Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Salah satu komplikasi yang dapat terjadi ketika Anda mengidap diabetes adalah gangguan saraf tepi atau dikenal juga sebagai neuropati diabetik. Sayangnya, hingga sekarang belum ada pengobatan atau perawatan yang bisa benar-benar menyembuhkan neuropati diabetik. Namun, terdapat pengobatan untuk meringankan gejala. Pengidap diabetes (diabetesi) juga dapat memulai upaya untuk menurunkan risiko sebagai langkah pencegahan neuropati.

Pengobatan neuropati diabetik

Neuropati merupakan gangguan pada saraf tepi dan salah satu faktor risikonya adalah ketika Anda mengidap diabetes tipe 1 atau tipe 2. Para peneliti percaya bahwa neuropati dapat terjadi akibat kadar gula darah dan lemak (seperti trigliserida) yang tinggi pada sel-sel dan jaringan saraf. Ketika Anda mengalami neuropati diabetik, sistem saraf tidak dapat lagi bekerja dengan normal.

Apabila Anda mengidap diabetes dan mengalami gejala neuropati diabetik, segera hubungi dokter. Gejalanya antara lain:

  • Sensitif terhadap sentuhan
  • Hilangnya indera peraba
  • Kesulitan menjaga keseimbangan saat berjalan
  • Kebas atau nyeri pada tangan atau kaki
  • Mual, gangguan pencernaan, atau muntah-muntah
  • Pusing ketika berdiri
  • Gangguan penglihatan, seperti berbayang
  • Denyut jantung meningkat

Anda dapat melakukan pengobatan untuk meringankan gejala dan menurunkan risiko neuropati diabetik tersebut dengan cara:

1. Perubahan dan mengontrol gaya hidup

Gaya hidup sehat mencegahan stroke ringan

Apabila Anda mengidap diabetes, sebaiknya berkonsultasi pada dokter untuk membuat rencana perawatan untuk mengurangi risiko neuropati diabetik. Dokter mungkin akan merekomendasikan beberapa jenis obat dan perubahan gaya hidup, seperti:

Membuat keputusan terbaik saat memilih makanan

Pola makan yang sebagian besar terdiri dari buah dan sayur akan memberikan manfaat seperti serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Hal ini dapat menjaga kesehatan secara keseluruhan dan membantu gula darah tetap seimbang.

Menjaga berat badan ideal

Terdapat hubungan antara berat badan berlebih dan menurunnya sensitivitas insulin dalam tubuh. Ini dapat meningkatkan risiko peningkatan kadar gula darah dan dapat menyebabkan kerusakan saraf.

Oleh karena itu, penting bagi penderita diabetes untuk tetap menjaga berat badang yang ideal untuk mengurangi risiko neuropati diabetik.

Selalu aktif setiap hari

Anjuran untuk berolahraga saat ini adalah Anda perlu setidaknya melakukan gerakan aerobik menengah selama 150 menit atau 75 menit aerobik berat dalam seminggu.

Berhenti merokok

Diabetes lebih banyak ditemukan pada perokok, meski para peneliti belum bisa memastikan alasannya. Namun faktanya, merokok dapat merusak dinding arteri, mengakibatkan lemak menumpuk sehingga pembuluh darah menyempit, dan menghambat sirkulasi. Sirkulasi darah yang terganggu berdampak juga pada neuropati.

2. Mengonsumsi obat atau suplemen

waktu terbaik minum suplemen

Beberapa jenis obat pereda rasa sakit dapat digunakan untuk meringankan gejala neuropati diabetik. Namun, jika tidak efektif, Anda perlu meminta obat preskripsi dari dokter.

Selain itu, suplemen juga dapat berperan dalam mengontrol neuropati diabetik. Salah satu vitamin yang mampu membantu pengobatan neuropati diabetik adalah vitamin B, contohnya vitamin B12. Vitamin B pada umumnya aman dikonsumsi. Namun, jika ragu, Anda dapat berkonsultasi pada dokter sebelum mulai mengonsumsi suplemen atau vitamin.

3. Rutin mengontrol gula darah

cara cek gula darah di rumah

Pengidap diabetes perlu konsisten untuk memeriksa gula darah agar dapat menjaga kadar gula tetap berada pada batas tertentu. Dengan demikian, kerusakan saraf dapat dihambat bahkan dapat meringankan gejala yang dialami. 

Untuk mengetahui berapa angka kadar gula yang aman, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter karena terdapat beberapa faktor perlu dipertimbangkan. 

Namun menurut American Diabetes Association, secara umum rekomendasi kadar gula darah yang perlu dijaga adalah:

  • Antara 80 dan 130 mg/dL sebelum makan
  • Kurang dari 180 mg/dL dua jam setelah makan

Oleh karena belum ada pengobatan khusus neuropati diabetik. Cara terbaik untuk merawat kondisi kesehatan ini adalah dengan menjaga kadar gula darah melalui obat/suplemen dan gaya hidup sehat. Selalu cek kadar gula darah secara rutin dan segera hubungi dokter apabila mengalami gejala yang Anda rasa memerlukan pertolongan medis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Studi: 1 dari 10 Pasien COVID-19 dengan Diabetes Berisiko Meninggal Dunia

Penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko penderita COVID-19 meninggal dunia. Ini kata penelitian terbaru tentang diabetes dan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Risiko penyakit dan kanker hati meningkat beberapa kali lipat pada penderita diabetes. Ini yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kanker Hati, Health Centers 16/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Diabetesi termasuk golongan yang rentan terjangkit virus COVID-19. Selain lakukan upaya pencegahan, jaga juga kadar gula darah di rumah dengan tips berikut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
diabetesi
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Penderita diabetes perlu mengontrol diabetesnya. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu jalan kaki. Apa manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Diabetes, Health Centers 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diabetes insipidus adalah

Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 12 menit
sering buang air kecil

8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit