Cara Mengobati Radang Usus Buntu, dengan Atau Tanpa Operasi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/04/2020
Bagikan sekarang

Radang usus buntu atau dikenal dengan istilah medis apendisitis menandakan adanya peradangan pada apendiks. Penyebab utama dari penyakit usus buntu adalah penyumbatan, baik itu oleh fekalit (feses yang mengeras) maupun infeksi bakteri. Lantas, bagaimana cara mengatasi radang usus buntu? Yuk, lihat cara mengobati usus buntu baik dengan atau tanpa operasi berikut ini.

Pilihan cara mengobati radang usus buntu

Penyakit usus buntu harus segera diobati dengan cara yang tepat agar tidak berujung komplikasi. Berikut ini adalah beberapa cara yang biasanya direkomendasikan untuk mengatasi usus buntu:

1. Minum antibiotik

obat-obatan saat haji

Bila kondisi peradangan Anda cukup ringan, cara mengobati usus buntu bisa dilakukan tanpa operasi. Pengobatan akan difokuskan dengan pemberian antibiotik dan obat-obatan lain untuk meredakan gejala.

Melansir laman WebMD, temuan penelitian yang dipublikasikan pada Journal of American Medical Association, mengamati 530 pasien penderita radang usus buntu akut.

Selama 10 hari mereka diberikan antibiotik. Hasilnya pun mengejutkan, 99,6 persen pasien berhasil berkurang rasa sakit yang dialami. Hasil penelitian ini dilaporkan hanya berlaku untuk pasien yang berusia 15-50 tahun, pria ataupun wanita.

Selanjutnya juga ditemukan, bahwa 73 persen pasien yang selama 1 tahun menderita usus buntu dan dirawat dengan antibiotik menjadi tidak perlu dilakukan operasi. Periset juga menyatakan kalau kondisi usus buntu yang tidak darurat menjadi salah satu faktor keberhasilan mengobati usus buntu tanpa operasi.

Kemudian, penelitan tersebut diuji ulang di tahun 2018 pada British Medical Journal. Hasilnya, menunjukkan bahwa antibiotik bisa menjadi cara untuk mengobati radang usus tanpa operasi yang tidak diikuti komplikasi.

Namun, bukan berarti dengan hanya mengonsumsi obat antibiotik radang usus buntu bisa sembuh begitu saja. Masih ada kemungkinan cukup besar untuk radang usus buntu kambuh kembali, bahkan setelah minum antibiotik sampai habis.

Dari penelitian di atas, cara mengobati radang usus buntu tanpa operasi ini bisa menimbulkan kekambuhan sebesar 39,1 persen dalam waktu 5 tahun. Bagi beberapa orang yang mengalami kekambuhan, satu-satunya jalan keluar adalah dengan cara operasi. 

2. Perawatan di rumah untuk mendukung pemulihan

sakit perut dan keputihan

Mengobati radang usus buntu tidak akan efektif tanpa cara perawatan yang juga tepat di rumah. Oleh karena itulah Anda wajib melakukan perawatan di rumah. Jika tidak luka bekas operasi bisa menimbulkan komplikasi, salah satunya peradarahan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan selama masa pemulihan tubuh dari usus buntu, antara lain:

  • Hindari aktivitas berat atau membuat Anda banyak bergerak, seperti olahraga. Anda diizinkan untuk melakukan aktivitas ini setelah 2 hingga 6 minggu setelah operasi (jika memang dilakukan).
  • Gunakan waktu sebaik mungkin untuk berisitirahat untuk meningkatkan sistem imun dalam menyembuhkan infeksi maupun mencegah terjadinya infeksi.
  • Ikuti pola makan yang diterapkan oleh dokter atau ahli gizi agar tidak memperberat kinerja usus yang sedang dalam masa pemulihan.

3. Operasi usus buntu (appendektomi)

operasi usus buntu

Operasi usus buntu atau appendektomi adalah cara mengobati usus buntu yang paling diutamakan. Prosedur ini dilakukan dengan beberapa teknik, seperti dilansir laman National Health Service:

Operasi keyhole

Operasi lebih sering menjadi pilihan karena cenderung lebih cepat proses pemulihannya ketimbang operasi terbuka. Cara mengobati usus buntu dengan operasi ini dilakukan dengan membuat 3 atau 4 sayatan kecil di sekitar perut. Kemudian, beberapa alat akan dimasukkan ek dalam perut Anda, seperti:

  • Sebuah tabung berisi gas yang yang berfungsi untuk mengembangkan perut. Dengan alat ini, dokter bedah dapat melihat kondisi usus Anda lebih jelas.
  • Sebuah laparoskopi atau tabung kecil yang dilengkapi kamera kecil untuk menyalurkan gambar di dalam perut pada monitor.
  • Alat beda kecil yang diperlukan untuk mengangkat usus buntu yang meradang.

Setelah apendiks yang bermasalah berhasil diangkat, dokter akan menutup sayatan dengan jahitan. Jahitan ini dapat dilepas dalam waktu 7 hingga 10 hari.

Operasi terbuka

Dalam beberapa kasus, operasi keyhole tidak dianjurkan sebagai cara untuk mengobati radang usus buntu. Sebagai gantinya, dokter akan merekomendasikan operasi terbuka. Beberapa kondisi radang usus buntu yang perlu menggunakan metode pembedahan ini adalah:

  • Usus buntu telah pecah dan terbentuk abses
  • Pasien sebelumnya telah menjalani oprerasi perut terbuka

Operasi untuk mengobati usus buntu ini dilakukan dengan membuat sayatan lebih besar di sisi kanan bawah perut. Ketika usus buntu telah pecah dan menyebabkan infeksi lebih luas ke lapisan peritoneum (peritonitis), sayatan biasanya dibuat di bagian tengah perut. Prosedur medis ini disebut juga deegan laparotomi.

Pada kasus usus buntu yang menyebabkan abses, dokter lebih dahulu mengeluarkan nanah dan mengeringkannya. Doter akan memasukkan tabung sebagai jalur nanah abses keluar dari tubuh.

Setelah memastikan infeksi sudah hilang (beberapa minggu), barulah operasi usus buntu dilakukan. Selama masa pengeringan abses, dokter akan memberikan suntikan antibiotik. Selanjutnya, antibiotik diberikan lewat mulut (antibiotik oral).

Cara mengobati usus buntu harus cepat tanggap

sakit gejala usus buntu

Tidak seperti flu atau pilek yang bisa diobati dengan pengobatan rumahan dan istirahat, radang usus buntu butuh penanganan dokter langsung.

Sebelum berobat ke dokter untuk mencari cara terbaik mengobati radang usus, Anda juga perlu memahami bedanya sakit perut biasa dengan gejala apendisitis. Sakit perut akibat usus buntu yang meradang berbeda dengan sakit perut karena maag kambuh, misalnya.

Perlu diingat bahwa sakit perut pertanda usus buntu biasanya muncul di sisi kanan bawah perut. Sementara sakit perut biasa terasa di bagian tengah atau tepat di bawah dada. Selain itu, gejala lain yang umumnya menyertai adalah mual dan muntah, demam, serta diare.

Jika Anda mengalami gejala tersebut dan mencurigainya sebagai radang usus buntu, segera kunjungi dokter.

Saat seseorang terkena apendisitis, bagian usus yang bertugas memengaruhi sistem kekebalan tubuh mengalami peradangan. Tanpa perawatan, usus buntu bisa membentuk abses yaitu benjolan yang berisi nanah. Nanah merupakan kumpulan bakteri, sel jaringan, dan sel darah putih yang mati.

Jika dalam waktu 48 hingga 72 jam tidak juga diobati dengan tepat, usus buntu bisa pecah. Pecahnya usus yang meradang ini bisa menyebarkan bakteri penyebab infeksi ke seluruh tubuh. Bakteri bisa masuk ke dalam aliran darah menyebabkan sepsis (keracunan darah) yang bisa berujung dengan kematian.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020