5 Macam Obat Maag Akut Dengan Aturan Minum Berbeda

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Penyakit kronis dan akut adalah dua hal yang biasanya dijadikan patokan perbedaan mengenai lama waktu serta tingkat keparahan suatu penyakit. Jika sekarang ini Anda sedang mengalami maag, kemungkinan besar maag tersebut tergolong akut. Dalam kondisi ini, obat maag akut apa yang bisa diberikan untuk meringankan gejalanya?

Apakah maag bisa berkembang menjadi akut?

cara mengatasi perut kembung
Sumber: Medical News Today

Maag adalah sebuah istilah yang sering dipakai untuk menunjukkan berbagai macam keluhan yang menyerang sistem pencernaan. Maka itu, penyebutan maag sebagai penyakit sebenarnya tidak ada. Pasalnya, maag lebih merujuk pada kemunculan beragam gejala yang menandakan suatu penyakit.

Ada beberapa jenis penyakit yang bisa ditandai dengan munculnya maag. Mulai dari GERD atau refluks asam lambung, peradangan lambung (gastritis), tukak lambung, irritable bowel syndrome (IBS), hingga infeksi.

Jadi, ketika Anda merasakan berbagai gejala maag, bisa jadi berbagai penyakit tersebutlah yang sebenarnya sedang menyerang. Jika maag sedang dialami sekarang-sekarang ini dan gejalanya tidak terdeteksi sejak dulu, artinya Anda mengalami maag akut.

Dari berbagai penyakit penyebab maag yang disebutkan sebelumnya, hanya gastritis atau radang lambung yang terbagi menjadi kategori akut dan kronis. Maag akut maupun kronis yang Anda alami bisa dipicu dari gastritis ini.

Itu sebabnya, obat maag akut nantinya akan diberikan tergantung dari penyebab awalnya. Berbeda dengan gastritis kronis yang dapat berlangsung dalam waktu lama dengan gejala yang bisa kambuh sewaktu-waktu, gastritis akut tidak demikian.

Peradangan pada gastritis akut biasanya hanya berlangsung sebentar, tapi dengan tingkat keparahan nyeri yang cukup parah dan terjadi secara tiba-tiba. Kondisi inilah yang nantinya berpengaruh pada tingkat keparahan sakit maag. Maag akut yang disebabkan oleh gastritis akut biasanya terasa lebih nyeri atau sakit ketimbang maag kronis.

Apa penyebab maag akut?

Rebamipide adalah obat

Penyebab maag akut yang diawali oleh gastritis ini terjadi ketika lapisan lambung melemah. Akibatnya, peningkatan kadar asam bisa dengan mudah mengiritasi lapisan lambung.

Berdasarkan penyebab ini, nantinya dapat ditentukan obat yang tepat untuk mengatasi maag akut karena gastritis. Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan gastritis akut hingga kemudian menimbulkan maag, seperti:

1. Konsumsi obat-obatan dalam jangka waktu lama

Penggunaan obat non-steroid anti-inflamasi (NSAID) dalam waktu yang cukup lama bisa menyebabkan iritasi pada lambung.

Alhasil, timbullah gastritis akut yang menjadi penyebab maag. Contoh obat NSAID meliputi aspirin, ibuprofen, dan naproxen.

2. Serangan infeksi

Hampir serupa dengan maag kronis, maag akut karena gastritis juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri Heliobacter pylori (H. pylori). Namun selain itu, virus, jamur, parasit, cacing, serta penyakit TBC dan sipilis juga bisa memicu terjadinya infeksi.

3. Minum alkohol terlalu sering dan banyak

Terlalu banyak bahkan sering minum alkohol bisa mengakibatkan lambung terluka, yang pada akhirnya menimbulkan gastritis akut. Kondisi inilah yang nantinya membuat Anda berisiko mengalami maag akut.

4. Alergi makanan

Masalah pada makanan seperti alergi, keracunan, maupun intoleransi, dapat memicu peradangan dan iritasi pada lambung. Pada akhirnya, timbullah gastritis akut yang bisa mengakibatkan maag.

5. Cairan empedu masuk ke lambung

Zat empedu yang dihasilkan oleh kantung empedu bisa keluar dan masuk ke dalam lambung. Alhasil, lapisan lambung mengalami iritasi, sehingga kemudian menimbulkan gastritis akut dan mengarah pada maag.

Jika sudah dipastkani kalau maag akut ini berasal dari gastritis, baru Anda bisa menentukan jenis obat yang tepat guna meredakan gejalanya.

Pilihan obat untuk mengatasi maag akut

Disopyramide adalah obat

Ketika maag karena gastritis yang Anda alami tergolong akut, akan timbul berbagai gejal khas. Di antara nyeri perut, mual, muntah, perut kembung, nafsu makan menurun, hingga turunnya berat badan. Namun, yang sangat membedakan maag akut akibat gastritis ini dengan maag kronis, yakni waktu pemulihannya.

Ketimbang maag kronis, waktu yang diperlukan tubuh untuk kembali sembuh pada maag akut cenderung lebih singkat. Selain itu, proses pengobatan maag kronis juga dilakukan dengan menghindari pemicu beserta dilakukan pemberian obat-obatan.

Sedangkan pada maag akut, pemulihan dilakukan dengan cara bervariasi sesuai penyebabnya. Anda akan diminta untuk menghindari segala bentuk pemicu kondisi ini.

Sebagian besar kasus maag akut karena gastritis bisa sembuh dalam beberapa hari atau minggu setelah dilakukan pencegahan terhadap semua pemicu. Namun, pemberian obat bebas maupun resep juga bisa dilakukan sebagai perawatan tambahan.

Pada dasarnya, obat maag akut dan kronis yang disebabkan oleh gastritis tidak jauh berbeda. Hanya saja, ada dosis dan aturan minum tertentu yang dibedakan.

Berikut berbagai obat-obatan yang biasanya dikonsumsi saat maag akut karena gastritis menyerang:

1. Antasida

Pilihan obat maag akut yang bisa dibeli bebas di apotek yakni antasida. Cara kerja antasida yakni dengan menetralkan kadar asam di dalam lambung berkat kandungan magnesium, natrium, kalsium, dan berbagai bahan lain di dalamnya.

Ketika Anda mengalami maag akut yang disebabkan oleh gastritis, dosis minum obat bisa lebih sering. Anda biasanya dianjurkan untuk minum obat antasida ini sesuai dengan arahan dari apoteker maupun petunjuk konsumsi obat.

Antasida biasanya tidak disarankan untuk digunakan dalam waktu lama.

2. H-2 receptor blockers

Obat h-2 receptor blockers juga bisa dikonsumsi guna mengatasi maag akut akibat gastritis, karena membantu mengurangi produksi asam pada lambung. Contoh obat ini meliputi famotidine (Pepcid®) dan cimetidine (Tagamet®).

Namun, Anda tidak bisa sembarangan saat membeli obat ini. Pasalnya, dosis rendah dari h-2 receptor blocker memang bisa dibeli secara bebas, tapi untuk dosis yang lebih kuat hanya bisa diperoleh atas rekomendasi dari dokter.

Supaya hasilnya lebih optimal, pahami aturan konsumsi obat ini dari apoteker, dokter, maupun label kemasan obat. H-2 receptor blocker umumnya bisa diminum selama 10-60 menit sebelum makan.

3. Proton pomp inhibitors (PPI)

Proton pump inhibitors (PPI) atau penghambat pompa proton adalah obat untuk mengatasi maag akut yang disebabkan oleh gastritis. Sama seperti obat h-2 receptor blocker, obat PPi juga bisa Anda peroleh dengan bebas untuk dosis rendah.

Sementara untuk dosis kuatnya, hanya bisa didapatkan melalui resep dokter dan disesuaikan dengan kondisi yang Anda alami. Contoh obat PPI yakni omeprazole (Prilosec®) dan esomeprazole (Nexium®) yang bertugas dengan menghambat produksi asam lambung.

Perhatikan aturan minum obat PPI dari apoteker, dokter, maupun label kemasan obat. Anda biasanya disarankan untuk meminumnya hanya 1 hari sekali, dan tidak boleh diminum terus-menerus selama lebih dari 14 hari.

4. Obat coating agent

Obat ini bertujuan untuk melindungi lapisan perut, sekaligus mencegah kerusakan lambung bagi orang yang rutin minum obat NSAID.

Obat coating agent yang biasanya diresepkan oleh dokter yakni sucralfate (Carafte®), dan misoprostol (Cytotec®). Aturan minum sucralfate biasanya 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.

Sementara misoprostol bisa diminum saat makan dan menjelang tidur. Patuhi dosis dan aturan minum obat sesuai arahan dokter.

5. Antibiotik

Pada beberapa kasus, maag akut karena gastritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori, membutuhkan antibiotik untuk mengobatinya. Jenis antibiotik tersebut misalnya amoksisilin, klaritromisin, dan tetrasiklin (tidak boleh diminum anak di bawah 12 tahun).

Obat antibiotik hanya bisa diberikan melalui resep dokter, sehingga tidak bisa Anda beli dengan mudah. Antibiotik aman untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat antasida, h-2 receptor blocker, maupun PPI. Perhatikan dosis minum antibiotik sesuai saran dokter maupun apoteker Anda.

Umumnya, pengobatan dengan antibiotik dapat memakan waktu selama 10 hari sampai 4 minggu, tergantung kondisi kesehatan Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 1, 2019 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca