Penyebab dan Cara Mengatasi Tekanan Darah Rendah Saat Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Hipotensi alias tekanan darah rendah saat hamil adalah hal yang umum. Dalam banyak kasus, kondisi ini tidak menyebabkan masalah serius dan tekanan darah wanita akan kembali normal setelah melahirkan.

Meski begitu, tekanan darah saat hamil tidak boleh dianggap sepele. Jika tidak terkontrol dengan baik, darah rendah saat hamil bisa berbahaya karena dapat menyebabkan ibu hamil jatuh, pingsan, bahkan syok. Tak hanya itu saja, tekanan darah yang terlalu rendah selama kehamilan mungkin bisa jadi kondisi medis yang lebih serius.

Penyebab tekanan darah rendah saat hamil

Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan dapat memengaruhi tekanan darah wanita. Jika Anda sedang hamil, kebutuhan pasokan darah menjadi meningkat, karena janin juga harus dialiri darah. Nah, hal ini yang menimbulkan tensi rendah saat hamil. 

Hal tersebutlah yang menjadi penyebab utama tekanan darah rendah atau hipotensi pada sebagian besar wanita hamil. Namun, ada juga penyebab lain, termasuk memiliki anak kembar, riwayat medis hipotensi, atau penyakit medis yang mendasari seperti dehidrasi, penyakit jantung tertentu, dan anemia.

Selain itu, faktor-faktor seperti kekurangan vitamin B12 atau asam folat, serta berbaring di tempat tidur untuk jangka waktu yang lama juga bisa menyebabkan tekanan darah rendah, seperti jika. Bahkan pemakaian epidural juga sering menyebabkan penurunan tekanan darah saat hamil. 

Gejala tekanan darah rendah saat hamil

Angka normal tekanan darah berkisar dari 90- 120 untuk tekanan diastolik (angka atas/pertama), dan 60-90 untuk tekanan sistolik (angka bawah/kedua). Sementara seseorang dikatakan memiliki tekanan darah jika angka sistolik dan diastoliknya di bawah 90/60 mmHg.

Tekanan-tekanan sistolik dan diastolik yang turun dapat berlangsung selama periode kehamilan dan semuanya kembali normal setelah itu. Gejala-gejala tekanan darah rendah ini tidak berbeda dari tekanan darah rendah yang terjadi selama kehamilan ataupun dalam kondisi normal. Beberapa tanda dan gejala tekanan darah rendah saat hamil di antaranya:

  • Pusing dan kepala ringan terutama jika Anda berdiri tiba-tiba dari posisi duduk
  • Penglihatan kabur
  • Mual
  • Kesulitan konsentrasi
  • Haus yang berlebihan
  • Wajah tampak pucat, berkeringat, dan kulit dingin
  • Merasa lemah, lesu, dan tidak bertenaga
  • Jantung berdebar-debar

Bagaimana mengatasi tekanan darah rendah saat hamil?

Ibu hamil akan mengalami pusing karena tekanan darah rendah. Namun, Anda dapat mencoba langkah-langkah sederhana untuk meminimalkan gejala serta menciptakan keselamatan.

  • Cobalah berbaring ke arah sisi kiri Anda karena akan meningkatkan aliran darah ke jantung.
  • Hindari beberapa gerakan tiba-tiba terutama ketika berdiri dari posisi duduk.
  • Hindari berdiri untuk jangka waktu yang lama.
  • Menggunakan support stockings, atau stoking kompresi.
  • Hindari minuman berkafein atau minuman beralkohol.
  • Mengonsumsi makanan kecil beberapa kali seharian, bukan tiga kali makan besar.
  • Berolahraga secara teratur karena mempertajam refleks dan membantu menjaga tekanan darah dalam kisaran normal. Konsultasikan dengan dokter mengenai olahraga yang dapat Anda lakukan saat hamil.
  • Minum banyak cairan. Seorang wanita hamil harus minum lebih banyak air dari jumlah yang disarankan untuk orang normal, biasanya minum antara tiga liter dan 1 galon air sehari.

Kapan harus menghubungi dokter?

Jika kondisi tidak dapat dikendalikan, Anda harus segera mencari mencari bantuan medis di rumah sakit terdekat. Disarankan bahwa setiap wanita hamil langsung dilarikan ke rumah sakit jika dia pingsan, atau mulai mengalami gejala yang lebih serius yaitu sakit kepala parah, kabur, kelemahan atau mati rasa pada salah satu sisi tubuh dan sesak napas.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca