Berbagai Gejala Hipertensi Pulmonal yang Harus Diwaspadai

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Hipertensi arteri paru atau hipertensi pulmonal adalah bentuk langka dari kondisi tekanan darah tinggi.  Kondisi ini terjadi ketika arteri paru yang membawa darah dari paru ke jantung tersumbat. Penyumbatan ini bisa terjadi karena pembuluh darah yang kian sempit akibat plak. Akhirnya, aliran darah tidak lancar dan tekanan darah pun meningkat. 

Tak banyak orang yang tahu bahwa dirinya mengalami hipertensi pulmonal. Padahal, kondisi ini jika dibiarkan bisa menyebakan hal yang serius. Maka itu, yuk kenali berbagai gejala hipertensi pulmonal.

Apa saja gejala dari hipertensi pulmonal?

Penyempitan pada arteri paru bisa terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Jadi, sebagian besar memang kondisi ini tidak menunjukkan gejala khusus, apalagi ketika masih pada tahap awal.   

Gejala hipertensi arteri paru juga tidak langsung bisa dipastikan, karena banyak kondisi penyakit lain yang memiliki gejala sama. Banyak orang yang mengabaikan kondisi gejala arteri pulmonal, ini disebabkan karena gejalanya berjalan dan muncul lambat. Hal ini membuat diagnosis hipertensi pulmonal yang tepat menjadi lebih sulit.

Berikut adalah gejala hipertensi pulmonal yang harus diwaspadai:

1. Napas pendek

Salah satu gejala hipertensi pulmonal adalah sesak napas. Arteri dan pembuluh darah adalah dua hal yang membawa darah ke dan melalui paru untuk membuat tubuh bisa bernapas.

Kebiasan menghirup dan menghembuskan membantu tubuh dengan cepat membawa masuk oksigen. Orang dengan hipertensi arteri paru sulit bernapas secara dalam dan teratur. Bahkan dengan tugas atau aktivitas yang mudah seperti naik tangga, berjalan di sekitar komplek atau  membersihkan rumah bisa bikin Anda kehabisan napas.

2. Kelelahan dan pusing

Tubuh dan otak tidak akan menjalankan fungsinya dengan baik jika paru-paru tidak punya pasokan darah berisi oksigen yang cukup.Efeknya, kaki Anda akan lebih mudah merasa lelah setelah berjalan.

Otak dan proses berpikir Anda akan lebih lambat. Secara umum, Anda akan merasa mudah lelah. Kurangnya oksigen ke otak juga meningkatkan risiko Anda terhadap pusing atau pingsan akibat gejala hipertensi pulmonal.

3. Merasa tidak bugar

Gejala hipertensi pulmonal bisa ditandai dengan pikiran dan rasa tidak fit atau sehat pada tubuh. Selain itu, gejala napas pendek juga akan membuat tubuh jadi merasa kurang fit, bahkan jika Anda secara fisik selalu aktif setiap harinya.

Untuk alasan tersebut, banyak orang mengabaikan gejala hipertensi arteri paru dan membiarkan penyakit ini berkembang tanpa diobati. Hal inilah yang membuat kondisi memburuk dan berpotensi fatal bila tidak ditangani dokter sesegera mungkin.

4. Bibir berwarna biru

Pada kondisi ini jantung akan memompa darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. sebagai bahan bakar untuk membantu semua aktivitas dan fungsi tubuh sehari-hari.  

Ketika jumlah oksigen dalam sel darah merah Anda kurang akibat dari hipertensi arteri paru, akan ada beberapa bagian tubuh Anda tidak mendapatkan oksigen yang mereka perlukan. Rendahnya tingkat oksigen pada kulit dan bibir bisa menyebabkan warna kebiruan. Kondisi ini disebut sianosis.

Tidak semua pasien hipertensi pulmonal punya gejala sama

Setiap pasien hipertensi arteri paru akan mengalami gejala yang berbeda pada setiap orang. Pengalaman seseorang dalam menderita dan mengobati hipertensi arteri paru tidak akan selalu membantu bagi orang lainnya karena pilihan pengobatan hipertensi arteri paru pada setiap orang berbeda.

Namun, Anda bisa meminta dukungan dari orang lain yang memiliki penyakit sama, mempelajari pengalaman mereka, dan membantu Anda dalam pendekatan pengobatan hipertensi arteri paru atau  hipertensi pulmonal yang tepat.

Dokter bisa membantu Anda mengidentifikasi penyebab dari gejala yang Anda miliki. Semakin lama Anda menunggu, semakin serius gejala yang terjadi. Gejala tambahan cenderung terjadi seiring dengan perkembangan penyakit.

Bila Anda mengalami gejala ini atau menduga Anda menderita hipertensi arteri paru, kunjungi dokter Anda untuk menemukan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca