Menguak Penyebab dan Jenis-jenis Hipertensi Paru yang Umum

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update April 30, 2020
Bagikan sekarang

Anda mungkin sudah sangat sering mendengar penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Namun, bagaimana dengan hipertensi paru? Meski jarang dialami orang, kondisi ini tak boleh dianggap remeh. Bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, penderitanya berisiko tinggi mengalami berbagai komplikasi berbahaya. Lantas, apa penyebab hipertensi paru dan apa saja jenis dari penyakit ini?

Penyebab hipertensi paru

hipertensi paru

Hipertensi paru adalah jenis tekanan darah tinggi yang spesifik memengaruhi pembuluh darah paru-paru (arteri pulmonal) dan sisi kanan jantung. Hipertensi paru disebut juga dengan hipertensi pulmonal.

Kondisi ini terjadi ketika arteri pulmonal yang membawa darah kurang oksigen dari jantung ke paru-paru terhambat. Hambatan ini terjadi karena dinding arteri pulmonal menyempit dan menebal. Akibatnya, aliran darah tidak lancar dan tekanan di dalam arteri paru-paru meningkat.

Saat tekanan meningkat, bilik kanan bawah jantung (ventrikel kanan) harus bekerja lebih keras untuk memompa darah menuju paru-paru. Seiring waktu, otot jantung Anda melemah dan bisa menyebabkan gagal jantung.

Sebenarnya, penyebab terjadinya hipertensi paru tidak pernah jelas dan lebih sering merupakan gabungan dari beberapa kondisi atau sebuah akibat dari kondisi penyakit lain. Terkadang, dokter sulit menemukan alasan mengapa tekanan darah di paru-paru menjadi tinggi. Meski demikian, ada dua kondisi yang membuat seseorang biasanya terkena hipertensi paru, yaitu genetik atau keturunan dan kondisi medis tertentu.

Genetik

Meski tidak selalu terjadi, para ahli menyebut faktor genetik atau keturunan memiliki peran besar pada terjadinya hipertensi paru. National Heart, Lung, and Blood Institute menjelaskan, mutasi atau perubahan gen ditemukan pada beberapa orang yang memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi paru. Namun, mutasi ini juga ditemukan pada pasien hipertensi paru yang tidak memiliki riwayat keluarga.

Kondisi medis tertentu

Selain faktor genetik, kondisi medis tertentu juga bisa menyebabkan hipertensi, seperti beberapa penyakit paru-paru, yaitu emfisema, bronkitis kronis, atau fibrosis paru, penyakit ginjal, dan gagal jantung kongestif atau congestive heart failure (CHF). Selain penyakit-penyakit tersebut, di bawah ini merupakan beberapa kondisi medis yang juga kerap menjadi penyebab hipertensi paru:  .

  • Gumpalan darah di paru-paru atau emboli paru
  • Gagal ginjal kronis.
  • Cacat jantung kongenital atau penyempitan arteri paru-paru bawaan sejak lahir.
  • Penyakit jantung kiri, seperti gagal jantung kiri yang mungkin disebabkan oleh tekanan darah tinggi di seluruh tubuh atau penyakit jantung iskemik, serta penyakit katup jantung, seperti stenosis aorta dan penyakit katup mitral.
  • HIV
  • Penyakit hati, seperti sirosis, yang menyebabkan tekanan darah lebih tinggi dari normal di hati.
  • Penyakit autoimun, seperti lupus, skleroderma, radang sendi atau rheumatoid arthritis, dan lainnya.
  • Sleep apnea.
  • Gangguan metabolisme, seperti gangguan tiroid atau penyakit Gaucher.
  • Sarkoidosis
  • Infeksi parasit, seperti schistosomiasis atau echinococcus, yang merupakan jenis cacing pita.
  • Tumor di paru-paru.

Faktor risiko

Genetik dan kondisi medis tertentu memang disebut sebagai penyebab terjadinya hipertensi paru pada seseorang. Namun, meski Anda terhindar dari kedua hal tersebut, Anda pun bisa berisiko terkena hipertensi paru karena beberapa faktor. Berikut ini adalah faktor-faktor risiko tersebut:

  • Pertambahan usia. Meski hipertensi paru bisa diderita oleh siapapun, tetapi penyakit ini biasanya didiagnosa pada seseorang yang berusia antara 30-60 tahun.
  • Kebiasaan gaya hidup yang tidak baik, seperti penggunaan obat-obatan terlarang (kokain dan methamphetamin) dan merokok.
  • Jenis kelamin. Hipertensi paru lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Ini sama halnya dengan penyakit gagal jantung yang lebih sering terjadi pada wanita.

Jenis-jenis hipertensi paru

tanda hipertensi paru

Penting dipahami bahwa hipertensi paru bukanlah kondisi yang berdiri sendiri. Dalam banyak kasus, kondisi ini muncul akibat beberapa masalah kesehatan yang sudah dimiliki lebih dulu (alias muncul sebagai komplikasi penyakit). Inilah yang menyebabkan hipertensi paru seringkali tidak menunjukkan gejala khusus.

Nah, tergantung penyebab yang mendasarinya, hipertensi paru-paru dibedakan dalam beberapa kategori, yaitu:

Kelompok 1

Hipertensi paru yang masuk dalam kelompok 1 disebut juga dengan hipertensi paru idiopatik. Penyebab hipertensi paru jenis ini tidak diketahui secara pasti. Namun, para ahli percaya bahwa kondisi ini bisa disebabkan karena:

  • Riwayat genetik yang diturunkan dari keluarga.
  • Efek samping penggunaan obat resep dan obat-obatan terlarang seperti metamfetamin.
  • Kelainan jantung bawaan.
  • Penyakit hati, seperti sirosis.
  • HIV
  • Penyakit autoimun atau penyakit jaringan ikat, seperti lupus dan skleroderma.

Pada prinsipnya, hipertensi paru idiopatik bisa menyerang usia siapa saja. Namun, memang sering kali kondisi ini ditemukan pada wanita dewasa. Wanita muda di usia subur juga lebih mungkin terkena hipertensi paru jenis ini.

Pengobatan untuk hipertensi paru kelompok ini pun sudah tersedia. Meski begitu, belum ada pengobatan yang benar-benar bisa menyembuhkan hipertensi paru.

Kelompok 2

Penyebab hipertensi paru kelompok 2 berhubungan dengan penyakit jantung. Terutama penyakit yang hanya menyerang sisi kiri jantung, seperti:

  • Penyakit katup mitral atau katup aorta.
  • Penyakit gagal jantung yang hanya menyerang bagian bilik kiri bawah jantung (ventrikel kiri)
  • Tekanan darah tinggi jangka panjang.

Pada jenis hipertensi paru kelompok ini, dinding arteri dan paru-parunya tidak setebal atau sekaku penderita kelompok 1. Namun, ada masalah pada jantung saat melakukan kontraksi dan beristirahat atau masalah pada katup jantung di sisi kiri. Oleh karena itu, jantung sisi kiri tidak dapat mengimbangi darah yang kembali dari paru-paru dan menyebabkan tekanan aliran darah yang meningkat di paru-paru.

Kelompok 3

Penyebab hipertensi paru kelompok 3 berkaitan dengan sejumlah kondisi yang menyerang paru-paru. Berikut beberapa kondisi yang bisa menyebabkan hipertensi paru:

  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Emfisema
  • Fibrosis

Sleep apnea dan gangguan pernapasan ketika tidur juga bisa menyebabkan hipertensi paru. Bukan hanya itu saja. Tinggal di dataran tinggi juga bisa menyebabkan hipertensi arteri pulmonal. Kenapa begitu?

Pasalnya, semakin tinggi datarannya, semakin rendah pula tekanan udaranya. Nah, hal inilah yang menyebabkan paru-paru Anda pun harus bekerja lebih keras.

Kelompok 4

Penyebab hipertensi paru kelompok 4 dihubungkan dengan penyakit pembekuan darah. Entah itu pembekuan darah secara umum atau pembekuan darah yang hanya terjadi di paru-paru (emboli paru).

Kelompok 5

Hipertensi paru yang masuk kelompok 5 sering dipicu oleh masalah medis tertentu. Sayangnya, sampai saat ini tidak diketahui pasti kenapa berbagai masalah medis di bawah ini bisa menyebabkan hipertensi paru.

  • Kelainan darah polycythemia vera dan thrombocythemia esensial.
  • Gangguan sistemik seperti sarkoidosis dan vaskulitis.
  • Gangguan metabolisme seperti tiroid dan penyakit penyimpanan glikogen.
  • Penyakit ginjal
  • Tumor yang menekan arteri paru.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Anak-anak mungkin mengalami tekanan darah tinggi. Orangtua dapat mengukur tekanan darah anak di rumah dengan panduan berikut ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Hipertensi, Health Centers April 22, 2020

Bagaimana Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Bisa Memicu Hipertensi?

Menurut penelitian di tahun 2018, keadaan post-traumatic stress disorder yang dimiliki seseorang bisa memicu naiknya risiko hipertensi.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Hipertensi, Health Centers April 20, 2020

Manusia Hidup dengan Sebelah Paru, Kok Bisa?

Banyak sebab kerusakan pada paru yang haruskan manusia merelakan sebelah parunya dibuang dan ternyata masih bisa hidup dengan itu.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Berita Luar Negeri, Berita Maret 25, 2020

Fungsi Paru Berkurang Setelah Pasien COVID-19 Sembuh, Benarkah?

Ilmuwan melihat adanya perubahan pada pada kondisi paru pasien COVID-19 yang sudah sembuh, kondisi paru-paru mereka mengalami pelemahan fungsi.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 Maret 18, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang Mei 17, 2020
11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Shylma Na'imah
Tanggal tayang Mei 14, 2020
Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal tayang Mei 11, 2020
5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal tayang Mei 4, 2020