10 Cara Tidur Tanpa Gangguan Asam Lambung

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Para peneliti melakukan survei pada hampir 15.300 orang dan menemukan bahwa 25% melaporkan mengalami gangguan asam lambung di malam hari. Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal CHEST. Hal ini menjadi masalah karena gangguan asam lambang dapat mengganggu tidur dan dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Mengalami refluks asam lambung secara terus menerus dapat merusak kerongkongan Anda. Asam lambung dapat melukai dan merusak lapisan perut atau menyebabkan perubahan dalam sel-sel yang meningkatkan risiko kanker kerongkongan. Refluks asam lambung di malam hari juga dapat meninggalkan asam dalam kerongkongan sehingga menyebabkan lebih banyak kerusakan.

Gangguan ini juga dapat menyebabkan kurang tidur dan akhirnya insomnia. Anda dapat  terbangun di tengah malam karena perut sakit dan sulit untuk tidur kembali setelah minum obat untuk meredakan sakit. Anda memerlukan setidaknya 7 sampai 8 jam tidur setiap hari jika tidak ingin terpapar pada berbagai masalah kesehatan akibat kurang tidur.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda coba untuk mencegah gangguan asam lambung di malam hari:

1. Tinggikan tatakan kepala Anda

Dokter sering menganjurkan mengangkat kepala Anda sekitar 10 – 15 cm. Beberapa merekomendasikan bantal yang dapat menopang tubuh Anda dari pinggang sampai setinggi 10-25 cm untuk mencegah refluks asam lambung. Metode ini bekerja karena menggunakan gravitasi untuk menurunkan makanan di perut Anda.

2. Tidur di sisi sebelah kiri Anda

Anda dapat mengubah posisi tidur untuk menghindari gangguan asam lambung. Tidur di sisi kiri dapat menjadi pilihan terbaik.

3. Menurunkan berat badan

Penelitian telah menunjukkan bahwa Anda dapat mengurangi refluks asam lambung dengan hanya mengurangi 1 kg berat badan. Gejala asam lambung akan memburuk seiring bertambahnya berat Anda.

3. Memakai pakaian longgar

Anda memberikan tekanan pada perut Anda jika mengenakan pakaian ketat saat tidur, terutama ketat pada pinggang, yang mana menyebabkan gejala asam lambung.

4. Menjaga porsi makan Anda tetap sedikit

Porsi yang lebih besar berarti lebih banyak makanan di perut Anda, sehingga memakan waktu lebih lama untuk makanan ini dicerna sepenuhnya, dan semakin lama mereka berada di perut, semakin besar kemungkinan mereka menyebabkan refluks.

5. Hindari makan larut malam

Sama seperti makan porsi besar, makan larut malam membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Selain itu, esophageal sphincter Anda menjadi lebih rendah daripada orang normal dan menyebabkan makanan lebih mudah menuju kerongkongan Anda. Cobalah untuk tidak makan sekitar 3-4 jam sebelum tidur.

6. Memiliki kebiasaan makan yang baik

Janganlah terburu-buru ketika makan. Stres dapat menyebabkan perut melepaskan lebih banyak asam. Anda juga harus tetap tegak dan tidak membungkuk atau berbaring ketika Anda makan.

7. Hindari makanan pemicu asam lambung

Hindari makan makanan yang bisa memicu asam lambung, termasuk alkohol, cokelat, permen, kopi, minuman berkarbonasi, buah dan jus jeruk, tomat, merica, cuka, saus dan mustard, makanan pedas atau berlemak.

8. Mengunyah permen karet

Mengunyah permen karet bisa membuat tubuh memproduksi lebih banyak air liur. Ini akan membantu menetralkan asam di lambung.

9. Berhenti merokok

Merokok buruk bagi kesehatan Anda secara keseluruhan, bukan hanya sistem pencernaan. Bahan kimia dalam tembakau mengendurkan otot-otot esophageal, yang memungkinkan asam meningkat.

10. Beristirahat setelah makan

Jangan langsung berolahraga setelah makan. Berikan perut Anda beberapa jam untuk mengosongkan sendiri.

Gangguan asam lambung di malam hari merupakan hal yang umum tetapi bisa berbahaya jika tidak diobati. Jika Anda mengalami refluks asam lambung parah yang menyebabkan muntah atau kesulitan menelan, temui dokter untuk perawatan medis.

BACA JUGA:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Di antara silaturahmi dan makan di banyak rumah, dikelilingi sajian Lebaran penuh lemak dan kolesterol, kita bisa tetap menjalaninya dengan sehat, lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan 21/05/2020

6 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Penyakit Maag

Sangking umumnya, munculnya maag sering kali disepelekan. Padahal baik maag kronis atau akut dapat menimbulkan bahaya penyakit lain bila tidak diobati.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Nyeri Pada Otot Paha? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Sebagai salah satu bagian penopang tubuh, paha juga dapat mengalami kondisi nyeri otot. Simak apa saja penyebab dan cara mengatasi nyeri otot paha!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina

Beragam Penyebab Nyeri Otot Punggung dan Cara Mengatasinya!

Nyeri otot di bagian punggung bisa terjadi saat ada kerusakan pada bagian otot Anda. Cari tahu lebih banyak mengenai penyebab serta cara mengatasinya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina

Direkomendasikan untuk Anda

Anak Sering Sakit Perut, Apakah Orang Tua Harus Khawatir?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
makan sayuran

Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020
nyeri otot dada

Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Otot di Dada

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
komplikasi gastritis

4 Komplikasi Gastritis yang Patut Diwaspadai

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020