Berbagai Pilihan Obat Eksim yang Disarankan Secara Medis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Eksim  adalah kondisi peradangan kulit (dermatitis) yang ditandai dengan kulit kering kemerahan dan terasa gatal. Kulit yang meradang juga mungkin terasa kasar dan pecah-pecah. Eksim atau dermatitis atopik merupakan penyakit kulit kambuhan sehingga tidak ada obat eksim yang dapat benar-benar menyembuhkan secara total.

Namun, ada beberapa pilihan obat eksim yang dapat meringankan gejalanya. Apa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati eksim? Simak ulasannya dalam artikel ini.

Berbagai pilihan obat eksim

1. Obat kortikosteroid

Berbagai jenis obat kortikosteroid baik dalam bentuk salep, krim, tablet, ataupun pil sering diresepkan dokter untuk membantu mengurangi gatal dan peradangan kulit akibat eksim. Dosis obat eksim jenis ini umumnya disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala eksim. Misalnya, jika eksim menyebabkan kulit Anda menebal dan bersisik, dokter dapat meresepkan dosis obat eksim yang lebih tinggi.

Yang perlu diingat dari cara mengobati eksim melalui kortikosteroid adalah penggunaannya tidak ditujukan untuk pengobatan jangka panjang melihat potensi efek samping dari kortikosteroid.

Efek samping yang paling umum dari obat eksim jenis kortikosteroid dalam varian krim atau salep adalah penipisan dan perubahan warna kulit pada area yang sering dioles obat. Selain itu, rambut halus juga bisa bertumbuh makin banyak di area tersebut.

Itu sebabnya, penting untuk selalu mengikuti anjuran dokter dan baca petunjuk yang ada pada label kemasan sebelum Anda mulai menggunakan obat eksim ini.

2. Salep antiradang NSAID

Beberapa jenis salep NSAID, seperti crisaborole (Eucrisa), yang dioleskan dua kali sehari dapat mengobati eksim yang disebabkan peradangan ringan sampai sedang. Diskusikan dulu dengan dokter mengenai penggunaan obat eksim jenis ini untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun.

3. Pelembap

Salah satu gejala khas dari eksim adalah kulit kering. Untuk membantu mengobati eksim gunakan pelembap kulit agar kulit tidak cepat menjadi kering atau mengalami pecah-pecah.

Namun sebaiknya diskusikan dulu dengan dokter untuk mencari jenis pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit Anda, terutama jika memiliki alergi terhadap kandungan kimia tertentu.

4. Antibiotik

Menggaruk kulit gatal akibat eksim lama-lama bisa menyebabkan infeksi. Untuk mengobati eksim yang semakin parah akibat garukan, dokter dapat meresepkan obat eksim berupa antibiotik guna mengurangi peradangannya. Antibiotik yang digunakan sebagai obat eksim biasanya berbentuk krim, salep, tablet, atau kapsul.

Untuk infeksi ringan biasanya menggunakan obat eksim dengan varian krim atau salep. Oleskan obat eksim berupa salep secara merata pada daerah yang terinfeksi.

5. Antihistamin

Gatal-gatal akibat eksim dapat ditangani dengan obat eksim jenis antihistamin, yang biasa digunakan untuk meredakan reaksi alergi seperti kulit gatal, ruam, dan bengkak.

Ingat, selalu konsultasikan ke dokter terlebih dulu apabila Anda ingin menggunakan obat eksim ini agar Anda bisa mendapatkan dosis yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda.

Pilihan obat eksim untuk wajah

Salah satu bagian tubuh yang tidak terhindar dari eksim adalah wajah. Kulit wajah memiliki karakteristik yang berbeda dengan bagian kulit lainnya sehingga perawatan kulit khusus untuk eksim diperlukan agar tidak bertambah parah.

Berikut ini adalah beberapa obat eksim lainnya yang bisa digunakan dalam mengobati eksim pada wajah. Penting diketahui penggunaan beberapa obat eksim ini perlu dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter mengenai keamanan, dosis, dan aturan konsumsinya.

1. Obat antijamur

Infeksi jamur pada wajah dapat memicu timbulnya eksim. Jamur ragi tertentu yang secara normal terdapat pada kulit sehat juga dapat berlipat ganda terutama karena eksim atopik di wajah dan leher.

Jika eksim di wajah Anda disebabkan oleh jamur, maka cara mengobati penyakit ini adalah dengan menggunakan obat eksim antijamur berbentuk krim atau salep.

2. Obat imunosupresan

Walaupun penyebab pasti eksim belum diketahui, ada keterkaitan antara sistem kekebalan tubuh dengan munculnya penyakit ini. Sistem kekebalan tubuh pada penderita eksim bereaksi dengan tidak wajar dan menimbulkan peradangan. Akibatnya, Anda mengalami gejala berupa kulit merah dan gatal.

Kondisi ini dapat diatasi menggunakan obat eksim jenis imunosupresan. Obat eksim tersebut bekerja dengan cara mengendalikan atau menekan fungsi sistem kekebalan tubuh. Dengan obat eksim ini, sistem kekebalan tubuh Anda tidak lagi bereaksi secara berlebihan dan menyebabkan timbulnya gejala eksim di wajah.

3. Calcineurin inhibitor

Cara mengobati eksim di wajah dengan obat eksim berupa krim steroid sebenarnya tidak boleh dilakukan dalam jangka panjang karena dapat menipiskan lapisan kulit.

Sebagai alternatif, dokter biasanya menyarankan penggunaan obat eksim mengandung calcineurin inhibitor, seperti pimecromilus yang bekerja dengan menghambat senyawa kimia pemicu kambuhnya eksim. Obat eksim ini dapat digunakan pada seluruh area wajah, bahkan pada kelopak mata.

4. Fototerapi

Fototerapi dilakukan apabila obat eksim dipercaya dapat menyembuhkan eksim di wajah secara menyeluruh. Metode ini dilakukan dengan cara memancarkan sinar ultraviolet B (UVB) secara langsung pada kulit wajah Anda.

Dilansir dari WebMD, sinar UVB dapat mengurangi peradangan, merangsang produksi vitamin D, serta meningkatkan kemampuan tubuh melawan bakteri pada kulit. Namun, Anda tidak disarankan untuk menjalani fototerapi dalam jangka panjang karena dapat meningkatkan risiko kanker kulit.

Gejala eksim di wajah akan terus terasa mengganggu, bahkan selama Anda menjalani berbagai cara untuk mengobati penyakit ini. Untungnya, Anda bisa meredakan gejalanya dengan cara sederhana.

Bersihkan kulit wajah Anda secara rutin menggunakan air dengan suhu yang sejuk. Gunakanlah sabun berbahan lembut yang tidak menimbulkan iritasi.

Jagalah selalu kelembapan kulit Anda dengan menggunakan produk pelembap khusus wajah secara rutin. Hindari kebiasaan menggaruk area yang gatal karena dapat merusak kulit wajah dan meningkatkan risiko infeksi.

Cara mengobati eksim agar tidak semakin parah

Selain menggunakan obat eksim yang sudah dijelaskan di atas, ada beberapa cara sederhana yang nyatanya bisa Anda lakukan untuk membantu mengobati eksim agar gejalanya tidak semakin parah, yaitu:

1. Menghindari segala hal yang menyebabkan iritasi

Cara pencegahan yang bisa dilakukan adalah tidak menggunakan pakaian berbahan tebal dan kaku (seperti wol dan nilon) karena akan membuat kulit semakin gatal. Sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan pakaian katun berbahan tipis.

2. Pakai pelembap

Menjaga kelembapan kulit adalah hal penting agar gejala eksim tidak semakin parah. Anda bisa menggunakan pelembap paling tidak dua kali per hari untuk melembapkan dan melindungi kulit Anda. pilihlah pelembap yang memiliki kandungan minyak tinggi, namun tidak mengandung banyak bahan kimia.

3. Potong kuku

Eksim selalu menimbulkan rasa gatal yang tak tertahankan pada kulit. Meski begitu, Anda disarankan untuk tidak menggaruknya. Pasalnya, menggaruk eksim bisa membuat kulit terinfeksi bakteri.

Potong kuku jadi pilihan terbaik untuk mengurangi risiko kerusakan kulit. Apabila eksim terjadi pada bayi, berikan sarung tangan agar garukan tidak membuat kulitnya terluka.

4. Gunakan tabir surya

Meski sinar matahari bisa membantu meringankan gejala eksim, usahakan untuk menghindari kulit terbakar sinar matahari. Jadi, apabila Anda ingin keluar rumah pada siang hari, jangan lupa menggunakantabir surya yang mengandung SPF untuk mencegah kulit terbakar matahari.

5. Jangan mandi terlalu lama

Orang yang memiliki eksim tidak disarankan mandi terlalu lama karena bisa membuat kulitnya semakin kering. Anda pun tidak disarankan untuk mengikuti aturan mandi untuk eksim yaitu lebih dari dua kali sehari.

6. Jauhi stres

Stres nyatanya bisa membuat ruam akibat eksim bertambah buruk. Itu sebabnya, usahakan melakukan aktiftas yang menyenangkan agar pikiran tetap sehat. Selain itu, jangan lupa perhatikan asupan makan Anda dan tidur yang cukup.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 24, 2017 | Terakhir Diedit: Januari 22, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca