Suntikan Insulin: Metode Pertama Pemberian Insulin Suntik pada Penderita Diabetes

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Penderita diabetes tentu sudah akrab dengan yang namanya jarum suntik. Terlebih jika mereka sudah memiliki ketergantungan terhadap insulin. Jarum suntik sudah menjadi “teman” yang ditemui setiap harinya.

Suntikan insulin ini kadang menjadi momok yang menakutkan bagi beberapa penderita diabetes. Jarum yang tajam dan ingatan masa kecil ketika disuntik terkadang bisa menimbulkan fobia sendiri terhadap jarum suntik. Meski begitu, hanya ada satu cara untuk mengatasi masalah ini, yaitu dengan melawan ketakutan itu.

Beruntung, dengan semakin majunya dunia kesehatan, para penderita diabetes bisa sedikit lega dengan kehadiran pena insulin. Bentuknya yang lebih menyerupai pulpen, membuat bayangan ngeri akan jarum suntik dapat tersamar. Meski begitu, tak ada salahnya jika kita juga mengenal jarum suntik insulin, sebagai perangkat paling pertama yang berperan dalam pemberian insulin.

Apa itu suntikan insulin?

Suntikan insulin adalah cara paling umum pemberian insulin ke dalam tubuh. Tentu Anda familier bukan dengan adegan seorang dokter tengah menyentil jarum suntik guna membersihkan obat yang ada di dalamnya? Begitulah bentuk dari jarum suntik insulin secara umum. Sama dengan jarum suntik yang biasa Anda temui, namun dalam ukuran jarum dan wadah yang berbeda. Biasanya, berukuran lebih kecil.

Suntikan insulin biasanya tersedia dalam panjang dan ketebalan jarum yang berbeda. Terdapat dua ukuran yang umum dijumpai pada jarum suntik insulin, yaitu jarum pendek (kurang dari 10 mm) dan jarum panjang (lebih dari 10 mm). Jarum suntik insulin memiliki ketebalan yang tipis. Hal itu disebabkan oleh frekuensi penyuntikkan insulin yang dilakukan secara rutin, sehingga dibutuhkan jarum yang lebih tipis untuk menghindari terjadinya iritasi atau efek samping pada titik injeksi.

Komponen suntikan insulin

Jarum suntik insulin memiliki tiga komponen yang perlu Anda ketahui.

  • Jarum suntik. Jarum pada suntikan insulin umumnya pendek dan tipis. Hal itu dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan mempermudah proses injeksi insulin suntik. Pastikan bahwa jarum suntik Anda terlindung oleh penutupnya ketika Anda mendapatkannya
  • Wadah/tabung insulin. Bagian ini merupakan wadah tempat Anda menyimpan insulin. Wadah ini dilengkapi dengan garis ukur yang menunjukkan jumlah unit insulin yang akan Anda suntikkan ke dalam tubuh
  • Pendorong. Bagian ini berbentuk panjang yang dapat melakukan gerakan meluncur ke atas dan bawah dengan karet di bagian ujung dalam untuk mencegah insulin bocor keluar. Bagian ini berfungsi untuk menarik insulin ke dalam wadah suntik dan menyuntikkannya ke dalam tubuh

Perlu diingat bahwa suntikan insulin bersifat sekali pakai. Anda harus membuangnya ketika telah selesai menggunakannya. Konsultasikan dengan apoteker Anda mengenai cara tepat untuk membuang jarum suntik insulin ini agar tidak disalahgunakan.

Mengapa suntikan insulin umum digunakan untuk pemberian insulin?

Sebelum merebaknya penggunaan pena insulin pada tahun 1990-an, jarum suntik menjadi perangkat yang paling umum digunakan untuk melakukan pemberian insulin. Beberapa alasannya antara lain:

  • Harganya yang lebih murah
  • Tersedia dalam berbagai ukuran, ketebalan, dan panjang jarum
  • Mudah digunakan dan dipelajari
  • Banyak asuransi yang menanggung penggunaan suntikan insulin, namun tidak bagi pena insulin
  • Suntikan insulin bisa digunakan untuk mencampur dua insulin dalam sekali suntik (jika insulin yang digunakan adalah insulin yang dapat dikombinasikan)

Tips memilih jarum suntik insulin

Sebelum memilih suntikan insulin, ada dua hal yang harus Anda perhatikan, yaitu:

  • Kapasitas dari unit insulin yang Anda butuhkan (hal ini dapat dilihat dari tulisan/penanda yang tertera pada tabung penampung insulin)
  • Seberapa jelas tulisan pada tabung penampung insulin dapat terlihat

Pilihlah jarum suntik dengan kapasitas terkecil sesuai dengan yang Anda butuhkan. Suntikan yang lebih kecil biasanya memiliki tulisan pada wadah penampung insulin yang lebih jelas sehingga memudahkan Anda untuk membacanya.

Langkah-langkah melakukan pemberian insulin dengan suntikan insulin

Sebelum Anda melakukan penyuntikan, hal yang harus diperhatikan adalah memperhatikan cairan insulin itu sendiri dan memeriksa tanggal kedaluwarsa dari insulin Anda. Pastikan pula bahwa tak terdapat partikel padat atau perubahan warna pada insulin di dalam botol kecilnya. Selalu cuci tangan Anda sebelum melakukan suntikan.

1. Siapkan alat suntik Anda

Ketika melakukan penyuntikan, pastikan bahwa jarum Anda masih tertutup sehingga masih steril. Setelah Anda membuka penutup jarum, tariklah bagian pendorong untuk mengisi udara ke dalam wadah penampung insulin suntik. Tariklah sebatas jumlah unit yang Anda butuhkan untuk injeksi insulin

2. Menyiapkan botol insulin Anda

Dengan posisi botol insulin menghadap ke atas, suntikkan udara yang telah diambil tadi ke dalam botol vial. Hal ini berguna untuk menyamakan tekanan di dalam botol insulin agar Anda lebih mudah menariknya. Jika Anda menggunakan insulin yang dilarutkan, pastikan bahwa insulin dalam botol Anda sudah tercampur dengan baik. Anda dapat mencampurnya dengan memutarnya di telapak tangan Anda secara perlahan

3. Memindahkan insulin ke alat suntik

Posisikan botol kecil yang berisi insuli suntik Anda secara terbalik. Jika Anda sudah pernah mengeluarkan insulin dari botol vial yang sama, bersihkan terlebih dahulu dengan tisu yang mengandung alkohol. Kemudian arahkan suntikan dengan posisi jarum berada di atas, dan suntikkan ke dalam botol insulin Anda. Pastikan bahwa ujung jarum Anda berada dalam cairan insulin, bukan udara yang berada di dalam botol. Kemudian tariklah pendorong pada jarum suntik untuk memindahkan insulin dari botol ke alat suntik sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

4. Hilangkan gelembung

Setelah insulin berada dalam alat suntik, dengan jarum masih berada di atas, ketuk alat suntik dengan jari Anda perlahan untuk menghilangkan gelembung yang berada di dalam tabung insulin agar dosis yang dimasukkan sesuai dengan takaran.

5. Siapkan area injeksi

Jangan lupa untuk membersihkan area injeksi dengan alkohol. Pastikan bahwa area injeksi telah kering sebelum Anda melakukan penyuntikkan. Anda dapat menyuntik insulin pada jaringan berlemak yang berada di bawah kulit (subkutan) pada perut, paha, atau bokong. Anda juga dapat menyuntikkannya pada lengan atas jika memang mengandung banyak lemak. Pilihlah area yang tidak terlalu keras.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca