backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Akupunktur untuk Mengobati Diabetes, Apakah Aman?

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Fajarina Nurin · Tanggal diperbarui 07/09/2023

Akupunktur untuk Mengobati Diabetes, Apakah Aman?

Akupunktur adalah pengobatan alternatif yang dipercaya mampu mengatasi berbagai penyakit. Pengobatan ini dilakukan oleh ahli dan melibatkan jarum-jarum kecil yang ditempelkan di titik-titik tertentu pada tubuh. Kabarnya, akupunktur dinilai baik untuk pasien diabetes. Lantas, bagaimana cara kerja terapi akupunktur untuk mengatasi diabetes? Apakah metode ini terbukti efektif?

Apa saja manfaat akupunktur untuk diabetes?

Terapi akupuntur adalah metode pengobatan diabetes yang populer di Cina.

Akupunktur bahkan dipercaya tidak hanya efektif pengobatan, tetapi juga mencegah dan mengelola komplikasi diabetes.

Teknik akupunktur yang efektif untuk Anda mungkin berbeda dengan orang lain, tergantung kondisi masing-masing orang.

Sebelum memutuskan teknik mana yang sesuai untuk kondisi Anda, pahami terlebih dahulu berbagai manfaat akupunktur untuk pengidap diabetes.

Akupunktur untuk diabetes

1. Menurunkan kadar gula darah

Akupunktur dapat membantu menurunkan kadar glukosa dalam darah dengan meningkatkan relaksasi dan melawan stres.

Terapi ini menurunkan stres dengan cara mengontrol kadar kortisol atau yang dikenal dengan hormon stres. Setelah kadar stres menurun, kadar gula darah tinggi juga akan turun.

Hal ini sudah dibuktikan dalam sebuah penelitian terhadap hewan percobaan yang dipublikasikan di Acupuncture in Medicine

Studi tersebut menyebutkan bahwa teknik akupunktur dapat menurunkan kadar gula darah, meningkatkan kadar insulin, dan memperbaiki toleransi glukosa.

2. Mengatasi resistensi insulin

Manfaat akupuntur bagi pengidap diabetes selanjutnya adalah mengatasi resistensi insulin, yaitu kondisi ketika sel tubuh mengabaikan sinyal dari hormon insulin.

Penelitian lain yang dipublikasikan di Acupuncture in Medicine membuktikan hal tersebut dalam sebuah studi terhadap manusia dan hewan.

Hasilnya, terapi akupunktur dapat membantu mengurangi resistensi insulin dan meningkatkan tingkat sensitivitas insulin.

Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa manfaat akupunktur satu ini bisa didapatkan dengan atau tanpa kombinasi terapi lain, seperti obat-obatan herbal atau perubahan pola makan.

3. Meningkatkan keberhasilan pengobatan diabetes

Sebuah penelitian di Cina menunjukkan bahwa teknik akupunktur mampu membuat hasil pengobatan diabetes lebih maksimal.

Studi yang dilakukan pada hewan percobaan tersebut menunjukkan bahwa kombinasi antara teknik akupunktur dengan obat anti-diabetes (metformin) memperlihatkan hasil menarik.

Dibandingkan dengan konsumsi metformin sendiri, kombinasi dengan teknik akupunktur menunjukkan adanya efek penurunan gula darah dan peningkatan sensitivitas insulin yang lebih baik.

Meskipun begitu, metformin sendiri merupakan obat yang dapat menyebabkan banyak efek samping.

Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter apakah Anda bisa mengonsumsinya.

4. Mengatasi rasa sakit akibat diabetes

Kerusakan saraf (neuropati diabetik) yang berujung pada sakit kronis merupakan efek samping diabetes yang umum terjadi.

Pengobatan akupunktur dinilai mampu meringankan nyeri saraf akibat diabetes tersebut.

Caranya adalah dengan memberikan rangsangan pada saraf di sepanjang pergelangan tangan dan kaki.

Teknik tersebut akan meningkatkan relaksasi dan merangsang produksi endorfin, hormon yang memicu perasaan positif dan mampu memblokir perasaan sakit.

Apa saja teknik akupunktur untuk mengatasi diabetes?

Akupunktur untuk diabetes

Teknik akupuntur yang digunakan untuk mengatasi diabetes mungkin berbeda dengan teknik yang efektif dalam mengatasi kondisi lain. Berikut beberapa teknik yang paling umum dilakukan.

1. Akupuntur pergelangan kaki

Penelitian yang dipublikasikan di Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine menyebutkan bahwa titik akupuntur di pergelangan tangan dan kaki dapat mengatasi rasa sakit.

Pada hal ini termasuk sakit akibat diabetes yang disebut dengan neuritis perifer diabetik.

2. Elektroakupunktur

Teknik akupunktur ini adalah jenis yang paling umum digunakan untuk mengobati diabetes.

Cara melakukan teknik ini untuk pasien diabetes adalah dengan memasang jarum di setiap titik akupuntur dan melewatkan listrik dari satu jarum ke jarum lainnya.

3. Akupunktur herbal

Teknik akupunktur untuk diabetes ini dilakukan dengan cara menyuntikan herbal ke dalam beberapa titik akupuntur yang telah ditentukan oleh ahli.

Adakah risiko akupunktur untuk diabetes?

akupuntur saat hamil

Akupuntur untuk mengobati diabetes termasuk aman untuk dilakukan asalkan dilakukan dengan praktisi akupunktur dan kompeten dan menggunakan jarum yang steril.

Efek samping yang umum terjadi termasuk rasa sakit dan perdarahan ringan atau memar di tempat jarum dimasukkan.

Meskipun tergolong aman, bukan berarti pengobatan alternatif ini cocok untuk semua orang, terlebih bagi para pengidap diabetes.

Terlebih lagi, akupunktur bukan satu-satunya pengobatan yang dapat mengatasi diabetes.

Lagi pula, diabetes masih tergolong penyakit yang tak bisa sembuh. Maka itu diabetesi perlu melakukan pengobatan diabetes seumur hidup.

Oleh karena itu, Anda disarankan melakukan konsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk memasukkan terapi akupuntur dalam rencana pengobatan diabetes.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Fajarina Nurin · Tanggal diperbarui 07/09/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan