3 Faktor Risiko Hipertensi yang Hanya Ada Pada Wanita, Apa Saja?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Penyakit hipertensi, alias tekanan darah tinggi, memengaruhi pria dan wanita dengan cara berbeda. Wanita memiliki risiko hipertensi lebih rendah dibandingkan pria. Namun, Hipertensi pada wanita umumnya lebih rumit dibandingkan pria. Pada wanita, ada banyak faktor risiko hipertensi yang mungkin terjadi.

Salah satunya karena pengaruh hormon estrogen. Hormon tersebut melindungi wanita dari penyakit tekanan darah tinggi dan serangan jantung. Sayangnya, seiring bertambahnya usia produksi hormon estrogen wanita akan mengalami penurunan, sehingga perlindungan hormon ini terhadap penyakit darah tinggi dan serangan jantung pun akan menurun.

Akibatnya, wanita memiliki risiko yang sama dengan pria terkait penyakit hipertensi seiring bertambahnya usia mereka. Simak berbagai faktor risiko hipertensi pada wanita di bawah ini. 

Faktor risiko hipertensi pada wanita

Berikut ini beberapa hal yang dapat menjadi faktor risiko hipertensi pada wanita:

1. Penggunaan pil KB

minum pil kb saat puasa

Terdapat penelitian yang mengaitkan antara pil KB dengan tekanan darah tinggi. Terutama bila Anda juga merokok. Bila Anda berpikir untuk memulai menggunakan pil KB, berikut beberapa hal yang penting untuk Anda lakukan:

  • Berhenti merokok
  • Periksa tekanan darah Anda sebelum menggunakan pil KB
  • Periksa tekanan darah secara rutin setiap enam bulan

Bila Anda kelebihan berat badan, memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi, atau pernah mengalami kehamilan yang kompleks dulunya, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan tekanan darah Anda lebih sering. Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

2. Kehamilan

mengendalikan tekanan darah ibu hamil

Faktor risiko hipertensi yang umum terjadi pada wanita adalah kehamilan. Ya, kehamilan bisa menyebabkan hipertensi gestasional, yaitu tekanan darah melonjak saat kehamilan. Kondisi ini bisa terjadi dengan cepat, sehingga umum bagi dokter Anda untuk memantau tekanan darah Anda secara saksama selama kehamilan.

Bila ibu terbukti mengalami hipertensi gestasional, biasanya dokter akan segera melakukan perawatan untuk menghindari terjadinya masalah bagi ibu dan bayi. Kehamilan juga bisa membuat tekanan darah tinggi yang sudah ada sebelumnya menjadi semakin parah. Bila Anda berencana untuk hamil, maka penting bagi Anda untuk:

  • Periksa tekanan darah secara rutin
  • Rutin konsultasi ke dokter untuk cek kandungan dan cek tekanan darah
  • Mematuhi dengan saksama petunjuk yang diberikan dokter

3. Menopause

sudah menopause bisa hamil lagi

Lagi-lagi, faktor risiko hipertensi ini hanya ada pada wanita, yaitu menopause. Selama menopause, tingkat estrogen menurun secara drastis. Selain menyebabkan hot flashes (sensasi panas), menopause juga mengakibatkan penurunan tingkat estrogen yang berakibat naiknya risiko tekanan darah tinggi.

Penting untuk memantau tekanan darah Anda selama dan sesudah menopause sepanjang hidup Anda, karena risiko Anda meningkat selama waktu ini.

Pilihan pengobatan yang juga berbeda antara pria dan wanita

Perbedaan gender tampaknya berperan penting dalam segala hal mulai dari faktor risiko hipertensi hingga komplikasi yang mungkin akan terjadi. Bahkan, data menunjukkan bahwa perbedaan gender juga mungkin memengaruhi pilihan pengobatan yang tepat untuk orang dengan hipertensi.

Sindrom koroner akut, salah satu kemungkinan komplikasi dari tekanan darah tinggi, adalah kondisi berbahaya yang memerlukan pengobatan segera. Data terkini menyatakan bahwa pengobatan terbaik untuk sindrom koroner akut berbeda untuk pria dan wanita.

Pilihan pengobatan sindrom koroner akut dibagi ke dalam dua kelompok umum, yaitu invasif dan konservatif. Pengobatan invasif meliputi prosedur operasi. Sementara pengobatan konservatif umumnya terdiri dari obat-obatan, perubahan gaya hidup, dan pemantauan sepanjang waktu.

Beberapa strategi umum metode invasif untuk mengobati sindrom koroner akut termasuk:

Penelitian terkini menunjukkan bahwa meski pria dengan sindrom koroner akut diuntungkan dengan pengobatan dini menggunakan pilihan invasif, tapi tidak untuk wanita. Faktanya, beberapa penelitian menyatakan bahwa pengobatan invasif dini pada wanita mungkin mengarah pada peningkatan risiko serangan jantung dan kematian.

Alasan-alasan perbedaan ini tidak seluruhnya jelas. Namun para peneliti menduga adanya hubungan dengan perbedaan dalam respon stres, pembuluh darah, serta jantung yang disebabkan pengobatan invasif.

Data menunjukkan bahwa wanita dengan sindrom koroner akut sebaiknya diobati dengan pilihan konservatif, setidaknya saat penyakit ini masih berada di tingkat awal. Bahkan bila hanya mempertimbangkan pengobatan konservatif, wanita tetap harus mempertimbangkan pilihan obat-obatan yang digunakan untuk pengobatan.

Obat juga bekerja dengan cara yang berbeda

minum obat skizofrenia

Sebagai contoh, obat umum yang sering digunakan untuk sindrom koroner akut (untuk menghindari stroke dan serangan jantung) adalah Abciximab. Obat ini dikenal sebagai inhibitor glikoprotein IIb/IIIa. Umumnya, abciximab bekerja dengan menghentikan trombosit agar tidak saling menempel, yang menurunkan risiko pembentukan gumpalan darah.

Menariknya, meski abciximab tampaknya bekerja dengan baik pada pria dan wanita, ternyata obat ini meningkatkan risiko komplikasi ketika digunakan pada wanita.

Saat digunakan secara utuh, risiko tambahan dari obat ini lebih merugikan daripada manfaat yang didapat. Dengan kata lain, penggunaan abciximab pada wanita dalam tahap awal sindrom koroner akut bisa berbahaya, walaupun obat ini bermanfaat bagi pria.

Terlepas dari perbedaan ini, aturan umum dari pengobatan tetap sama pada pria dan wanita. Makan yang baik, olahraga, menjaga berat badan yang sehat, dan menjauhkan diri dari merokok adalah cara paling efektif untuk melawan baik sindrom koroner akut dan tekanan darah tinggi secara umumnya.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca