Biguanide adalah sejumlah obat untuk diabetes tipe 2 (diminum) yang mencegah produksi glukosa di dalam hati, meningkatkan sensitivitas tubuh Anda terhadap insulin, dan mengurangi jumlah gula yang diserap usus.

Metformin merupakan obat dari kelompok biguanida. Biasanya, obat ini diresepkan secara tunggal, tetapi juga dapat dikombinasikan dengan obat lain dalam satu tablet, misalnya, metformin+pioglitazone (Competact), metformin+vildagliptin (Eucreas) dan metformin+sitagliptin (Janumet). Kadang-kadang digunakan dalam kombinasi dengan insulin bagi penderita diabetes tipe 1.

Ada dua jenis metformin, yaitu:

  • Metformin IR (immediate release), minum sampai 3 kali sehari.
  • Metformin SR (slow release), biasanya diminum 1 kali sehari.

Cara kerja biguanida

Biguanida bekerja dengan cara mencegah hati memecah lemak dan asam amino menjadi glukosa. Obat ini mengurangi jumlah gula yang diproduksi oleh hati, meningkatkan jumlah gula yang diserap oleh sel-sel otot, juga mengaktifkan enzim (AMPK) untuk membantu respon sel-sel menjadi lebih efektif terhadap insulin dan menyerap glukosa dari darah.

Biguanida tidak menyebabkan pankreas memproduksi lebih banyak insulin. Anda juga tidak akan mengalami gula darah rendah (hipoglikemia) atau berat badan naik, kecuali jika Anda mengombinasikan obat ini dengan obat-obatan yang memungkinkan terjadinya hal-hal tersebut. Kemungkinan Anda akan kehilangan berat badan saat menggunakan obat ini.

Apa saja efek samping yang timbul akibat penggunaan biguanida?

Segera hubungi 112 atau layanan darurat lainnya jika Anda mengalami:

  • Kesulitan bernafas
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Gatal-gatal
  • Gejala laktat asidosis yang meliputi bernafas terengah-engah, keringat berlebih, keluar keringat dingin atau kulit terasa dingin, nafas berbau tak sedap, sakit perut, mual atau muntah, dan/atau mengalami kebingungan

Efek samping yang umum terjadi dari penggunaan obat ini, antara lain:

  • Mual sementara dan/atau diare
  • Kehilangan selera atau nafsu makan
  • Perut kembung
  • Mengecap rasa logam pada lidah

Sebagai obat monoterapi, biguanida tidak menyebabkan hipoglikemia atau berat badan naik. Namun, risiko efek samping ini mungkin meningkat bila Anda menggunakannya bersama insulin atau sulfonilurea.

Yang harus diperhatikan

Ketika Anda mulai menggunakan biguanida, biasanya dosis ditambah secara bertahap untuk mencegah timbulnya efek samping. Anda juga dapat mengurangi rasa mual dengan meminum obat sambil makan.

Seiring berjalannya waktu, kadar vitamin B12 akan menurun saat Anda menggunakan biguanida. Apabila Anda telah menggunakan obat ini selama beberapa tahun atau lebih, bicarakan kepada dokter Anda untuk menjalani pemeriksaan vitamin B12.

Jika Anda memiliki gagal ginjal atau hati, kadar oksigen rendah dalam darah, mengonsumsi alkohol, memiliki infeksi akut, atau dehidrasi, maka kemungkinan Anda akan mengalami asidosis laktat. Bila Anda menggunakan biguanida saat menjalani operasi atau pemeriksaan sinar-X yang menggunakan pewarna, Anda juga bisa terkena asidosis laktat. Pastikan dokter tahu bahwa Anda sedang menggunakan obat ini, bila perlu jalani pemeriksaan yang melibatkan penggunaan pewarna atau operasi. Kemungkinan Anda harus menghentikan penggunaan biguanida untuk sementara waktu.

Apabila menstruasi berakhir sebelum mulai menggunakan biguanida, Anda bisa menstruasi lagi dan bisa hamil.

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca