Curiga Punya Diabetes, Periksa ke Dokter Apa? Kapan Harus Periksa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Selama ini Anda mungkin sudah banyak mendengar atau membaca tentang penyakit diabetes. Anda mungkin juga sedang bertanya-tanya apakah harus periksa ke dokter jika merasa memiliki gejala diabetes. Apalagi ternyata ada anggota keluarga atau kerabat dekat yang sudah sakit diabetes. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk periksa risiko diabetes ke dokter?

Segera periksa ke dokter jika curiga kena diabetes

tanya dokter

Anda harus segera periksa ke dokter diabetes apabila merasa mengalami gejala khas penyakit diabetes.

Berikut beberapa gejala khas diabetes yang perlu Anda sadari.

  • Sering buang air kecil, terkadang terjadi setiap jam
  • Sering merasa haus dan lapar
  • Tubuh terasa lemah, lesu, dan tidak bertenaga
  • Sering mengalami infeksi, misalnya infeksi kulit, vagina, sariawan, atau saluran kemih
  • Kaki sering kesemutan atau mati rasa
  • Berat badan turun secara drastis dan tiba-tiba
  • Jika memiliki luka tertentu, proses penyembuhannya lama.

Penting untuk dipahami bahwa penyakit diabetes sering kali tidak menunjukkan gejala apa pun pada awalnya. Bahkan, kebanyakan orang sering kali tidak menyadari terkena penyakit diabetes sampai gula darahnya sudah telanjur melonjak naik sehingga menyebabkan berbagai gejala yang parah.

Maka jika Anda mengalami berbagai gejala di atas ditambah juga ada riwayat penyakit diabetes di keluarga, jangan ragu segera periksa ke dokter. Ingat, semakin cepat penyakit diabetes terdiagnosis, maka risiko komplikasinya semakin rendah.

Periksa diabetes ke dokter spesialis apa?

klaim asuransi kesehatan periksa ke dokter sakit penyakit ciri gejala

Sebelum Anda resmi didiagnosis punya diabetes, Anda harus lebih dulu menjalani pemeriksaan fisik dasar di dokter umum. Baik yang praktik mandiri dekat rumah, di klinik, puskesmas, atau rumah sakit terdekat.

Dokter umum pertama-tama akan bertanya seputar riwayat kesehatan Anda dan keluarga, serta memastikan gejala yang Anda alami lewat pemeriksaan fisik.

Sampaikan semua tanda dan gejala yang Anda rasakan beserta detil gaya hidup Anda selama ini ke dokter secara jelas dan menyeluruh. Kejujuran dan keterbukaan Anda dapat membantu memudahkan dokter membuat diagnosis awal sekaligus menentukan rencana pengobatan yang tepat sesuai.

Dokter juga dapat menyarankan Anda menjalani tes darah dan tes urin. Dua tes ini dapat memantau kadar gula darah umum, kadar hemoglobin A1C, kadar kolesterol, serta kadar protein dalam urin.

Jika dari hasil pemeriksaan dokter umum Anda benar dicurigai kena diabetes, ia dapat merujuk Anda periksa ke dokter spesialis diabetes. Dokter spesialis dalam hal ini adalah spesialis penyakit dalam (SpPD), atau juga dikenal dengan dokter internis.

Peran dokter internis untuk diagnosis diabetes

penyebab penyakit diabetes

Dokter internis akan melakukan pemeriksaan penunjang lanjutan, baik  secara fisik maupun tes lab, untuk meresmikan diagnosis awal yang sudah dibuat oleh dokter umum.

Setelahnya, dokter internis akan mengamati seberapa jauh perkembangan diabetes yang Anda alami. Jika belum parah, dokter spesialis penyakit dalam dapat memberikan rencana perubahan gaya hidup sehat serta sejumlah pantangan atau anjuran tertentu untuk mengendalikan kadar gula darah.

Dalam kasus diabetes yang lebih parah, dokter mungkin meresepkan obat-obatan penurun gula darah atau suntikan insulin. Apabila Anda sudah sampai mengalami komplikasi diabetes, dokter internis akan merujuk Anda periksa ke dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik dan diabetes (SpPD-KEMD).

Dokter SpPD-KEMD dapat membuat tim dokter gabungan dari beberapa spesialis, mulai dari dokter mata, podiatrist (spesialis bedah kaki), fisioterapis, dan ahli gizi untuk membantu Anda mengatasi diabetes.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca