Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Hipertensi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu prehipertensi?

Prehipertensi adalah kondisi kesehatan di mana tekanan darah mengalami kenaikan, namun tidak cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai hipertensi.

Beberapa orang memiliki tekanan darah yang sedikit lebih tinggi dari normalnya, tapi belum dapat didiagnosis sebagai hipertensi. Kondisi ini terjadi ketika tensi Anda berada di angka antara 120-139 (untuk angka atas sistolik) atau di angka 80-89 (untuk angka bawah diastolik).

Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah merokok dan kebiasaan tak sehat lainnya, seperti makan makanan berlemak dan jarang melakukan aktivitas fisik.

Seiring dengan berjalannya waktu, prehipetensi dapat membuat Anda rentan mengalami hipertensi jika kondisi ini tidak segera diatasi. Anda juga berisiko mengalami stroke jika tekanan darah Anda terus mengalami kenaikan.

Untungnya, kondisi ini dapat diatasi dengan cara mengubah gaya hidup serta pola makan. Bahkan, terdapat kemungkinan Anda memiliki tekanan darah yang normal kembali.

Seberapa umumkah prehipertensi terjadi?

Prehipertensi adalah kondisi menjelang hipertensi yang cukup umum terjadi.

Survei yang dilakukan oleh The National Health and Nutrition Examination Survey menunjukkan bahwa diperkirakan terdapat 31% penduduk di seluruh dunia yang mengalami prehipertensi.

Selain itu, kondisi ini lebih banyak terjadi pada pasien berjenis kelamin pria dibanding dengan perempuan.

Kondisi kesehatan ini dapat Anda atasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang Ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang kondisi ini, Anda dapat bertanya dengan dokter.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala prehipertensi?

Sama seperti hipertensi, prehipertensi umumnya tidak menunjukkan tanda atau gejala yang pasti. Satu-satunya cara untuk memastikan apakah Anda masuk ke dalam kategori ini adalah dengan cek tekanan darah secara rutin.

Namun, jika memang ada gejala yang timbul, kemungkinan Anda akan mengalami:

  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Nyeri dada
  • Kesulitan bernapas
  • Penglihatan bermasalah
  • Detak jantung tidak beraturan

Kalau pun gejala-gejala mulai muncul, ada kemungkinan Anda memiliki angka tekanan darah sistolik dan diastolik yang sudah memasuki kategori hipertensi.

Anda dapat memeriksa tekanan darah Anda di dokter, di rumah dengan alat pemeriksa tekanan darah, atau pada apotek terdekat.

Jika Anda sehat namun angka atas atau bawah pada tekanan darah Anda di atas batas wajar, tunggulah 2 sampai 3 hari dan periksa kembali. Jika hasilnya masih di atas normal, beri tahu dokter agar Anda dapat segera mengatasinya.

Kapan saya harus ke dokter?

Setiap orang yang berusia 3 tahun ke atas, terutama orang dewasa, sebaiknya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin ke dokter. Pemeriksaan perlu dilakukan setidaknya 1 tahun sekali.

Masing-masing penderita hipertensi mungkin memiliki tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Agar Anda mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu periksakan apapun gejala yang Anda alami ke dokter terdekat.

Penyebab

Apa yang menyebabkan prehipertensi?

Pada prinsipnya, tekanan darah yang meningkat disebabkan oleh tekanan yang berlebih pada dinding pembuluh arteri ketika darah mengalir.

Meningkatnya tekanan darah dapat disebabkan oleh penumpukan lemak di dalam pembuluh darah, sehingga pembuluh darah dapat melemah atau mengalami pengerasan (aterosklerosis).

Kondisi ini umumnya diakibatkan oleh pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Selain itu, beberapa faktor risiko seperti konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat memicu kenaikan tekanan darah.

Faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko saya terkena prehipertensi?

Prehipertensi merupakan kondisi kesehatan yang dapat terjadi pada hampir setiap hari, terlepas dari berapa usia dan apa kelompok rasnya. Namun, tentunya ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan terkena suatu penyakit atau kondisi kesehatan.

Faktor risiko hanyalah salah satu atau kumpulan kondisi yang dapat memperbesar peluang Anda untuk terkena penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu Anda mengalami prehipertensi:

1. Usia

Risiko Anda untuk mengalami kenaikan tekanan darah semakin tinggi seiring dengan bertambahnya usia Anda. Kondisi prehipertensi lebih banyak dijumpai pada individu berusia di atas 55 tahun.

2. Jenis kelamin

Kondisi prehipertensi lebih banyak terjadi pada pria dibanding dengan wanita.

Namun, ketika melewati usia 55 tahun, wanita memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini dibanding dengan pria.

3. Memiliki berat badan berlebih

Semakin berat massa tubuh Anda, maka semakin banyak pula suplai darah yang dibutuhkan oleh jaringan-jaringan dan organ tubuh Anda. Hal ini membuat tubuh

4. Pola makan yang tidak sehat

Garam dan kalium adalah dua nutrisi utama yang berperan dalam mengatur tekanan darah tubuh Anda. Apabila Anda mengonsumsi terlalu banyak garam, atau kekurangan asupan kalium dalam makanan Anda sehari-hari, hal ini memperbesar peluang Anda mengalami kenaikan tekanan darah.

5. Jarang berolahraga

Jika Anda tidak cukup sering melakukan aktivitas fisik, seperti berolahraga, berat badan Anda cenderung tidak terkontrol dan berisiko mengalami obesitas.

Bila hal tersebut terjadi, Anda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami prehipertensi.

6. Menderita diabetes

Anda lebih mudah terkena prehipertensi jika Anda memiliki diabetes, kadar kolestrol tinggi, atau riwayat tekanan darah tinggi dalam keluarga. Namun, tekanan darah yang meningkat tidak selalu akan berakhir menjadi hipertensi — asalkan Anda tahu cara mengelola dan mengatasinya.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh prehipertensi?

Prehipertensi memang bukanlah penyakit atau kondisi kesehatan yang serius. Namun, jika tidak segera dikendalikan, kondisi ini dapat berakibat buruk pada kesehatan Anda dalam jangka panjang. Bahkan, terdapat berbagai macam komplikasi yang mungkin timbul akibat meningkatnya tekanan darah.

Mulai dari risiko hipertensi hingga penyakit jantung, berikut adalah macam-macam komplikasi yang dapat terjadi jika prehipertensi dibiarkan begitu saja:

1. Hipertensi

Sudah cukup jelas bahwa prehipertensi merupakan peringatan utama dari risiko terkena hipertensi. Bila angka tekanan sistolik dan diastolik semakin meningkat, ada kemungkinan tekanan darah tinggi yang Anda derita dapat berkebang menjadi hipertensi.

2. Penyakit ginjal

Apabila kondisi ini tidak segera diatasi, kemungkinan pembuluh darah yang terdapat di ginjal Anda juga dapat mengalami kerusakan. Sekitar 1 dari 6 orang dengan prehipertensi berpotensi menderita penyakit ginjal.

Tekanan darah yang tidak terkendali dapat menyebabkan beberapa masalah pada ginjal Anda, seperti gagal ginjal, luka pada pembuluh-pembuluh darah kecil di ginjal (glomerulosklerosis), serta pembengkakan pada dinding arteri ginjal.

Kondisi-kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal, sehingga Anda harus melakukan proses cuci darah atau prosedur transplantasi ginjal.

3. Penyakit jantung

Tekanan darah yang naik juga dapat meningkatkan risiko Anda untuk terserang penyakit jantung. Hal ini disebabkan karena peningkatan tekanan darah memaksa jantung untuk memompa darah lebih keras.

Seiring dengan berjalannya waktu, kondisi tersebut dapat mengakibatkan masalah pada jantung, seperti penyakit arteri koroner, gagal jantung, hingga serangan jantung.

4. Stroke

Stroke juga merupakan salah satu komplikasi hipertensi yang perlu Anda waspadai. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah yang naik mulai merusak pembuluh darah pada otak Anda.

Jika tekanan darah yang meningkat tidak segera ditangani, ada kemungkinan darah dapat menggumpal di dalam arteri otak, sehingga stroke dapat terjadi.

5. Pembuluh darah bermasalah

Kenaikan pada tekanan darah juga berpotensi merusak dinding pembuluh darah, sehingga aliran darah dapat terganggu. Komplikasi yang mungkin dapat terjadi adalah penyempitan pembuluh arteri, serta aneurisma.

Aneurisma adalah pembengkakan yang muncul di dinding pembuluh darah. Pembengkakan tersebut berpotensi pecah dan mengakibatkan pendarahan dalam yang dalam mengancam nyawa.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana prehipertensi didiagnosis?

Kenaikan tekanan darah biasanya terdiagnosis saat Anda melakukan tes dengan alat tensimeter, atau alat pengukur tekanan darah.

Tekanan darah pada tensimeter memiliki dua angka dengan satuan milimeter air raksa (mmHg). Dua angka ini disebut dengan angka tekanan sistolik dan diastolik.

Angka sistolik menunjukkan tekanan pada arteri Anda ketika jantung berdetak, sedangkan diastolik merupakan angka tekanan pada arteri di antara setiap detak jantung.

Anda akan terdiagnosis mengalami prehipertensi ketika angka sistolik berada di antara 120-129 mmHg, dan diastolik berkisar di bawah 80 mmHg.

Jika angka sistolik Anda mulai melebihi 130 mmHg dan diastolik berada di atas 80 mmHg, itu artinya Anda terdiagnosis oleh hipertensi. Kondisi ini membutuhkan penanganan lebih lanjut secara medis.

Bagaimana cara mengobati prehipertensi?

Pada kebanyakan kasus prehipertensi, dokter biasanya tidak akan langsung memberikan obat-obatan untuk mengatasi kondisi ini.

Hal yang perlu Anda lakukan adalah melakukan perubahan gaya hidup dan pola makan. Dengan demikian, tekanan darah Anda akan mengalami penurunan.

Namun, pastikan Anda tetap memantau perkembangan kondisi Anda ke dokter dengan rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan mencegah prehipertensi?

Prehipertensi adalah suatu kondisi yang bisa Anda cegah utuk berkembang lebih lanjut menjadi hipertensi. Penting untuk selalu konsultasi dan cek perkembangan kondisi Anda ke dokter, serta melakukan langkah-langkah berikut:

1. Atur pola makan

Meski diet DASH dirancang khusus untuk mengatasi hipertensi, pola makan ini juga membantu Anda mengelola prehipertensi supaya tensi Anda tetap di ambang normal. Diet DASH mengutamakan pola makan yang kaya akan buah, sayur, gandum utuh, dan produk rendah lemak, sembari membatasi asupan garam dan kolesterol.

Diet DASH juga membuat Anda memperbanyak makan makanan sumber kalsium dan sederet mineral penting seperti kalium dan magnesium yang membantu menurunkan tekanan darah.

2. Batasi konsumsi garam

Para ahli merekomendasikan untuk mengurangi garam sebagai salah satu cara penting untuk mengatasi prehipertensi. Jangan lupa juga untuk  periksa label nutrisi makanan, membatasi makanan olahan, dan mengganti garam dengan bumbu atau rempah lainnya.

American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi sodium atau garam tidak lebih dari 1.500 mg alias sekitar 1 sendok teh garam untuk keseluruhan makanan Anda dalam satu hari (termasuk dari makanan kemasan).

3. Banyak bergerak

Lakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit per hari. Anda bisa memulai dari hal kecil, misalnya melakukan olahraga sederhana ketika sedang menonton TV atau bangkitlah jalan-jalan sebentar setelah duduk terlalu lama di kantor.

Buat dan luangkan 15 menit dalam satu jam aktivitas Anda untuk berjalan atau bahkan menggerakan seluruh tubuh guna mencegah hipertensi.

4. Jaga berat badan yang sehat

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan kemungkinan prehipertensi. Aktivitas fisik teratur dan pola makan yang sehat dapat membantu menurunkan berat badan.

5. Batasi alkohol

Jangan minum lebih dari 2 minuman per hari jika Anda pria dan tidak lebih dari 1 jika Anda wanita. Jika Anda memang tidak minum alkohol, jangan memulai. Ada baiknya hindari minuman beralkohol sama sekali untuk menjaga tekanan darah yang normal

6. Hindari stress

Belum jelas penelitian mengenai apakah stress kronis dapat meningkatkan tekanan darah pada jangka panjang. Namun stress dapat menyebabkan makan berlebih dan jadi malas berolahraga. Maka ubahlah situasi yang membuat Anda stress atau cari tahu bagaimana mengatasinya. Carilah cara yang sehat untuk mengatasi stress dan pertimbangkan konseling pada psikolog.

7. Jaga tekanan darah

Jika memungkinkan, belilah monitor tekanan darah dan periksa tekanan darah Anda 2 kali sehari: pada pagi dan malam hari. Satu kali pemeriksaan saja tidak cukup. Anda perlu melihat perubahannya dalam beberapa waktu yang berbeda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca