Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Kacang?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Kacang tanah kaya akan protein yang bisa membantu mencukupi kebutuhan protein harian. Kacang juga mengandung omega-3, asam lemak baik yang dapat menjaga kesehatan jantung dan otak. Namun, bolehkah orang yang punya diabetes makan kacang? Pasalnya, kacang termasuk sumber makanan yang tinggi karbohidrat. Tubuh penderita diabetes tidak mampu mencerna karbohidrat dengan sempurna, karena tidak dapat memproduksi cukup hormon insulin. Itu sebabnya kadar gula darah orang diabetes selalu tinggi.

Berikut pertimbangan manfaat dan risiko makan kacang yang perlu Anda perhatikan baik-baik, jika punya diabetes.

Bolehkan penderita diabetes makan kacang?

Kacang pada umumnya termasuk camilan yang sehat. Berikut manfaat yang bisa didapat jika penderita diabetes makan kacang.

1. Mengendalikan gula darah

Kacang termasuk makanan dengan indeks glikemik rendah. Kacang tanah memiliki nilai IG 13, nilai IG kacang kedelai adalah 15, sementara nilai IG dari selai kacang sekitar 14.

Makanan dengan nilai IG rendah baik untuk penderita diabetes karena mampu membuat Anda kenyang lebih lama, membantu mengendalikan kadar gula darah, dan mengurangi resistensi insulin. Kacang juga dapat membantu mengurangi lonjakan insulin pada makanan dengan indeks glikemik yang lebih tinggi saat dimakan bersama.

Kacang juga diperkaya oleh magnesium, yang turut berperan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Satu porsi kacang tanah (28 buah) bisa mencukupi 12 persen kebutuhan magnesium harian tubuh.

2. Menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler

Memiliki diabetes dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit kardiovaskuler sebagai salah satu komplikasinya. Pasalnya, diabetes dapat merusak pembuluh darah sehingga Anda bisa lebih rentan terhadap berbagai penyakit jantung. Kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) dapat menyebabkan penumpukan plak pada pembuluh darah otak dan akihrnya perdarahan, yang berujung pada stroke. Penyakit kardiovaskuler meningkatkan risiko kematian pada penderita diabetes.

Sejumlah penelitian melaporkan bahwa rutin makan kacang dapat mengurangi peluang Anda terserang penyakit kardiovaskuler hingga 34 persen, karena kacang kaya akan magnesium. Selain itu, sebuah studi melaporkan bahwa mengonsumsi kacang selama 30 minggu, mampu menurunkan kadar trigliserida dalam darah hingga sebesar 24 persen serta menaikkan kadar magnesium dalam tubuh. Dia hal inilah yang mampu menurunkan risiko Anda terhadap penyakit kardiovaskuler

3. Membantu mengendalikan berat badan

Kacang adalah sumber makanan tinggi protein, asam oleat, dan lemak tak jenuh tunggal yang dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Efeknya, keinginan ngidam makanan manis atau junk food lainnya bisa lebih terkendali sehingga Anda dapat mempertahankan berat badan yang sehat.

Pada akhirnya, menjaga berat badan ideal dapat membantu Anda mengendalikan kadar glukosa darah Anda dengan lebih baik.

Perhatikan juga risikonya kalau makan kacang kebanyakan

Sah-sah saja untuk orang yang punya diabetes makan kacang sebagai camilan, tapi perhatikan porsi dan cara pengolahannya.

Kacang-kacangan itu sendiri sebenarnya sudah tinggi kalori. Seratus gram kacang tanah mentah mengandung sekitar 500-600 kalori. Nah, kacang-kacangan biasanya diolah dengan cara digoreng dengan tambahan garam dan gula. Tambahan lemak, kalori, garam, dan gula inilah yang menjadikan kacang tidak lagi baik bagi diabetes jika dikonsumsi terlalu banyak.

Selain itu yang perlu diperhatikan adalah kandungan omega-6nya. Kacang tanah termasuk tinggi kandungan omega-6. Terlalu banyak omega-6 dapat meningkatkan peradangan, yang dapat meningkatkan risiko obesitas pada penderita diabetes.

Beberapa literatur medis juga mengatakan bahwa berlebihan makan kacang tanah justru menurunkan kadar mineral dalam tubuh, yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami gagal ginjal.

Jadi, konsumsilah kacang dalam porsi yang sewajarnya. Daripada digoreng, Anda bisa mengolah kacang-kacangan favorit Anda dengan cara dipanggang tanpa tambahan garam dan gula.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Risiko diabetes pada orang dengan riwayat keluarga akan meningkat sehingga perlu upaya untuk mencegah diabetes dengan menjaga dan memilih makanan sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Ini Pentingnya Vitamin B untuk Diabetesi

Peluang komplikasi neuropati atau gangguan saraf dapat dicegah melalui konsumsi vitamin B untuk para penderita diabetes (diabetesi).

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

Ternyata perpaduan pemanis buatan dan karbohidrat dapat menjadi pengaruhi tingkat sensitivitas insulin seseorang. Seperti apa penjelasannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

diabetesi

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020
kopi filter mengurangi risiko diabetes

Kopi Filter Berpotensi Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
camilan untuk penderita diabetes

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020