada kenyataannya, ibu hamil dengan HIV/ AIDS masih punya kesempatan untuk melahirkan normal, yaitu melalui vagina.

Bila ibu hamil ingin melahirkan normal, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Syaratnya antara lain:

  • Sudah minum obat antivirus sejak usia kehamilan 14 minggu atau kurang.
  • Kondisi viral load kurang dari 10.000 kopi/ml. Viral load sendiri yaitu jumlah partikel virus dalam 1 ml atau 1 cc darah. Semakin banyak jumlah partikel virus dalam darah berarti semakin tinggi risiko Anda untuk menularkan virus dan mengalami komplikasi HIV.

Saat melahirkan normal, ibu bersalin dengan viral load yang tinggi biasanya akan diberikan infus berisi obat zidovudine. Namun, rencana persalinan Anda masih bisa berubah-ubah tergantung pada kondisi tubuh ibu dan bayinya.

Pilihan ini juga harus Anda diskusikan dengan dokter kandungan, bidan, dan keluarga. Pasalnya, kebanyakan dokter akan menyarankan ibu bersalin untuk menjalani persalinan caesar kalau angka viral load-nya berada di atas 4.000 kopi/ml.

Menurut berbagai penelitian, kelahiran dengan operasi caesar memang bisa menurunkan risiko penularan HIV/ AIDS dari ibu ke bayi saat persalinan. Terutama jika viral load ibu menjelang persalinan terhitung tinggi.

Berdasarkan data yang diperoleh dari American College of Obstetricians and Gynecologist, operasi sesar dianjurkan untuk dilakukan sebelum kehamilan berusia 39 minggu. Sedangkan pada ibu hamil dengan HIV, dianjurkan untuk melakukan operasi caesar saat kehamilan berusia 38 minggu.

Selain itu, pada operasi caesar bisa juga diberikan antibiotik untuk mecegah infeksi pasca melahirkan pada ibu dengan HIV. Ini karena wanita yang positif HIV punya kekebalan tubuh yang melemah sehingga lebih rentan kena infeksi. Antibiotik ini dapat diberikan sebelum operasi dilakukan dan sesudahnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 05/06/2020 . Waktu baca 10 menit

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Perkembangan Janin, Kehamilan 31/05/2020 . Waktu baca 8 menit

Bisakah HIV Menular Melalui Gigitan Nyamuk?

Salah satu mitos tentang HIV yang sering beredar adalah kemungkinan gigitan nyamuk yang dapat menularkan virusnya. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
HIV/AIDS, Health Centers 24/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nafsu seks ibu hamil

Kenali Perubahan Gairah Seks Ibu Hamil di Trimester Ketiga, Plus Tips Seks yang Aman

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 15/07/2020 . Waktu baca 4 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit