Kenali Cedera dan Gangguan pada Jari

Oleh

Hampir semua aktivitas sehari-hari yang kita lakukan melibatkan tangan. Oleh karena itu, wajar apabila jari-jari tangan rentan cedera karena kita mengekspos jari dalam melakukan banyak kegiatan.

Apa saja cedera jari?

Jari-jari kita dilapisi oleh lebih banyak ujung saraf dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya. Cedera jari dapat dengan mudah merusak saraf tersebut. Banyak jenis cedera jari yang umum, di antaranya:

  • Tergores— jari yang teriris mungkin hanya memengaruhi kulit atau merusak pembuluh darah, saraf, dan tendon yang terletak tepat di bawah kulit.
  • Avulsion— mirip dengan jari yang teriris tetapi lebih parah. Kondisi ini dapat menyebabkan bagian kulit atau jaringan lunak robek.
  • Amputasi—jaringan kulit benar-benar diiris atau diangkat dari jari.
  • Fraktur atau tulang jari patah—biasanya dikaitkan dengan cedera pada tendon, ligamen, kuku, atau jaringan lunak lainnya.
  • Dislokasi— cedera pada sendi yang menyebabkan tulang bergeser keluar dari posisi normal. Ligamen di sekitarnya sering merenggang dan rusak bahkan setelah tulang diletakkan kembali pada tempatnya.
  • Terkilir— cedera yang menyerang ligamen. Ligamen mungkin akan robek akibat adanya peregangan atau benturan kuat, sehingga sendi tidak stabil dan rawan cedera lebih parah.
  • Cedera tendon juga bisa terjadi akibat benturan pada jari. Cedera tendon mungkin merujuk pada cedera tendon itu sendiri, atau selubung tendon. Tendon yang melekat pada tulang mungkin robek.
  • Cedera saraf akan menurunkan sensivitas rabaan pada jari. Saraf yang rusak dapat menyebabkan mati rasa pada jari.

Apa saja gangguan umum pada jari?

Selain cedera, tangan dan jari bisa saja mengalami gangguan yang memengaruhi fungsi tendon dan sendi jari. Gangguan tendon tersebut adalah trigger finger/thumb and De Quervain’s syndrome.

Dalam trigger finger, jari akan mengunci sebelum diluruskan ketika Anda mencoba untuk menekuk jari. Kondisi ini menyebabkan gerakan jari Anda menjadi terbatas karena jari tidak akan berubah posisi saat Anda mencoba untuk meluruskannya. Hal ini disebabkan oleh pembengkakan pada tendon yang mencegah Anda untuk mengendalikan jari sendiri.

Dalam De Quervain’s syndrome, tendon di luar ibu jari Anda akan mengalami gangguan. Hal ini menyebabkan rasa sakit ketika pergelangan Anda digerakan atau ketika Anda mencoba untuk meraih benda. Sindrom ini diduga disebabkan oleh pembengkakan tendon, tetapi tidak ada penyebab pasti untuk kondisi ini. Gerakan berulang dapat membuat rasa sakit menjadi lebih buruk.

Pembengkakan sangat umum terjadi pada jari. Terkadang, suhu juga menjadi faktor yang memicu pembengkakan. Pada suhu tinggi, pembuluh darah Anda dapat membesar dan melepaskan lebih banyak cairan di jaringan lunak sehingga menyebabkan bengkak. Beberapa kondisi, seperti carpal tunnel syndrome atau osteoarthritis, dapat menyebabkan pembengkakan yang disertai dengan nyeri, kekakuan dan mungkin mati rasa di jari. Penyebab umum pembengkakan di jari adalah ganglion cyst, kista berisi cairan yang berkumpul di jari Anda. Kista ini tergolong jinak meskipun dapat kembali muncul pasca pengobatan.

Apa saja pengobatan dan diagnosis untuk cedera dan gangguan jari?

Ketika Anda mengalami cedera pada tangan atau jari, pemeriksaan seperti tes gerakan dan uji sensitivitas mungkin diperlukan untuk mengetahui kondisi tendon, ligamen atau saraf yang terluka. Pada beberapa kasus, pemeriksaan melalui x-ray mungkin dijalani untuk melihat kondisi tulang.

Pengobatan untuk cedera pada tangan dan jari dapat dilakukan dengan memakai perban atau pembalut dari gips untuk kasus-kasus yang lebih serius dari patah tulang. Jika kerusakan jari terlalu banyak, amputasi mungkin perlu dijalani. Kehilangan sensitivitas ujung jari merupakan gejala umum dan dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Dalam beberapa kasus, kelainan dan kekakuan pada jari mungkin hasil dari pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Mei 18, 2016 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca