Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Bahaya Mabuk Ngelem yang Bisa Bikin Anda Koma

    Bahaya Mabuk Ngelem yang Bisa Bikin Anda Koma

    Kasus mabuk karena kecanduan ngelem yang banyak dilakukan anak jalanan pada umumnya punya efek yang sangat berbahaya. Apa saja efeknya?

    Apa, sih, ngelem itu?

    Ngelem adalah sebuah cara yang dilakukan dengan menghirup aroma lem untuk mendapatkan sensasi mabuk. Aktivitas mabuk lem ini umumnya digunakan remaja atau anak-anak sebagai alternatif agar mabuk kepayang, namun dalam harga yang lebih murah dibanding harus beli obat terlarang atau bahkan ganja.

    Apa saja bahaya ngelem?

    Mabuk lem umumnya berbahaya, namun tidak fatal. Meski begitu kemungkinan risiko kerusakan otak dan masalah pernapasan yang parah bisa terjadi. Berikut ini beberapa risiko dan bahaya menghirup lem:

    1. Gagal pernapasan akut

    Gagal pernapasan akut adalah kondisi yang kemungkinan bisa fatal akibatnya akibat ngelem. Ini adalah kondisi yang terjadi ketika zat yang dihirup dalam lem merusak kemampuan Anda untuk bernapas. Menghirup lem berbahan kimia secara langsung pada umumnya juga dapat memengaruhi paru-paru Anda. Ini mencegah jumlah oksigen yang cukup untuk menjangkau seluruh tubuh. Dalam kasus yang serius, kegagalan pernapasan kronis akibat mabuk lem dapat menyebabkan koma.

    2. Kerusakan otak

    Menghirup lem yang umumnya mengandung zat toluena dan naftalena dapat merusak selubung mielin. Mielin adalah lapisan tipis di sekitar serabut saraf otak dan sistem saraf Anda. Kerusakan ini dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada fungsi otak, serta juga dapat menyebabkan masalah neurologis yang mirip dengan yang terlihat dengan multiple sclerosis.

    3. Aritmia

    Kandungan bahan kimia dalam lem apabila dihirup kuat-kuat dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur atau aritmia. Dalam beberapa kasus, ritme abnormal dapat menyebabkan gagal jantung yang fatal. Hal ini juga dikenal sebagai sudden sniffing death syndrome (SSDS), yaitu sindroma kematian mendadak setelah menghirup lem. Ini bisa terjadi bahkan pada kali pertama seseorang mulai ngelem.

    Risiko kesehatan serius lainnya yang terkait dengan menghirup lem termasuk:

    • kejang
    • kerusakan hati
    • kerusakan ginjal
    • tersedak (sering karena muntah)

    Ketahui ciri-ciri orang ngelem

    Berikut beberapa tanda orang ngelem yang harus diperhatikan:

    • Depresi
    • Perilaku mabuk atau linglung
    • Hidung merah atau berair
    • Mata merah berair
    • Bau napas kimia
    • Mimisan
    • Mual atau kehilangan nafsu makan
    • Mudah cemas dan gelisah
    • Menyembunyikan benda-benda seperti hair spray atau lem

    Bagaimana cara mengobati orang yang kecanduan lem?

    Kecanduan ngelem bisa diobati tergantung dampak masalah fisiknya, seperti kerusakan otak atau aritmia yang punya penanganan medis berbeda. Namun umumnya, dokter akan melakukan tes neurologis terlebih dahulu dalam mengobati pasien. Dokter perlu melihat apakah ada cedera permanen pada fungsi otak dan memori. Kesehatan mental dan emosional seseorang juga akan memerlukan evaluasi oleh terapis yang terlatih.

    Selain itu, jika korban kecanduan ngelem adalah seorang siswa, kemungkinan butuh terapi. Terapi ini tujuannya untuk membantu anak menghadapi tekanan teman sebaya yang memengaruhi mabuk lem. Anak nantinya juga dibantu dari segi saran dan psikologisnya agar menemukan kelompok atau sebaya yang akan memberikan pengaruh positif dalam pergaulannya.

     


    Stres dan butuh teman berbagi cerita?

    Ayo tanya psikolog kami atau berbagi cerita bersama di Komunitas Kesehatan Mental!


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Sniffing glue health risk https://www.healthline.com/health/sniffing-glue#health-risks Diakses pada 16 Desember 2018.

    Sniffing for high https://www.health24.com/Mental-Health/Alcohol/Sniffing-for-a-high-20120721 Diakses pada 16 Desember 2018

     

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui Sep 08, 2020
    Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
    Next article: