3 Cara Menjaga Kesehatan Tulang

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Ada tiga faktor utama untuk membentuk tulang kuat, yaitu pola makan, aktivitas fisik dan gaya hidup. Sebelum Anda mengikuti beberapa tips untuk menjaga kesehatan tulang, kenali peran dan cara kerja tulang dalam tubuh.

Bagaimana cara kerja tulang dalam tubuh kita?

Anda mungkin berpikir bahwa tulang hanya berfungsi untuk menggerakan badan. Faktanya, tulang memiliki berbagai fungsi penting, seperti pembentuk struktur tubuh serta pelindung otak, sistem saraf, dan organ lainnya dari benturan atau cedera. Tulang juga berperan sebagai tempat penyimpanan mineral, seperti kalsium dan fosfor. Mineral ini menjaga tulang kita tetap kuat.

Selama masa kanak-kanak, kita diajari cara untuk membentuk tulang kuat. Seiring bertambahnya usia, kita belajar bagaimana cara melindungi tulang. Pasalnya, tulang mungkin akan rapuh dan mudah pecah. Cedera pada tulang memerlukan proses penyembuhan yang cukup lama dan biasanya disertai dengan nyeri yang hebat.

Tips menjaga kesehatan tulang

Berikut beberapa tips yang dapat Anda coba untuk menjaga tulang tetap sehat:

Pastikan tubuh mendapat cukup asupan kalsium dan vitamin D

Orangtua umumnya selalu menyuruh anak untuk minum susu untuk menjaga kekuatan tulang. Faktanya, yang dikatakan orangtua itu benar. Susu merupakan sumber kalsium dan vitamin D yang baik.

Dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa (usia 19-50 tahun) dan laki-laki (51-70 tahun) adalah 1.000 miligram (mg) kalsium per hari. Untuk wanita (> 50 tahun) dan laki-laki (> 70 tahun), disarankan untuk mengonsumsi 1.200 mg kalsium per hari.

Tanpa vitamin D, tubuh Anda tidak dapat menyerap kalsium secara optimal. Itulah sebabnya vitamin D berperan penting untuk kesehatan tulang. Untuk orang dewasa usia 19-70 tahun, dosis vitamin D yang dianjurkan adalah 600 internasional units (IU) per hari. Anjuran dosis meningkat menjadi 800 IU per hari untuk orang dewasa berusia di atas 71 tahun.

Anda dapat menemukan kalsium dan vitamin D dalam makanan berikut:

  • Produk susu, susu kaya kalsium dan vitamin D
  • Kuning telur
  • Kacang-kacangan seperti almond, kacang putih
  • Brokoli, kale
  • Ikan seperti salmon, tuna, sarden
  • Produk kedelai, seperti tahu.

Paparan sinar matahari dapat memberikan vitamin D bagi tubuh Anda saat berjemur. Namun, hindari matahari tengah hari dan pastikan untuk selalu melindungi kulit Anda dengan krim tabir surya. Ketika asupan makanan Anda tidak memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D dalam tubuh, Anda dapat mempertimbangkan suplemen tambahan. Tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk dosis suplemen yang tepat serta diskusikan risiko atau reaksi obat sebelum menggunakannya.

Tetap libatkan aktivitas fisik dalam rutinitas harian Anda

Jarang bergerak aktif untuk jangka waktu yang panjang dapat mengancam kesehatan tulang Anda. Ancaman tersebut berupa risiko terkena osteoporosis, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan tulang menjadi rapuh akibat berkurangnya kepadatan tulang. Aktivitas fisik tidak hanya akan membuat tulang Anda sehat, tetapi menjaga seluruh energi tubuh. Anda dapat melakukan yoga, jogging, dan bermain tenis. Atau jika Anda tidak punya waktu untuk berolahraga, sisipkan latihan kecil di antara kesibukan Anda seperti naik tangga atau berjalan kaki saat pergi bekerja.

Hindari rokok dan konsumsi alkohol

Merokok dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Jika Anda merokok, Anda dianjurkan untuk berhenti. Pasalnya, merokok dapat mengganggu penyerapan kalsium sehingga kalsium yang disimpan dalam tubuh justru terbuang sia-sia. Akibatnya, tulang Anda tidak dapat berfungsi dengan baik. Selain itu, perokok wanita lebih berisiko terkena masalah kesehatan setelah menopause dini daripada wanita yang tidak merokok. Tidak hanya rokok, alkohol juga membawa pengaruh buruk bagi tulang Anda. Pecandu alkohol berat terbukti berisiko lebih tinggi terkena osteoporosis.

Penting untuk mengetahui cara menjaga kesehatan tulang. Dengan langkah-langkah sederhana, Anda dapat memastikan kesehatan tulang dan mengurangi risiko osteoporosis. Jika Anda menemukan tanda-tanda tulang melemah, segera periksakan ke dokter Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Apakah Anda sedang dalam program menurunkan berat badan? Adakah cara menurunkan berat badan tanpa olahraga? Cara ini menarik untuk disimak!

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 28/05/2020 . 7 menit baca

Agar Tetap Bugar Selama Liburan, Sontek 4 Tips Olahraga Mudah Ini

Lakukan olahraga saat liburan bersama keluarga agar tetap bugar. Simak pilihan kegiatan hingga tips berolahraga sederhana di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kebugaran, Hidup Sehat 25/05/2020 . 4 menit baca

Hati-hati, Tulang Bisa Keropos Selama di Rumah Saja karena Tak Banyak Aktivitas

Menghabiskan waktu di rumah selama pandemi cenderung membuat orang jadi pasif. Padahal, kurang gerak merupakan salah satu penyebab keropos tulang.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Osteoporosis, Health Centers 14/05/2020 . 4 menit baca

5 Makanan dan Minuman Pantangan Penderita Osteoporosis

Ada beberapa makanan dan minuman yang bisa mengurangi kepadatan tulang sehingga menjadi pantangan bagi penderita osteoporosis. Apa saja contohnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Direkomendasikan untuk Anda

Olahraga di luar rumah pandemi

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 4 menit baca
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
pemanasan sebelum olahraga

Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . 5 menit baca
cedera olahraga

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 11/06/2020 . 8 menit baca