3 Pilihan Obat Diare yang Aman untuk Anak, Plus Tips Perawatan di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/02/2020
Bagikan sekarang

Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk anak kecil. Anak yang kena diare akan sering bolak-balik BAB dengan feses lembek atau cair. Agar tidak semakin parah, diare pada anak tentu perlu diobati. Namun, adakah obat diare (mencret) yang aman untuk anak? 

Pilihan obat diare (mencret) yang aman untuk anak

Ada banyak pilihan obat untuk mengatasi diare yang tersedia di apotek, misalnya loperamide, bismuth subsalicylate, atau attapulgite. Namun, Kemenkes RI sebetulnya tidak menyarankan memberikan obat diare generik tersebut untuk anak karena terbukti tidak bermanfaat.

Begitu pun menurut Hospital Care for Children, sebuah website kesehatan hasil kerja sama antara WHO dengan berbagai institut kesehatan anak dan rumah sakit dari Australia, Inggris, danKenya.

Melansir laman Hospital Care for Children, pemberian obat diare generik untuk untuk anak justru berisiko menimbulkan efek samping yang berbahaya. Obat diare generik pun dilaporkan tidak mampu mencegah dehidrasi saat diare dan tidak pula memperbaiki gizi anak.

Sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum sembarangan memberikan obat untuk anak yang sedang mencret. Secara umum, dokter hanya membolehkan pemberian tiga jenis obat ini sebagai cara mengobati diare pada anak:

1. Cairan oralit

oralit

Oralit adalah obat yang paling sering digunakan sebagai pertolongan pertama untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi pada anak yang diare.

Oralit mengandung senyawa natrium klorida (NaCl), kalium klorida (CaCl2), glukosa anhidrat, dan natrium bikarbonat. Kombinasi sejumlah mineral tersebut dapat mengembalikan kadar elektrolit dan cairan tubuh anak yang hilang akibat diare dalam 8-12 jam setelah diminum.

Oralit tersedia di apotek dalam bentuk obat serbuk yang dilarutkan dengan air matang, meski ada juga varian cairan siap minumnya.

Dosis larutan oralit yang direkomendasikan untuk anak adalah:

  • Usia <2 tahun: 15 ml per kg berat badan atau untuk satu hari sekali untuk mencegah dehidrasi
  • Usia 2-10 tahun: 50 ml per kg berat badan dalam 4-6 jam pertama atau 120-240 ml sehabis buang air besar. Kemudian 100 ml per kg berat badan pada 18-24 jam setelahnya, untuk mencegah dehidrasi
  • Untuk bayi, berikan 60-120 mL cairan oralit sehabis BAB sembari terus memberikan ASI atau susu formula.

Jangan berikan oralit sebagai satu-satunya obat mencret untuk anak dalam 6 jam pertama. Barengi dengan air mineral dan makanan lain yang mengandung kalori untuk memenuhi energi anak. 

2. Suplemen zinc 

suplemen zat besi untuk anak

Daripada obat generik, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia lebih menyarankan orangtua untuk memberikan suplemen zinc (seng) untuk pemulihan anak yang diare. 

Suplemen zinc dapat membantu meringankan gejala diare sekaligus dan membantu anak lebih cepat sembuh.

Pernyataan itu diamini oleh sebuah penelitian dalam jurnal Indian Journal of Pharmacology tahun 2011. Penelitian tersebut menunjukkan pemberian obat mencret berupa suplemen zink yang dibarengi dengan larutan oralit dapat mengurangi lamanya anak sakit diare.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF merekomendasikan orangtua memberikan anak 20 mg suplemen seng setiap hari selama 10-14 hari untuk mengatasi diare akut. Jika usia anak masih di bawah 6 bulan, berikan 10 mg suplemen zinc per hari selama kena diare.

Tak hanya itu. Pemberian suplemen zinc juga dapat mencegah anak terkena diare lagi dalam dua sampai tiga bulan ke depan.

3. Suplemen probiotik

Probiotik merupakan bakteri baik yang mengembalikan jumlah bakteri baik di dalam usus yang mungkin telah habis terkalahkan oleh bakteri jahat penyebab diare.

Tambahan kedatangan bakteri baik ini dapat membantu sistem imun untuk membasmi bakteri jahat di dalam usus yang menyebabkan infeksi. Selain itu, pemberian suplemen probiotik juga dipercaya mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak yang sedang terkena diare.

Anda bisa mendapatkan asupan probiotik tambahan untuk anak dari suplemen dalam berbagai jenis sediaan, mulai dari kapsul, sirup, hingga bubuk. Namun, setiap produk suplemen mungkin mengandung jumlah probiotik yang berbeda-beda.

Maka, Anda sebaiknya berkonsultasi dulu ke dokter sebelum memberikan suplemen probiotik untuk anak yang diare.

Nah selain dari suplemen obat, Anda juga bisa mencukupi asupan probiotik anak dari makanan dan minuman yang difermentasi. Salah satu minuman atau makanan probiotik yang bisa dikonsumsi anak adalah yogurt.

Untuk anak berusia di atas 1 tahun, berikan 2-6 ons (60-180 ml) yogurt sebanyak dua kali dalam sehari. Tidak diketahui aman atau tidaknya memberikan yogurt sebagai obat diare alami untuk anak bayi berusia kurang dari 1 tahun. Anda bisa konsultasi ke dokter anak untuk penjelasan lanjut.

Perawatan di rumah selama anak minum obat diare

Pilihan obat di atas umumnya cukup ampuh untuk mengatasi diare pada anak.

Namun bila Anda ingin menjaga kesehatan anak selama diare, mengobati masalah buang-buang air tidak cukup hanya dengan minum obat. Sementara minum obat, anak yang diare juga perlu terus makan untuk mempercepat pemulihannya.

1. Makan tinggi karbohidrat

Pilihkanlah si kecil makanan yang berkarbohidrat dan berkalori tinggi, tapi rendah serat. Jenis makanan seperti ini lebih mudah dicerna sehingga tidak memperberat kerja pencernaan anak yang masih meradang karena diare.

Makanan yang tinggi karbohidrat dan kalori juga membantu menambah energi tubuh anak yang terkuras akibat melawan infeksi dan peradangan akibat diare.

Beberapa contoh makanan yang baik untuk dikonsumsi anak selama masih minum obat mencret adalah:

  • Nasi putih, nasi tim, atau bubur
  • Apel yang dihaluskan; kandungan pektin dalam apel membantu memadatkan feses.
  • Pisang; kandungan pektin dalam pisang membuat tekstur feses jadi lebih padat.

2. Minum banyak cairan

Sembari memberi anak minum obat diare, jangan lupa untuk mencukupi asupan cairan tubuhnya dari air putih. Pasalnya selama masih diare, anak akan rentan kehilangan banyak cairan tubuh akibat bolak-balik buang air besar.

Cairan yang dapat Anda berikan bisa berupa air mineral dan makanan berkuah. Anda bisa memberikan makanan berkuah yang tidak pedas dan tidak berminyak seperti sup ayam hangat, sup tomat, atau sayur bayam.

Jika anak masih berusia 0-6 bulan, terus berikan ASI lebih sering dan lebih lama daripada biasanya. Jika sudah berusia 6 bulan ke atas, juga tetap berikan ASI sambil dibarengi MPASI yang dihaluskan. Di antara waktu makan, sesekali selingi dengan menyuapinya larutan oralit menggunakan sendok.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu menyusui. Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatannya? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 10/04/2020

Apa Obat Diare (Mencret) yang Aman untuk Bayi?

Diare pada bayi dapat berakibat fatal jika tidak cepat diobati. Lantas jika bayi di rumah sedang diare, apa obat mencret yang aman untuknya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 04/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020
encephalocele adalah ensefalokel

Encephalocele

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020
selulitis pada anak

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020