Jari tangan termasuk salah satu bagian tubuh yang kerap mengalami cedera, baik ringan maupun berat. Biasanya, cedera paling parah dan tidak bisa ditangani dengan kompres es terjadi ketika jari tangan putus karena kecelakaan.
Jari tangan termasuk salah satu bagian tubuh yang kerap mengalami cedera, baik ringan maupun berat. Biasanya, cedera paling parah dan tidak bisa ditangani dengan kompres es terjadi ketika jari tangan putus karena kecelakaan.

Pertanyaannya, bisakah jari tangan yang putus disambung kembali? Berikut ulasannya.
Jari yang terputus ternyata masih ada kesempatan untuk bisa disambung kembali.
Bagian jari masih bisa disambung asalkan segera dilakukan tindakan dan tak lebih dari 12 jam setelah jari terputus.
Namun umumnya, semua orang pasti merasa panik saat mengalami cedera yang mengakibatkan patah tulang, apalagi hingga terputus, termasuk saat jari tangan putus.
Ada banyak penyebab kasus jari tangan terputus, di antaranya:
Sesuai kondisinya, kasus jari tangan terputus juga bisa terbagi menjadi 2 jenis berikut.
Jari tangan yang putus sering kali merupakan jari yang terpanjang.

Tujuan menyambungkan kembali jari tangan yang putus yaitu untuk mengembalikan fungsi tangan.
Utamanya, dokter akan berusaha melakukan penyabungan kembali jari tangan yang putus pada kondisi berikut ini.
Patah tulang pada anak cenderung lebih mudah sembuh saat harus menjalani prosedur penyambungan bagian tubuh. Jari tangan yang tersambung juga umumnya bisa berfungsi dengan baik.
Oleh karena itu, dokter umumnya akan lebih mengupayakan prosedur ini pada anak-anak.
Tangan bisa menggenggam lebih baik jika memiliki jari jempol atau setidaknya 2 jari.
Jika yang terpotong jempol atau hampir semua jari, maka dokter akan mencoba untuk menyambungkannya kembali.
Dilansir dari First Aid for Life, berikut ini pertolongan pertama yang perlu dilakukan saat jari tangan Anda atau orang lain terputus.
Ingat, jangan sampai potongan jari tersebut bersentuhan langsung dengan es. Oleh karena itu, Anda wajib membungkusnya dengan handuk yang lembap.
Hindari menggunakan dry ice karena justru bisa merusak jaringan jari yang terputus secara permanen. Jika hal itu terjadi, potongan jari tersebut tidak bisa disambungkan kembali dengan tangan.

Prosedur operasi penyambungan bagian tubuh yang putus umumnya disebut sebagai replantasi. Prosedur ini dapat dilakukan pada jari, tangan, atau lengan yang telah putus akibat kecelakaan maupun cedera serius.
Tujuannya tidak lain adalah agar pasien dapat memperoleh kembali fungsi bagian tubuh yang sebelumnya putus dengan seoptimal mungkin.
Operasi replantasi jari tangan putus dilakukan dalam tiga tahap berikut.
Pemulihan pascaoperasi penyambungan jari akan cukup memakan waktu dan pasien harus menjalaninya dengan cermat.
Proses ini dapat berbeda-beda pada setiap orang dan bergantung pada sejumlah faktor, seperti berikut ini.
Untuk menunjang proses pemulihan, pasien replantasi jari tangan putus juga harus menghindari hal-hal yang dapat mengganggu sirkulasi darah.
Anda harus menjauhi kebiasaan merokok karena hal ini dapat mengurangi aliran darah menuju area yang dioperasi.
Tidak hanya itu, Anda juga juga perlu menjaga tangan tetap berada lebih tinggi dari jantung untuk meningkatkan aliran darah ke bagian tersebut.
Pada kasus jari tangan putus, proses rehabilitasi adalah bagian yang penting dalam mengembalikan fungsi tangan seperti sedia kala.
Awalnya, tangan Anda akan dipasangi sejenis kerangka di sekitar jaringan yang tadinya mengalami cedera.
Kerangka ini akan membatasi gerakan tangan, tapi di saat yang sama juga membantu melatih pergerakan otot-otot tangan sambil tetap mengurangi kemungkinan timbulnya jaringan luka.
Rehabilitasi memang dapat membantu Anda mengembalikan fungsi tangan. Namun, perlu dipahami bahwa fungsi jaringan saraf pada tangan Anda tidak akan kembali hingga seratus persen.
Selain itu, jaringan saraf yang menghubungkan tangan Anda ke pusat sistem saraf juga memerlukan waktu cukup lama untuk pulih.
Jadi, Anda mungkin perlu menunggu hingga beberapa bulan sebelum bisa memperoleh kemajuan, termasuk merasakan sesuatu dengan ujung-ujung jari Anda.
Ternyata tidak semua cedera jari bisa disambung kembali.
Selain karena terlalu lama, ada beberapa kondisi yang biasanya membuat jari tidak boleh disambungkan kembali, di antaranya sebagai berikut.
Jika Anda mengalami cedera yang membuat jari hancur, dokter biasanya akan mengambil tindakan amputasi, bukan disambungkan kembali.
Pasalnya, ketika jari hancur, maka jaringannya pun akan hancur. Kerusakan jaringan yang terlalu banyak dan parah membuat jari tak bisa dan tak boleh disambungkan kembali.
Bukan hanya itu, jika cedera yang Anda alami cenderung telah terkontaminasi dan kotor, biasanya dokter juga tidak menyarankan untuk melakukan prosedur penyambungan.
Ini karena potongan jari yang terputus dan dalam keadaan kotor bisa menimbulkan banyak masalah jika disambung kembali.
Jika Anda mengalami cedera pada satu jari, dokter biasanya lebih menyarankan Anda untuk mengamputasinya.
Ini karena menyambungkan jari kembali cenderung menimbulkan lebih banyak masalah dibandingkan dengan mengamputasinya.
Sama seperti cedera satu jari, memasang kembali bagian ujung jari yang terputus cenderung menimbulkan lebih banyak masalah.
Oleh karena itu, dokter biasanya hanya akan memberikan perawatan tertentu untuk membantunya lekas sembuh.
Pasalnya, cedera di bagian ujung jari cenderung sembuh dengan cukup cepat, mudah pulih, dan tidak terlalu menganggu tampilan serta fungsinya secara keseluruhan.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Arm, Hand and Finger Replantation | The Hand Society. (2023). Retrieved 11 January 2023, from https://www.assh.org/handcare/condition/hand-arm-finger-replantation
Replantation. (n.d.). Retrieved 11 January 2023, from https://www.massgeneral.org/orthopaedics/hand/conditions-and-treatments/replantation
Hammett, E. (2022). What to do if someone cuts their finger off. Retrieved 11 January 2023, from https://firstaidforlife.org.uk/amputated-finger-what-to-do/
Fingertip Injuries and Amputations – OrthoInfo – AAOS. (2023). Retrieved 11 January 2023, from https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/fingertip-injuries-and-amputations
Krauss EM, Lalonde DH. Secondary healing of fingertip amputations: a review. Hand (N Y). 2014;9(3):282-8. https://doi.org/10.1007/s11552-014-9663-5
Zhu ZW, Zou XY, Huang YJ, et al. Evaluation of sensory function and recovery after replantation of fingertips at Zone I in children. Neural Regen Res. 2017;12(11):1911-1917. https://doi.org/10.4103/1673-5374.219053
Brown M, Lu Y, Chung KC, Mahmoudi E. Annual hospital volume and success of digital replantation. Plast Reconstr Surg. 2017;139(3):672-680. https://doi.org/10.1097/PRS.0000000000003087
Siegel P, Richardson M, Flores J. Exploration of outcomes and interventions used following digit amputation. Archives of Physical Medicine and Rehabilitation. 2022;103(12):e157. https://doi.org/10.1016/j.apmr.2022.08.855
Chung KC, Yoon AP, Malay S, et al. Patient-reported and functional outcomes after revision amputation and replantation of digit amputations: The FRANCHISE multicenter international retrospective cohort study. JAMA Surg. 2019;154(7):637-646. https://doi.org/10.1001/jamasurg.2019.0418
Yadav N, Chand P, Jurel SK. Rehabilitation of single finger amputation with customized silicone prosthesis. Natl J Maxillofac Surg. 2016;7(1):89-91. https://doi.org/10.4103/0975-5950.196141
Versi Terbaru
12/02/2023
Ditulis oleh Reikha Pratiwi
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita
Diperbarui oleh: Angelin Putri Syah