9 Cara Paling Efektif Untuk Mencegah Penularan HIV

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

HIV dan AIDS merupakan dua penyakit menular seksual yang bisa dialami oleh pria dan wanita di semua kalangan usia. Meski Anda sudah berhati-hati, Anda bisa saja tertular penyakit ini dari hal-hal yang tidak pernah diduga sebelumnya. Maka dari itu, sebelum semuanya terlambat, penting bagi Anda untuk tahu bagaimana cara pencegahan penyakit HIV dan AIDS yang efektif. Hal ini semata-mata untuk melindungi diri Anda dan orang terkasih dari penularan penyakit HIV AIDS yang mematikan.

Beragam cara pencegahan HIV dan AIDS

Sampai saat ini penyakit HIV AIDS menjadi salah satu isu utama di seluruh dunia. Tak main-main, kasus kejadiannya pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, penyakit ini tak boleh dianggap remeh.

Kabar baiknya, HIV dan AIDS termasuk penyakit menular seksual yang bisa dicegah. Melengkapi diri Anda dengan pengetahuan yang mumpuni merupakan cara terbaik untuk mencegah risiko penularan HIV. Selain untuk diri sendiri, hal ini juga dapat membantu melindungi orang-orang di sekitar Anda serta orang dengan HIV untuk hidup secara sehat dan aman.

Berikut berbagai cara mencegah penyakiti HIV AIDS yang perlu Anda simak baik-baik.

1. Cari tahu cara penularannya

data hiv aids di indonesia

Bentuk pencegahan HIV dan AIDS yang paling utama adalah dengan mengetahui cara penularannya.

Anda mungkin sudah sangat sering melihat atau mendengar kampanye HIV/AIDS. Sayangnya, meski sudah dikampanyekan di berbagai kanal media, banyak orang yang masih belum benar-benar paham tentang mekanisme penularannya.

Ya, ada banyak mitos salah kaprah yang beredar di internet atau masyarakat tentang penyebaran penyakit ini, sehingga penting untuk mempelajarinya untuk melindungi diri Anda sendiri maupun orang lain.

HIV ditularkan saat darah, ASI, air mani, atau cairan vagina yang terinfeksi terkena langsung dengan luka di kulit atau selaput lendiri yang terbuka. Misalnya mulut, hidung, vagina, rektum, dan bukaan penis.

Ini artinya, Anda dapat berciuman dengan aman (selama tidak ada luka atau sariawan, dan Anda tidak saling menyebabkan luka), bersentuhan, berpelukan, dan berinteraksi seperti biasanya dengan orang yang memiliki HIV. Pada intinya, penularan penyakit HIV disebabkan karena adanya pertukaran cairan tubuh antara orang yang terinfeksi dengan orang yang sehat.

Ketimbang wanita dewasa, anak remaja cenderung lebih rentan terhadap infeksi HIV karena selaput vagina mereka lebih tipis sehingga lebih mudah untuk robek dan terluka.

2. Waspadai gejala khasnya

Karena sering ditulis sebagai suatu kesatuan seperti “HIV/AIDS”, banyak orang menganggap keduanya sama. Padahal, HIV dan AIDS adalah kondisi yang berbeda.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Sementara AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency SyndromeAIDS bisa dikatakan sebagai tahap akhir dari infeksi HIV kronis.

Nah, berhubung keduanya merupakan kondisi yang berbeda, maka gejala yang dimunculkan pun akan berbeda.

Gejala HIV

Jangan berasumsi bahwa seseorang yang tidak memiliki gejala pasti tidak memiliki HIV. Dalam banyak kasus, orang yang terinfeksi HIV kerap tidak menyadari bahwa dirinya sudah terjangkit selama bertahun-tahun karena tidak merasakan gejala apa pun.

Meski tidak selalu menunjukkan gejala, penyakit ini sebenarnya memiliki tanda atau ciri khas yang mirip ketika Anda mau sakit flu, misalnya:

  • Badan pegal-pegal
  • Demam
  • Badan lemas dan tidak bertenaga
  • Sakit tenggorokan
  • Ada luka di sekitar mulut yang mirip sariawan
  • Ruam kemerahan di kulit tapi tidak terasa gatal
  • Kelenjar getah bening bengkak
  • Sering keringatan, terutama di malam hari

Gejala AIDS

Virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh dengan menghancurkan sel CD4 (sel T). Sel CD4 sendiri merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang secara spefisik berperan untuk melawan infeksi.

Nah, ketika HIV sudah berkembang menjadi AIDS, jumlah sel T akan menurun sangat drastis. Akibatnya, tubuh Anda akan lebih mudah sakit terserang infeksi bahkan untuk infeksi yang biasanya tidak membuat Anda sakit.

Sejumlah gejala yang biasanya muncul ketika seseorang terkena AIDS di antaranya:

  • Sariawan atau muncul lapisan putih tebal di rongga mulut akibat infeksi jamur
  • Berat badan menurun drastis tanpa sebab yang jelas
  • Gampang memar
  • Sering sakit kepala
  • Merasa sangat lelah dan tidak bertenaga
  • Batuk kering kronis
  • Pembengkakan pada kelenjar bening yang ada di tenggorokan, ketiak, atau selangkangan
  • Perdarahan di mulut, hidung, anus, atau vagina secara tiba-tiba
  • Kebas atau sensasi mati rasa di tangan dan kaki
  • Sulit mengendalikan refleks otot
  • Mengalami kelumpuhan

Bila belakangan ini Anda sering merasa tidak enak badan dan memunculkan satu atau beberapa gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, jangan ragu untuk periksa ke dokter. Begitu pula bila Anda mengalami gejala tak biasa tanpa sebab yang jelas. Semakin cepat penyakitnya terdiagnosis, maka akan semakin baik. Hal ini pun bisa jadi cara pencegahan HIV dan AIDS yang efektif.

3. Lakukan hubungan seks yang aman

posisi seks untuk pasangan beda tinggi badan

Membiasakan diri melakukan seks aman dengan pakai kondom juga termasuk cara pencegahan HIV dan AIDS yang sangat dianjurkan. Apalagi jika Anda termasuk orang yang punya lebih dari satu pasangan seksual.

Kondom sendiri merupakan alat kontrasepsi dan proteksi dari risiko penyakit menular seksual yang mudah didapatkan dengan harga terjangkau. Di pasaran, kondom tersedia dengan beragam warna, rasa, dan tekstur.

Apa pun jenisnya, pastikan kondom yang dipilih sesuai ukuran. Jangan pakai kondom yang terlalu besar karena bisa saja terlepas ketika digunakan. Sementara kondom yang terlalu kecil dapat mudah robek dan rusak, sehingga memungkinkan air mani mengalir masuk ke dalam vagina.

Supaya kondom memberikan perlindungan yang maksimal, Anda juga perlu tahu kapan waktu terbaik untuk menggunakannya. Sebaiknya, kenakan kondom sesaat setelah ereksi, bukan sebelum ejakulasi. Tak melulu saat penetrasi, kondom juga sebaiknya digunakan saat Anda seks oral atau seks aal.

Selain itu, ganti kondom dengan yang baru setiap kali Anda akan beralih ke aktivitas seksual lainnya. Pada intinya, kondom yang sudah dipakai sekali tidak boleh dipakai kembali. Entah itu pada orang yang sama atau orang yang berbeda.

4. Saling terbuka dengan pasangan

salah paham dengan pasangan

Cara pencegahan HIV AIDS lainnya yang perlu Anda lakukan adalah saling terbuka dengan semua pasangan seks yang terlibat. Maksudnya, ada baiknya Anda lebih dulu saling terbuka dan menanyakan tentang riwayat kesehatan masing-masing sebelum mulai melakukan hubungan seksual.

Meskipun tidak nyaman dan memalukan, memahami benar tentang seluk beluk masing-masing sangat membantu Anda berdua mencegah risiko penularan HIV dan AIDS. Bahkan, Anda bisa mengajak pasangan tes HIV untuk memastikan bahwa Anda berdua bebas dari infeksi HIV maupun AIDS.

Tes HIV dilakukan untuk mengetahui status HIV atau mendiagnosis orang yang baru terinfeksi virus. Tes HIV juga dapat membantu mendeteksi infeksi yang sebelumnya tidak diketahui.

5. Hindari alkohol dan obat-obatan terlarang

susu menetralkan alkohol dan narkoba

Tahukah Anda bahwa konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang lebih berperan penting dalam penularan HIV daripada penggunaan obat melalui suntikan? Alasannya, karena kedua zat adiktif tersebut dapat memengaruhi fungsi kognitif dalam membuat keputusan.

Hal ini memungkinkan seseorang untuk untuk melakukan tindakan-tindakan yang berisiko. Contohnya seperti melakukan seks tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi atau berbagai obat dan alat suntik dengan orang yang memiliki HIV. Itu sebabnya, hal selanjutnya yang bisa Anda lakukan sebagai cara pencegahan HIV AIDS adalah menghindari atau berhenti menggunakan alkohol dan obat-obatan terlarang seperti narkoba.

6. Anjuran sunat pada lelaki

anak disunat

Di Indonesia, sunat identik dengan keyakinan agama dan tradisi budaya. Namun, pada kenyataannya, sunat menawarkan manfaat yang lebih jauh dari itu. Sunat dapat membantu menjaga kebersihan penis sekaligus membantu mencegah penyakit menular seksual seperti HIV AIDS.

Hal ini pun diamini oleh Lembaga Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, CDC. CDC menemukan bahwa secara medis, sunat dapat jadi cara pencegahan risiko penularan HIV dan penyakit kelamin lainnya yang ditularkan lewat hubungan seks tanpa kondom.

Prosedur sunat juga dilaporkan dapat mengurangi risiko pria tertular herpes genital dan infeksi HPV, yang  diyakini menjadi faktor risiko kanker penis. Bahkan, sunat semasa kecil diketahui dapat memberikan perlindungan dari kanker penis, yang seringnya hanya terjadi di kulit kulup.

Meski begitu, sebenarnya disunat atau tidak, inilah preferensi pribadi masing-masing pria.

7. Jangan pernah berbagi jarum atau alat suntik

alergi tato

Orang yang menggunakan obat intravena (infus) dan sering berbagi jarum atau alat suntik bisa terkena HIV. Pasalnya, jarum yang tidak steril sehabis dipakai bisa menularkan HIV dari penderita ke tubuh sehat lainnya.

Hal ini juga berlaku bagi petugas kesehatan yang dalam kesehariannya menggunakan jarum suntik dan terpapar darah. Sebab, tidak sengaja tertusuk jarum suntik bekas pasien dengan HIV atau terpapar darah pasien dengan HIV pada area tubuh sendiri yang mengalami luka juga dapat memungkinkan infeksi terjadi.

Bagi Anda yang ingin membuat tato, maka cara pencegahan HIV dan AIDS terbaik yang bisa dilakukan adalah memastikan bahwa studio tato yang Anda tuju menggunakan peralatan dan body piercing (termasuk tinya) yang steril.

8. Lakukan perawatan medis jika Anda hamil

bidan atau dokter kandungan

Seperti yang sudah disinggung sebelumhya, penyakit HIV AIDS kerap kali tidak menunjukkan gejala yang berarti. Ini artinya, sangat mungkin bagi ibu wanita hamil yang menderita HIV tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi penyakit tersebut. Sedangkan HIV dapat diturunkan dari ibu hamil ke bayi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.

The American College of Obstetricians and Gynecologist mengungkapkan bahwa wanita hamil yang dengan HIV memiliki peluang 1 banding 4 untuk menularkan infeksi kepada bayinya. Itu sebabnya, dokter biasanya akan merekomendasikan tes darah sebagai bagian dari pemeriksaan kandungan sekaligus cara pencegahan HIV AIDS.

9. Minum obat tertentu

neozep forte

PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis) adalah kombinasi dua obat HIV yaitu tenofovir dan emtricitabine yang dijual dengan nama Truvada®. Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention, PrEP merupakan cara pencegahan HIV AIDS yang efektif bila digunakan secara konsisten.

Biasanya kedua obat tersebut diresepkan khusus bagi orang sehat yang berisiko tinggi tertular infeksi HIV. Misalnya karena Anda baru saja berubungan seksual dengan orang yang positif HIV/Aids.

Anda dianjurkan untuk minum obat ini satu kali sehari untuk mencegah penularan infeksi HIV dari pasangan yang positif HIV. Obat ini mampu melindungi Anda secara maksimal dari HIV yang ditularkan melalui seks anal setelah 7 hari penggunaan.

PrEP juga dapat melindungi secara maksimal dari penularan HIV lewat seks vaginal dan penggunaan jarum suntik setelah 20 hari dikonsumsi. Obat ini dapat ditolerir dengan baik oleh tubuh hingga lima tahun penggunaan.

Selama mengonsumsi obat ini, Anda mungkin perlu menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala, tes darah salah satunya. Tes darah ini dilakukan untuk melihat fungsi ginjal sekaligus memantau respon pengobatan Anda.

Namun, obat-obatan pencegahan HIV tergolong mahal sehingga Anda masih perlu untuk membiasakan hubungan seks yang aman untuk menjaga risiko tetap rendah.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca