Pengobatan Diabetes: Terapi Insulin Sliding Scale

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/03/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Terapi insulin sliding scale (SSI) adalah terapi insulin umum untuk manajemen diabetes di rumah sakit. Namun, metode ini menjadi kontroversial dalam beberapa tahun terakhir karena terlihat tidak mengontrol gula darah dengan baik.

Apakah itu terapi insulin?

Insulin adalah dasar dari pengobatan bagi kebanyakan orang penderita diabetes. Tubuh mereka tidak bisa membuat hormon ini dalam jumlah yang cukup atau tidak dapat menggunakannya secara efisien. Orang dengan diabetes tipe 1 dan beberapa dengan diabetes tipe 2, harus melakukan beberapa suntikan insulin sehari. Obat ini membuat kadar gula darah mereka berada dalam rentang normal dan mencegah kadar gula darah tinggi, yang dapat membantu mereka menghindari komplikasi diabetes. Jumlah insulin yang akan digunakan seseorang dapat ditentukan dalam beberapa cara yang berbeda.

Insulin dosis tetap
Dengan metode ini, Anda mengambil sejumlah unit insulin tertentu yang telah ditetapkan setiap kali makan. Misalnya, Anda dapat mengambil 6 unit pada waktu sarapan dan 8 ketika makan malam. Jumlahnya tidak berubah berdasarkan pembacaan gula darah Anda atau jumlah makanan yang Anda makan. Meskipun hal ini mungkin lebih mudah bagi orang-orang yang baru mulai menjalani pengobatan insulin, hal ini tidak memperhitungkan kadar gula darah pra-makan, dan tidak memungkinkan untuk memvariasikan jumlah karbohidrat pada makanan.

Terapi insulin sliding scale (SSI)
Dalam metode ini, dosis didasarkan pada tingkat gula darah Anda sebelum waktu makan Anda. Semakin tinggi gula darah Anda, semakin banyak insulin yang Anda ambil. Hal ini paling sering digunakan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya karena mudah dan nyaman untuk dikelola staf medis.

SSI menjadi kontroversial dalam beberapa tahun terakhir karena tidak terlihat mengontrol gula darah dengan sangat baik.

Rasio karbohidrat-insulin
Dalam metode ini, Anda mengambil sejumlah insulin untuk sejumlah karbohidrat. Misalnya, jika rasio karbohidrat-insulin sarapan Anda adalah 10: 1 dan Anda makan 30 gram karbohidrat, Anda akan mengambil 3 unit sebelum sarapan untuk mengimbangi makanan Anda. Metode ini juga memasukan “faktor koreksi” yang menyumbang gula darah pra-makanan Anda. Misalnya, jika Anda ingin gula darah Anda berada di bawah 150 mg/dL sebelum makan dan milik Anda adalah 170 gram, dan Anda telah diberi tahu untuk mengambil 1 unit insulin untuk mengoreksi setiap 50 gram lebih, Anda akan mengambil 1 tambahan unit insulin bersama bolus insulin sebelum makan Anda. Sementara ini butuh banyak latihan dan pengetahuan, bagi orang-orang yang dapat mengelola metode ini dapat menjaga kontrol yang lebih baik pada kadar gula darah setelah waktu makan mereka.

Metode ini, walau  rumit, lebih baik daripada menggunakan metode sliding scale yang lebih umum, seperti yang dijelaskan di bawah ini.

Bagaimana terapi insulin sliding scale bekerja?

Dalam kebanyakan terapi insulin sliding scale, gula darah Anda diambil menggunakan glukometer. Hal ini dilakukan setiap 6 jam atau sebelum makan dan sebelum tidur, secara total sekitar 4 kali sehari. Jumlah insulin pada saat waktu makan yang Anda dapatkan berdasarkan pengukuran gula darah Anda pada waktu tersebut. Biasanya menggunakan insulin dengan kerja cepat.

Permasalahan dengan terapi insulin sliding scale

Para ahli telah mengajukan beberapa kekhawatiran tentang penggunaan terapi insulin sliding scale. Beberapa di antaranya dibahas di bawah ini.

  1. Kurangnya kontrol gula darah

Sebuah artikel di American Family Physician meninjau kembali studi sepanjang 40 tahun tentang insulin sliding scale. Ditemukan bahwa, meskipun sebagian besar orang yang dirawat di rumah sakit dengan diabetes diberi SSI, tidak ada penelitian jelas yang menunjukkan bahwa SSI efektif dalam mengendalikan gula darah. Sebaliknya, sering menyebabkan efek tak terduga.

SSI sangat tidak efektif untuk menurunkan gula darah tinggi. Kadang-kadang dapat menyebabkan gula darah turun terlalu rendah. Itulah mungkin, mengapa penelitian telah menemukan bahwa orang yang diberikan metode ini seringkali harus tinggal di rumah sakit lebih lama daripada mereka yang diberi dosis insulin tetap.

  1. Tidak ada personalisasi

Terapi insulin sliding scale tidak memperhitungkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kebutuhan gula dan insulin darah Anda. Faktor pribadi meliputi:

  • Diet: Apa yang Anda makan dapat mempengaruhi kebutuhan insulan Anda. Misalnya, jika Anda makan makanan tinggi karbohidrat (seperti roti dan kue) Anda akan memerlukan dosis insulin yang lebih tinggi dibandingkan jika Anda makan makanan yang rendah karbohidrat.
  • Berat: Seseorang yang memiliki berat berlebih mungkin membutuhkan lebih banyak insulin. Jika orang dengan berat 60 kg dan orang 90 kg masing-masing mendapatkan dosis yang sama, orang dengan berat 90 kg mungkin tidak akan menerima cukup insulin untuk menurunkan gula darah mereka.
  • Riwayat insulin: Dosis tidak memperhitungkan berapa banyak insulin yang Anda butuhkan di masa lalu. Juga tidak mempertimbangkan bagaimana sensitif Anda akan dampaknya.
  1. Dosis mencerminkan kebutuhan insulin sekarang

Dengan SSI, Anda mendapatkan dosis insulin yang didasarkan pada seberapa baik dosis insulin sebelumnya bekerja. Itu berarti dosis tidak didasarkan pada jumlah insulin yang mungkin benar-benar Anda perlukan untuk makanan ini. Jika Anda menerima dosis insulin yang bekerja cepat dengan makan siang, dosis ini mungkin telah bekerja untuk membuat glukosa darah Anda dalam kisaran target, tetapi ini dapat mengakibatkan terlalu sedikit insulin yang digunakan pada waktu makan berikutnya. Kadang-kadang dosis yang diberikan terlalu dekat bersamaan ( “ditumpuk”), yang menyebabkan efek mereka tumpang tindih.

Penggunaan terapi insulin sliding scale saat ini

Banyak organisasi tidak menyarankan rumah sakit, panti jompo, dan fasilitas kesehatan lainnya untuk menggunakan insulin sliding scale. Sebaliknya, mereka merekomendasikan menggunakan insulin basal, dengan insulin waktu makan ditambahkan sesuai kebutuhan. Ini melibatkan suntikan insulin tahan lama yang membantu menjaga kadar insulin stabil sepanjang hari. Ditambah juga insulin saat makan yang bekerja cepat dan dosis koreksinya untuk mengatur kadar gula darah setelah makan. Rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya tampaknya mengikuti rekomendasi ini. Hari ini, mereka menggunakan terapi SSI lebih jarang daripada yang biasa mereka lakukan.

Beberapa ahli mengatakan terapi insulin sliding scale harus dihapus sepenuhnya. Namun, salah satu laporan dari American Diabetes Association dalam jurnal Diabetes Care mengajukan kewaspadaan. Laporan tersebut mengatakan penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan sebelum kesimpulan tentang metode pengobatan ini bisa ditarik. Para penulis mengatakan tidak ada cukup penelitian yang benar  pada insulin sliding scale. Laporan tersebut menyerukan agar dilakukan lebih banyak studi untuk membandingkan insulin sliding scale dengan prosedur insulin lainnya sebelum dokter dapat membuat putusan akhir.

Anda mungkin hanya menemukan terapi insulin sliding scale jika Anda dirawat di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain. Tanyakan kepada dokter Anda tentang seperti apa pengobatan insulin Anda akan dijadwalkan saat Anda berada di sana. Anda mungkin ingin memastikan bahwa metode pengobatan insulin Anda akan memberikan Anda kontrol gula darah yang optimal. Pilihan lain mungkin tersedia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

    Berbagai penyakit kulit ini bisa menjadi salah satu komplikasi yang muncul saat seseorang memiliki keadaan diabetes yang tidak terkontrol.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Diabetes, Health Centers 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

    Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

    Diabetesi termasuk golongan yang rentan terjangkit virus COVID-19. Selain lakukan upaya pencegahan, jaga juga kadar gula darah di rumah dengan tips berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    minyak esensial

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    sindrom pura-pura sakit

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit