Pengobatan Diabetes: Insulin Hirup

Oleh

Sebagian besar dari kita tidak begitu memikirkan insulin. Setelah kita mengkonsumsi makanan, pankreas kita secara otomatis melepaskan insulin, yang menggerakan gula (glukosa) dari darah dan ke dalam sel, sehingga dapat digunakan baik langsung untuk dijadikan energi atau disimpan dalam sel untuk digunakan nanti.

Namun, pada orang dengan diabetes tipe 1, pankreas tidak membuat insulin. Pada diabetes tipe 2, entah mengapa tubuh tidak membuat cukup insulin, tidak menggunakannya secara efektif, atau, paling sering, keduanya. Orang dengan diabetes tipe 1 harus menyuntikkan insulin untuk menggantikan hormon tubuh mereka yang kurang. Mereka yang menderita diabetes tipe 2 mungkin perlu menggunakan insulin untuk membantu menjaga gula darah mereka dalam kisaran target.

Insulin tidak dapat dikonsumsi dalam bentuk pil karena perut akan mulai untuk memecah obat sebelum memiliki kesempatan untuk bekerja. Jadi sampai sekarang, orang-orang dengan diabetes paling sering menggunakan insulin melalui suntikan. Orang yang membutuhkan insulin harus melakukannya untuk diri sendiri, satu atau lebih suntikan harian.

Dalam beberapa tahun terakhir, telah ada terobosan dalam sistem penggunaan insulin. Sebuah bentuk baru dari insulin kini memungkinkan orang dengan diabetes untuk mengambil insulin mereka dengan menghirupnya. Meskipun dalam waktu dekat insulin hirup belum akan menggantikan insulin suntik, ini bisa mengurangi jumlah pasokan yang harus diambil pada beberapa orang.

Apa itu insulin hirup?

Insulin hirup merupakan insulin yang dilarutkan dalam bubuk kering, yang ditempatkan di dalam wadah dosis tunggal. Anda bernapas menggunakan bubuk melalui inhaler kecil, mirip dengan inhaler asma. Insulin akan diserap ke paru-paru Anda dan bergerak dari sana ke dalam aliran darah Anda.

Sebuah versi yang berbeda dari insulin hirup telah dipelajari selama bertahun-tahun. Pada tahun 2006, Exubera menjadi insulin hirup pertama yang disetujui FDA untuk dijual di Amerika Serikat. Namun hanya setahun kemudian, produsennya, Pfizer, menariknya dari pasaran karena penjualan yang buruk. Perusahaan lain menarik produk insulin hirup mereka bahkan sebelum mereka muncul di pasaran. Pada tahun 2014, FDA menyetujui produk insulin hirup baru yang disebut Afrezza. Insulin hirup ini diharapkan akan tersedia secara umum pada tahun 2015.

Kelebihan insulin hirup: bekerja cepat

Insulin hirup bekerja dengan cepat. Ia bertindak sekitar 15 menit setelah Anda menggunakannya pada awal makan, mirip dengan insulin kerja-cepat. Sebagai perbandingan,  insulin kerja singkat umumnya memiliki waktu mulai 30- 60 menit.

Namun, jika  insulin kerja-cepat dapat bertahan hingga 3-5 jam, insulin hirup dihapus dari tubuh dalam 2-3 jam. Eliminasi yang lebih cepat ini dapat membantu mengurangi risiko gula darah rendah dan kenaikan berat badan.

Risiko insulin hirup: meningkatkan risiko ketoasidosis

Menurut informasi resep obat yang diterbitkan oleh FDA, insulin hirup meningkatkan risiko seseorang terhadap ketoasidosis diabetik. Ketoasidosis diabetik terjadi ketika zat yang disebut keton menumpuk dalam darah. Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi yang berpotensi berbahaya. Jika tidak diobati, hal ini bahkan bisa berakibat fatal.

Dibandingkan dengan jenis insulin lainnya, obat hirup menyebabkan ketoasidosis diabetik  lebih sering pada orang dengan diabetes tipe 1. Jika Anda berada pada peningkatan risiko ketoasidosis diabetik , pastikan untuk berbicara dengan dokter Anda tentang kemungkinan komplikasi insulin hirup.

Manfaat insulin hirup: efektif

Pada penderita diabetes tipe 1, insulin hirup mengontrol gula darah sebaik insulin kerja cepat yang disuntik. Pada mereka dengan diabetes tipe 2, insulin hirup meningkatkan kontrol gula darah lebih lanjut ketika ditambahkan pada obat diabetes yang dimakan.

Risiko insulin hirup: efek samping

Beberapa efek samping utama dari insulin hirup melibatkan paru-paru. Bahkan, Afrezza membawa peringatan yang ”dikotakkan” tentang risiko bronkospasme, yang merupakan kejang otot mendadak dalam saluran napas yang dapat menyebabkan kesulitan untuk bernapas. Untuk alasan ini, insulin jenis ini tidak dianjurkan bagi orang dengan asma atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), atau bagi mereka yang merokok.

Beberapa orang yang telah menggunakan insulin hirup telah mengalami sedikit penurunan fungsi paru-paru. Sebuah studi pada tahun 2007 yang diterbitkan dalam Diabetes Technology dan Therapeutics melihat efek insulin hirup pada fungsi paru-paru. Para peneliti mempelajari orang-orang dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang tidak memiliki penyakit paru-paru. Mereka menemukan bahwa, dibandingkan dengan insulin suntik dan obat oral, insulin hirup menyebabkan penurunan kecil dalam fungsi paru-paru. Namun, fungsi paru-paru tidak memburuk dari waktu ke waktu.

Menurut informasi resep Afrezza, hal yang sama berlaku untuk obat baru. Orang yang menggunakan Afrezza juga mengalami penurunan kecil dalam fungsi paru-paru. produsen mencatat saat ini tidak ada cukup bukti untuk menentukan apakah menghentikan penggunaan obat dapat meningkatkan fungsi paru-paru. Mereka juga menyarankan dokter untuk menilai fungsi paru-paru seseorang secara terus-menerus.

Efek samping ringan lainnya dari insulin hirup termasuk batuk dan sakit tenggorokan. Diperlukan lebih banyak studi jangka panjang untuk menentukan efek jangka panjang dari insulin hirup pada paru-paru.

Manfaat insulin hirup: membatasi beberapa efek samping dari insulin suntik

Kadang-kadang insulin dapat menurunkan kadar gula darah terlalu berlebihan yang mengarah menjadi gula darah rendah. Meski insulin hirup juga dapat memiliki efek samping ini, ini kurang bisa disebut risiko karena masa aktif dari insulin hirup lebih pendek. Versi hirup mungkin juga mengurangi risiko kenaikan berat badan, yang merupakan efek samping umum lain dari insulin suntik.

Bagaimana cara memutuskan apakah harus menggunakan insulin inhalasi atau suntik?

Insulin hirup mungkin menghilangkan beberapa rasa sakit dari pengobatan diabetes, tetapi tidak akan sepenuhnya menggantikan bentuk suntik. Jika Anda menggunakan insulin jangka panjang untuk membantu mengontrol kadar gula darah Anda, Anda masih akan perlu menyuntikkan insulin.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca