Anak Sembelit Tidak Kunjung Sembuh, Harus Bagaimana?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Ibu pernah menghadapi si kecil yang enggan ke toilet untuk BAB. Bisa jadi, itu salah satu tanda anak Anda sedang mengalami sembelit. Agar dapat segera mengatasinya, Anda perlu mengetahui tanda sembelit pada anak atau bayi.

Tanda anak sembelit yang tak boleh diabaikan

Mungkin sebagian orangtua tidak mengetahui secara jelas seperti apa gejala sembelit pada anak. Padahal, penting untuk mengetahui gejala sembelit pada anak sedini mungkin agar dapat segera menanganinya.

Berikut adalah beberapa gejala sembelit pada anak yang perlu Ibu waspadai.

  • Lebih jarang BAB, frekuensi BAB menjadi kurang dari 3-4 kali dalam seminggu
  • Sulit BAB atau sering mengejan
  • Ukuran feses besar dan keras
  • Anak tampak kesakitan saat BAB
  • Saat merasa ingin BAB, anak menolak ke toilet, sering menggeliatkan badan dan menyilangkan kaki, atau bersembunyi. Biasanya perilaku ini muncul saat anak toilet training (usia 18-24 bulan) dan saat anak mulai sekolah.
  • Kecepirit atau enkopresis, keluarnya feses sedikit-sedikit di celana dalam tanpa disadari
  • Jika terjadi pada bayi, biasanya ia melengkungkan punggung dan menangis saat BAB

Penyebab anak sembelit

Mungkin Ibu pernah bertanya-tanya mengapa anak bisa mengalami sembelit. Apakah hanya faktor asupan serat atau air minum saja yang bisa memengaruhinya?

Faktanya, anak yang sembelit bukan hanya disebabkan oleh kurang makanan berserat atau kurang minum air putih. Beberapa faktor yang juga jadi penyebab anak sembelit, antara lain:

1.     Trauma BAB

Ketika anak pernah mengalami kesakitan saat BAB, ia jadi mengurungkan niat untuk melakukannya lagi. Rasa sakit yang pernah dialaminya memunculkan trauma.

Ketika pada jadwalnya anak perlu ke toilet untuk BAB, ia lebih memilih menahan BAB agar tak harus merasakan nyeri yang dulu pernah dirasakannya.

2.     Toilet yang tidak bersih

Kenyamanan dan kebersihan toilet juga berpengaruh pada keinginan anak BAB. Toilet sekolah atau toilet umum yang kurang bersih, membuat anak kurang nyaman BAB.

Terkadang, anak mungkin juga malu harus BAB di toilet umum atau toilet sekolah. Rasa tidak nyaman ini menyebabkan anak memilih menahan keinginannya untuk BAB dan berujung sembelit.

3.     Kondisi kesehatan lainnya

Sembelit pada anak juga bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan lainnya. Beberapa kondisi kesehatan yang menyebabkan anak mengalami sembelit, seperti kelainan perkembangan anus, masalah penyerapan nutrisi di usus, kelainan perkembangan tulang belakang, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Kondisi-kondisi ini menghambat pergerakan usus untuk mendorong sisa makanan menjadi BAB.

Bila anak tak kunjung sembuh, lakukan hal ini

Orangtua tentu khawatir jika sembelit si kecil tidak kunjung sembuh. Sembelit umumnya berlangsung 3-7 hari pada anak usia sekolah. Namun, bila dibiarkan, kondisi tersebit bisa berlanjut pada sembelit kronis.

Sembelit dikatakan kronis ketika frekuensi BAB kurang dari 3 kali seminggu dan telah berlangsung selama minimal 6 bulan. Bila sudah demikian, sembelit pada si kecil perlu segera diobati supaya tidak menjalar ke dampak buruk lainnya.

Berikut adalah beberapa cara mengobati sembelit.

1. Clean out treatment (terapi pengeluaran feses)

Bila sembelit belum juga sembuh, Anda dapat memberikan anak obat pencahar supositoria untuk mengobatinya. Obat pelancar BAB ini digunakan dengan cara dimasukkan melalui dubur. Sebelum menggunakannya, konsultasikanlah terlebih dulu dengan dokter spesialis anak.

2. Maintenance treatment (pengobatan rumahan)

Setelah clean-out treatment, bayi dan anak-anak biasanya diberikan laksatif selama beberapa bulan. Anda bisa memberikan obat pencahar dengan kandungan laktulosa. Laktulosa membantu penyerapan air dari tubuh sehingga feses menjadi lunak. Dengan demikian anak bisa BAB dengan lancar. Sebelum menggunakannya, konsultasikan dulu dengan dokter spesialis anak.

Penggunaan laksatif yang benar dan tepat dosis, dapat mencegah risiko konstipasi di kemudian hari dan membantu anak membentuk kebiasaan BAB yang sehat. Tentu penggunaan laksatif juga harus diimbangi dengan perubahan pola makan sehat untuk mengurangi kemungkinan sembelit kambuh kembali.

Supaya sembelit tidak datang lagi

Pernah sembelit terkadang menimbulkan rasa takut ketika ingin BAB pada si kecil. Agar si kecil tak lagi mengalami sembelit dan nyeri saat BAB, ada langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan, yaitu:

  • Perbanyak minum air putih
  • Penuhi kebutuhan serat si kecil sesuai usia anak
  • Rutin olahraga atau tingkatkan aktivitas fisik
  • Mulai ajarkan toilet training sejak anak berusia minimal 18 bulan

Penting untuk membiasakan si kecil makanan sehat yang cukup mengandung serat. Cara ini bisa menunjang kesehatan pencernaan si kecil dan menghindarkannya dari sembelit. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pencegahan sembelit pada anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Artikel dari ahli dr. Frieda Handayani Sp.A (K)

Kelebihan Formula PDX GOS dan Betaglucan dalam Memperkuat Imun Anak

Susu formula dengan kandungan PDX, GOS, dan Betaglucan memiliki keunggulan untuk sistem imun anak. Benarkah demikian? Bagaimana cara kerjanya?

Ditulis oleh: dr. Frieda Handayani Sp.A (K)
susu formula untuk anak

Peran dan Manfaat Nutrisi dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Salah satu manfaat dari nutrisi adalah untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Jika asupannya tidak mencukupi, berbagai gangguan kesehatan dapat terjadi.

Ditulis oleh: dr. Frieda Handayani Sp.A (K)
nutrisi untuk daya tahan tubuh anak

Anak Sembelit Tidak Kunjung Sembuh, Harus Bagaimana?

Orangtua pasti bingung jika sembelit pada anak tak kunjung sembuh. Tak perlu khawatir, ini yang harus Anda lakukan agar anak tak lagi susah BAB.

Ditulis oleh: dr. Frieda Handayani Sp.A (K)
mengatasi sembelit anak

Yang juga perlu Anda baca

Stunting pada Anak: Ketahui Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya

Stunting, masalah gizi pada anak yang utama di Indoensia dan harus ditangani sedini mungkin demi tumbuh kembang anak. Lantas apa tanda anak stunting?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 12 menit

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Orangtua pasti cemas bukan main melihat anaknya bolak-balik BAB. Tenang dulu. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengobati diare pada anak di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Penyakit Kawasaki

Penyakit kawasaki adalah penyakit langka yang sering terjadi pada anak-anak. Cari tahu gejala, penyebab, serta pengobatan penyakit kawasaki di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 12 menit

Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit, Apakah Mungkin?

Membayangkan rasa sakit saat persalinan, sering kali membuat calon ibu merasa khawatir. Sebenarnya, apakah mungkin melahirkan normal tanpa rasa sakit?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Melahirkan, Kehamilan 30 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gigi sensitif dan ngilu

Apa Benar Punya Gigi Sensitif dan Ngilu Berarti Tidak Boleh Makan Manis Sama Sekali?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
posisi bercinta agar cepat hamil

Ini Posisi Bercinta yang Tepat Agar Cepat Hamil

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Melakukan Perawatan Whitening Jika Punya Gigi Sensitif

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 5 menit