Kenapa Seseorang Bisa Mabuk Kalau Minum Alkohol?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mabuk adalah suatu keadaan fisik dan mental yang tidak nyaman dan biasanya muncul setelah konsumsi alkohol baik dalam jumlah besar maupun sedikit. Tanda-tanda dari mabuk antara lain:

  • Merasa sangat lelah
  • Sakit kepala
  • Meningkatnya sensitivitas terhadap cahaya dan suara
  • Mata merah
  • Sakit pada otot tubuh
  • Rasa haus yang berlebihan
  • Kenaikan tekanan darah sistolik
  • Meningkatnya detak jantung
  • Tremor
  • Berkeringat berlebihan
  • Pusing, terkadang sampai seperti vertigo di mana ruangan serasa berputar
  • Merasa depresi dan gugup berlebihan

Gejala-gejala ini dapat berbeda untuk setiap orang dan dimulai beberapa jam setelah seseorang mengonsumsi alkohol, terutama saat kadar BAC (Blood Alcohol Concentration)-nya rendah. Ketika BAC bernilai nol, biasanya gejala-gejala mabuk mulai muncul dan akan bertahan sampai 24 jam kemudian.

Tapi apa yang menyebabkan seseorang mengalami gejala-gejala mabuk saat minum alkohol? Simak penjelasannya berikut ini.

Efek langsung alkohol pada tubuh

Dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit

Alkohol meningkatkan produksi urin dengan cara menghambat kerja hormon antidiuretic atau vasopresin. Semakin banyak alkohol yang Anda minum, akan semakin banyak pula urin yang dihasilkan. Ditambah dengan berkeringat, mual, hingga diare yang sering muncul pada mereka yang mabuk, akibatnya akan muncul tanda-tanda dehidrasi saat sedang mabuk, seperti haus, merasa lemah, mulut kering, hingga pusing.

Gangguan sistem pencernaan

Alkohol secara langsung mengiritasi pencernaan, sehingga menyebabkan peradangan pada lapisan perut. Alkohol juga dapat memicu terbentuknya lemak hati dan meningkatkan produksi asam lambung. Inilah yang menyebabkan orang yang mabuk sering mengalami sakit pada perut bagian atas, mual, dan muntah.

Penurunan kadar gula darah

Pembentukan lemak hati dapat menghambat produksi glukosa dalam tubuh. Mengonsumsi alkohol dalam waktu lama dan dibarengi dengan asupan gizi sehari-hari yang kurang dapat menyebabkan penurunan produksi glukosa dalam tubuh. Tidak hanya itu, kemampuan hati yang biasanya mengubah glukosa dari bentuk glikogen juga akan berkurang sehingga berakibat pada hipoglikemia. Karena glukosa merupakan makanan utama bagi otak, hipoglikemia dapat menyebabkan kelelahan, sulit konsentrasi, dan perubahan mood.

Terganggunya jam biologis tubuh

Efek lelah yang berasal dari alkohol dapat mengganggu tidur dan dapat berujung pada insomnia. Selain itu alkohol dapat menghambat kerja hormon pertumbuhan di malam hari dan malah memicu kerja hormon kortisol yang seharusnya rendah di malam hari. Terganggunya jam biologis tubuh dapat membuat seseorang merasa pusing keesokan harinya.

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi mabuk

Selain efek langsung alkohol pada tubuh, beberapa faktor lain di luar alkohol yang berpengaruh pada kejadian mabuk yaitu:

Umur

Semakin bertambahnya umur, akan semakin berkurang juga kemampuan tubuh kita untuk mengatasi efek alkohol. Berdasarkan sebuah penelitian diketahui bahwa gejala mabuk dan alcohol withdrawal lebih jarang terjadi pada remaja dan dewasa muda. Penelitian terhadap tikus juga menunjukkan bahwa tikus muda tidak terlalu mengalami perubahan perilaku terkait mabuk jika dibandingkan dengan tikus yang usianya lebih tua.

Jenis minuman alkohol

Penelitian menyatakan bahwa minuman beralkohol yang warnanya lebih gelap akan lebih mudah menyebabkan mabuk jika dibandingkan dengan minuman beralkohol yang warnanya lebih muda atau bening. Hal ini berhubungan dengan zat hasil proses fermentasi yang disebut congeners. Minuman yang berwarna gelap (seperti red wine, bourbon, whiskey) memiliki kadar congeners yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan gin dan vodka. Semakin banyak kadar congeners, maka mabuk akan semakin parah. Begitu juga jika kita mengonsumsi beberapa jenis minuman beralkohol sekaligus.

Genetik

Gejala mabuk berkaitan dengan seberapa efisien tubuh Anda memecah alkohol. Gen berperan penting dalam enzim yang bekerja untuk memproses asetaldehid (produk sampingan alkohol yang bersifat racun bagi tubuh).

Campuran minuman bersoda

Mencampur alkohol dengan minuman bersoda dapat memperparah gejala mabuk. Minuman alkohol yang bersoda akan lebih cepat mencapai usus halus, dengan begitu akan semakin cepat pula masuk ke dalam peredaran darah. Hal ini menyebabkan gejala mabuk yang Anda alami keesokan harinya menjadi lebih parah.

Jenis kelamin

Wanita lebih berisiko mengalami mabuk daripada pria. Hal ini dikarenakan perbedaan jumlah persentase air di dalam tubuh wanita dan pria. Wanita memiliki kadar lemak yang lebih tinggi, maka otomatis kadar airnya lebih rendah karena sel lemak lebih sedikit menyimpan air. Sementara tubuh pria didominasi otot yang sebagian besar terdiri dari air. Kurangnya air akan membuat alkohol dalam darah lebih sulit untuk diencerkan.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit