4 Cara Ampuh dan Mudah Mengatasi Kram Kaki Akibat Diabetes

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Salah satu yang mungkin terjadi adalah kram kaki. Ya, rasa sakit dan kram pada tungkai kaki sering terjadi akibat kerusakan saraf yang disebut neuropati diabetik. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, kondisi ini dapat mengakibatkan masalah kaki yang serius, bahkan berujung pada amputasi. Oleh sebab itu, penting untuk mengatahui berbagai cara mengatasi kram kaki akibat diabetes.

Pengobatan yang tepat dapat meredakan gejala komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.

Berbagai cara mengatasi kram kaki karena diabetes

1. Mengendalikan gula darah

cek gula darah diabetes

Neuropati diabetik pada umumnya terjadi di kaki dan tungkai. Tanpa pengobatan yang tepat, kondisi ini bisa melemahkan Anda. Hal utama yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan risiko komplikasi diabetes tingkat lanjut adalah dengan memastikan gula darah Anda selalu berada dalam kisaran normal.

Ya, mengendalikan gula darah adalah kunci penting untuk perawatan diabetes. Anda dapat memulainya dengan mengubah pola makan menjadi lebih sehat dengan menghindari makanan manis dan tinggi lemak. Sebagai gantinya, perbanyaklah asupan serat serta vitamin bergizi dari buah dan sayur.

Yang tak kalah penting, Anda juga diharuskan untuk cek gula darah setiap hari. Dengan begitu, Anda dapat melakukan perawatan cepat jika sewaktu-sewaktu gula darah melonjak drastis.

2. Pakai obat pereda nyeri

Dirithromycin adalah obat

Cara mengatasi kram kaki karena diabetes juga bisa dilakukan dengan minum obat pereda nyeri. Jenis obat-obatan seperti acetaminophen dan ibuprofen dapat membantu mengurangi rasa sakit ringan sampai sedang. Obat-obatan tersebut dijual bebas di apotek atau toko obat tanpa resep dokter.

Sementara untuk rasa sakit yang hebat dan kram parah, dokter mungkin akan memberikan obat pereda nyeri dengan resep. Beberapa pilihan obat pereda nyeri yang mungkin diresepkan dokter termasuk:

3. Suplemen makanan

suplemen vitamin untuk vegetarian

Suplemen makanan tertentu juga dapat membantu meringankan rasa sakit dan kram kaki akibat diabetes. Beberapa nutrisi mungkin dapat berperan dalam memperbaiki jaringan saraf dan bahkan melindungi dari kerusakan di masa yang akan datang. Para ilmuwan secara khusus menyelidiki suplemen berikut untuk pengobatan neuropati diabetik:

  • Alpha lipoid acid (ALA). ALA merupakan antioksidan yang telah menyita perhatian banyak orang sebagai obat diabetes alami. Antioksidan ini biasanya ditemukan di beberapa makanan seperti brokoli dan wortel. ALA juga tersedia sebagai suplemen oral. Orang yang mengidap diabetes mengonsumsi ALA untuk membantu mengurangi rasa sakit dan mencegah kerusakan saraf lebih lanjut.
  • Asetil-L-karnitin. Suplemen ini meniru bahan kimia alami yang ditemukan dalam tubuh. Hal ini diduga membantu menghasilkan sel-sel saraf yang sehat. Sayangnya, suplemen ini memiliki risiko efek samping seperti muntah dan dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah.
  • Vitamin B12. Vitamin ini terkandung dalam daging dan ikan. Fungsinya untuk membantu mendukung sel darah merah. Vitamin ini juga berpotensi meningkatkan fungsi saraf yang sehat sekaligus mencegah kerusakan. Metformin, obat yang umum digunakan pada penderita diabetes tipe 2, dikenal berisiko menurunkan kadar vitamin B12 tubuh. Namun, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter untuk memastikan Anda tidak mengalami kekurangan B12 yang dapat menyebabkan kerusakan saraf dan neuropati diabetes.
  • Vitamin D. Vitamin D membantu mendukung fungsi saraf yang sehat dan juga mengurangi pembengkakan yang dapat menyebabkan rasa sakit.

Penting untuk dipahami bahwa suplemen makanan tidak menyembuhkan kram kaki akibat diabetes. Sampai saat ini para peneliti juga masih terus mempelajari keamanan dan keampuhan suplemen makanan sebagai salah satu cara mengatasi kram kaki akibat diabetes. Selain itu, tidak semua pasien perlu suplemen ini, karena beberapa pasien mungkin sudah mendapatkan nutrisi yang cukup dari makanan yang mereka makan.

Jadi, selalu konsultasikan ke dokter sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi suplemen makanan sebagai salah satu cara mengatasi kram kaki karena diabetes. Terutama jika Anda sedang mengonsumsi obat lain.

4. Penanganan di rumah lainnya

merendam kaki

Mengobati sakit kaki dan kram karena diabetes tidak hanya memerlukan obat atau suplemen. Meskipun metode ini dapat mengurangi peradangan dan nyeri, pengobatan mungkin akan memakan banyak waktu. Selain itu, mungkin berbahaya untuk mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti opioid, dalam jangka waktu yang lama.

Anda juga dapat melakukan pengobatan di rumah sebagai cara lain untuk mengatasi kaki kram akibat diabetes. Berikut beberapa cara mengatasi kaki kram akibat diabetes yang bisa Anda coba:

  • Aktif bergerak, sekadar jalan kaki di pagi atau sore hari atau menggunakan sepeda statis guna meningkatkan aliran darah di kaki
  • Melakukan akupuntur
  • Rendam kaki Anda dalam air hangat

Kapan harus periksa ke dokter?

Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami kram kaki yang tidak biasa dan sudah berlangsung lama. Kram atau linu dapat menunjukkan neuropati diabetes yang semakin memburuk. Segera laporkan gejala yang Anda alami ke dokter.

Bahkan Anda juga harus segera berkonsultasi ke dokter meski hanya mengeluhkan sakit dan kram kaki yang ringan. Jika Anda tidak memiliki riwayat penyakit saraf, gejala-gejala ini dapat menjadi tanda penyakit arteri perifer (PAD).

Ya, penyakit diabetes membuat Anda lebih rentan mengalami PAD, yaitu kondisi serius yang ditandai dengan pembuluh darah yang tersumbat di kaki. PAD juga meningkatkan risiko Anda terkena serangan jantung dan stroke.

The National Heart, Lung, dan Blood Institute memperkirakan bahwa 1 dari 3 orang dewasa dengan diabetes di atas usia 50 tahun memiliki PAD. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki PAD karena tanda-tanda peringatan atau gejala yang tidak terlihat.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca