Awas! Kebiasaan Minum Alkohol dan Merokok Bisa Menyebabkan Hipertensi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Bagi beberapa orang, tidak afdol rasanya kalau merokok tidak ditemani minum minuman keras. Namun Anda perlu lebih hati-hati terhadap bahaya minuman keras dan rokok. Keduanya bisa meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi, yang di kemudian hari akan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Efek merokok dan bahaya minuman keras terhadap tekanan darah serta kesehatan jantung sebenarnya sudah terkenal sejak lama. Berikut penjelasannya.

Apa efek dari merokok pada tekanan darah?

Merokok menyebabkan tekanan darah langsung meningkat tajam setelah isapan pertama —meningkatkan kadar tekanan darah sistolik sebanyak 4 milimeter air raksa (mmHg). Nikotin dalam produk tembakau memicu sistem saraf untuk melepaskan zat kimia yang dapat menyempitkan pembuluh darah dan berkontribusi terhadap peningkatakan tekanan darah.

Merokok juga menyebabkan kerusakan jangka panjang pada pembuluh darah, sehingga bukan saja meningkatkan risiko hipertensi, namun dapat mengembangkan penyakit lainnya di kemudian hari seperti stroke, penyakit jantung, dan serangan jantung.

Secara sederhana, kombinasi merokok dan hipertensi menempatkan Anda pada risiko yang lebih besar terkena berbagai penyakit yang sudah disebutkan di atas dibandingkan dengan orang yang memiliki hipertensi namun tidak merokok.

Apa bahaya minuman keras pada tekanan darah?

Dalam porsi kecil, alkohol bekerja melebarkan pembuluh darah sehingga malah menurunkan tekanan darah untuk sementara. Meski begitu, berbagai penelitian telah menyebutkan bahwa kebiasaan minum miras dalam jumlah berlebihan dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko Anda terhadap hipertensi, atau memperburuk kondisinya jika Anda sudah terdiagnosis.

Alkohol justru dapat mempersempit pembuluh darah jika dikonsumsi dalam dosis tinggi dan berulang. Lama-kelamaan, hal ini juga dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan organ dalam lainnya yang tentunya meningkatkan berbagai risiko kesehatan.

Untuk mengontrol tekanan darah agar selalu berada dalam rentang yang normal, konsumsilah alkohol tidak lebih dari satu minuman beralkohol per hari untuk wanita dan tidak lebih dari dua minuman per hari untuk pria. Jika Anda mengurangi konsumsi alkohol, penelitian menunjukkan bahwa ini dapat menurunkan tingkat tekanan darah sistolik sebanyak 3 mm Hg.

Bagaimana cara saya berhenti merokok dan membatasi diri untuk minum alkohol?

Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda berhenti merokok dan membatasi asupan alkohol.

1. Berkomitmen untuk berhenti

Tetapkan tanggal mulai, dan jika perlu tanda tangani kontrak dengan pasangan atau orang terdekat untuk berhenti merokok. Setelah itu, singkirkan semua perlengkapan tembakau Anda seperti rokok, korek api, asbak, apapun yang berhubungan dengan merokok. Konsultasi dengan dokter tentang penggunaan permen karet nikotin atau alat bantu lain.

2. Hindari pemicu merokok

Apakah Anda selalu merasa ingin merokok saat sedang minum kopi, setelah makan, atau selama nongkrong di kafe? Carilah kesibukan lain selama Anda melakukan hal-hal ini. Berjalan-jalanlah setelah makan, minumlah air putih sebagai pengganti kopi, dan kunyahlah permen karet Anda sedang nongkrong di kafe, misalnya.

3. Sibukkan diri Anda

Manjakan diri Anda dengan kegiatan yang menyenangkan yang akan mengalihkan pikiran Anda dari merokok dan minum seperti menonton film, pergi berbelanja, jalan-jalan, atau sekadar mengerjakan hobi baru untuk mengisi waktu Anda yang akan memberikan rasa kenikmatan dan kepuasan.

4. Kenali tanda-tanda ketergantungan

Jika Anda mengalami kesulitan membatasi alkohol, Anda mungkin perlu bantuan dari luar. Ketika alkohol mulai memengaruhi pekerjaan, sekolah, atau hubungan, sekarang saatnya untuk mencari bantuan profesional. Komunitas pendukung dapat membantu, tetapi program detoksifikasi (berhenti total mengonsumsi alkohol) maupun rehabilitasi mungkin diperlukan jika Anda seorang peminum berat.

Anda tidak bisa selalu mencegah tekanan darah tinggi, tetapi Anda dapat mengontrol faktor risiko hipertensi seperti rokok dan alkohol.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca