6 Gejala yang Menandakan Osteoporosis Dini

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Seiring kita bertambah tua, tulang akan mengalami penurunan fungsi dan kekuatannya. Tulang yang rapuh dan mudah patah pada akhirnya dapat memicu osteoporosis. Sayangnya, ada berbagai gejala osteoporosis dini yang kerap samar sehingga seringkali diabaikan. Yuk, ini saatnya untuk lebih memerhatikan kondisi tubuh Anda!

Berbagai gejala osteoporosis dini

osteoporosis pada lansia

Di awal kemunculannya, osteoporosis jarang menunjukkan tanda-tanda yang jelas. Penyakit ini biasanya baru terlihat ketika sudah lanjut. Namun, jika Anda bisa lebih peka terhadap tubuh sendiri, ada beberapa gejala yang menunjukkan mengalami osteoporosis dini.

1. Gusi menyusut

Gigi dan gusi ditopang oleh tulang rahang. Maka ketika osteoporosis menyerang, tulang rahang pun akan kehilangan kepadatannya sehingga garis gusi terlihat menyusut.

Khususnya jika gejala osteoporosis dini menyerang tulang belakang lumbar. Tulang rahang yang rapuh sangat berkaitan dengan gejala pengeroposan tulang di bagian ini.

Jika Anda melihat ada perubahan pada gusi, periksakan ke dokter gigi untuk melihat kondisi lebih jelasnya. Dokter biasanya akan melakukan rontgen gigi untuk melihat pengeroposan tulang yang terjadi.

Dari hasil rontgen, dokter bisa menyimpulkan masalah yang Anda alami. Namun jika ternyata hasil rontgen mulut kurang jelas, dokter akan melakukan berbagai tes lanjutan.

2. Kekuatan genggaman melemah

Sebuah penelitian dalam jurnal Orthopaedic Surgery menemukan bukti bahwa melemahnya kekuatan genggaman berkaitan dengan tulang rangka yang mengalami pengeroposan.

Ketika gejala ini Anda alami, jangan dianggap angin lalu. Satu atau dua kali mungkin masih terbilang wajar. Namun, jika hal ini terjadi terus menerus Anda juga perlu waspada dan memeriksakan diri ke dokter.

Kondisi ini bisa jadi gejala osteoporosis dini yang perlu diwaspadai dan kerap diabaikan, terutama pada  wanita pascamenopause.

Kekuatan genggaman yang melemah bisa mendatangkan masalah lebih besar, yaitu patah tulang. Pasalnya, ketika pegangan seseorang melemah, ia akan sulit untuk menjaga keseimbangan dirinya.

Pegangan dan genggaman yang kuat menjadi cara tepat mencegah jatuh. Oleh karena itu, segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan kondisi dan mencegah keparahan osteoporosis jika memang menyerang Anda.

3. Kram, nyeri otot, dan nyeri tulang

Kram, nyeri otot, dan nyeri tulang sebenarnya jadi hal yang kerap muncul dan hilang dengan sendirinya seiring pertambahan usia. Namun, ketika Anda merasakan berbagai keluhan ini terus menerus dan semakin nyeri, hal ini bisa jadi peringatan.

Nyeri otot dan tulang jadi gejala yang sering diabaikan. Menurut para ahli, kekurangan vitamin D dikaitkan dengan nyeri pada otot dan tulang.

Selain itu, kram juga bisa jadi tanda atau sinyal bahwa kadar kalsium, magnesium, dan kalium dalam darah terlalu rendah.

Jika hal ini dibiarkan terlalu lama, tulang lama-lama bisa keropos. Oleh karena itu, ketika nyeri sering menyerang, jangan abaikan dan segera periksakan ke dokter karena bisa jadi ini gejala dini osteoporosis.

4. Tinggi badan berkurang

Berkurangnya tinggi badan kerap terjadi seiring dengan pertambahan usia. Namun, hal ini juga bisa jadi tanda postur yang buruk dan patah tulang belakang.

Postur yang buruk memang tidak selalu jadi tanda pengeroposan tulang. Namun, hal ini bisa menunjukkan lemahnya otot-otot di sekitar tulang belakang.

Otot dan tulang adalah satu kesatuan sistem. Maka, otot yang melemah juga akan berujung pada melemahnya kekuatan tulang.

5. Kuku mudah patah

Tahukah Anda bahwa kuku yang mudah patah bisa menjadi pertanda gejala osteoporosis dini? Dr. Susan E. Brown Ph.D., seorang nutrisionis klinis khusus osteoporosis dan masalah tulang lainnya menyatakan demikian.

Dari hasil pengamatannya, saat wanita osteoporosis memulai program pengobatan, kekuatan kukunya ikut meningkat. Kuku cenderung jadi lebih kuat dan sehat sama seperti kekuatan tulangnya. Dari yang sebelumnya mudah patah, kuku menjadi lebih kuat dan lebih tahan terhadap masalah.

Oleh karena itu, ketika kuku Anda jauh lebih rapuh dari sebelumnya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Mintalah dokter untuk melakukan pemeriksaan tulang lengkap.

Namun, Anda juga tak perlu terlalu khawatir berlebihan sebelum hasil pemeriksaan keluar. Pasalnya, bisa jadi kuku Anda lebih rapuh karena terpapar bahan kimia pembersih yang keras atau hal lainnya yang melemahkan kuku.

6. Kebugaran berkurang

Osteoporosis berkaitan dengan penurunan kebugaran fisik secara keseluruhan. Biasanya hal ini diukur dari kekuatan otot, keseimbangan, dan intensitas berolahraga aerobik.

Jika kebugaran tubuh menurun, kemungkinan massa tulang juga akan menurun. Pasalnya, massa atau kepadatan tulang kerap bertambah ketika seseorang aktif bergerak.

Kapan harus ke dokter?

anemia ke dokter apa

Banyak orang menyepelekan untuk pergi ke dokter hanya karena malas atau tidak siap mendengar kabar buruk jika ternyata ada masalah kesehatan tertentu. Padahal, ketika berbagai gejala dini osteoporosis telah muncul, Anda perlu segera mengunjungi dokter. Jangan menunda hingga kondisinya parah bahkan sampai patah tulang.

Pasalnya, osteoporosis masih sangat bisa diobati asalkan ditangani sejak awal kemunculannya. Ketika pegeroposan sudah parah apalagi sudah patah tulang, pengobatan akan semakin sulit.

Dokter biasanya akan melakukan tes kepadatan tulang untuk memastikan kondisinya. Kepadatan tulang biasanya diukur dengan mesin yang menggunakan sinar X dosis rendah untuk menentukan kadar mineral tulang.

Dari hasil pemeriksaan, barulah bisa diketahui kondisi tulang Anda apakah mengalami pengeroposan atau tidak. Tanyakan juga kira-kira apa hal yang harus Anda lakukan selain minum obat agar tulang kembali kekuatannya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca