Apa Bedanya Campak dan Campak Jerman?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Selain cacar, campak merupakan penyakit menular yang cukup menakutkan karena sama-sama menimbulkan ruam merah pada kulit. Selain itu, ternyata ada juga campak Jerman dengan kondisi yang tidak jauh berbeda. Kondisi keduanya memang kadang membingungkan karena kemiripannya, lantas apa perbedaan antara campak dan campak Jerman?

Perbedaan campak dan campak jerman

campak, Penyakit campak, imunisasi campak, campak jerman, gejala campak, campak pada bayi

Campak

Untuk mengetahui perbedaan campak dan campak jerman, Anda perlu tahu definisi dari masing-masingnya. Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dari keluarga paramyxovirus. Penularannya biasanya ditularkan langsung melalui udara ataupun sentuhan langsung dengan cairan dari tubuh orang yang terinfeksi. Campak juga dikenal dengan nama rubella, measles, dan tampek.

Virus ini bisa hidup di udara bebas hingga dua jam. Saat partikel yang terinfeksi bercampur dengan udara dan menetap di permukaan, siapa saja yang berada dalam jarak dekat dengan virus dapat segera terinfeksi.

Salah satu alasan yang membuat campak berbahaya adalah karena seseorang bisa saja menularkan virus ini, meskipun belum menunjukkan gejala penyakitnya. Sederhananya, Anda bisa dengan mudah menyebarkan virus campak tanpa tahu kalau ternyata Anda memilikinya.

Umumnya, penyakit campak banyak dialami oleh anak-anak. Namun, tidak menutup kemungkinan juga akan menyerang orang dewasa. Apalagi jika saat kecil Anda belum pernah terkena virus yang satu ini.

Campak Jerman

Campak Jerman, yang dikenal juga dengan istilah rubella adalah infeksi menular yang disebabkan oleh virus rubella. Sama seperti campak, campak Jerman juga ditularkan melalui udara yang telah terkontaminasi oleh partikel saat seseorang batuk, bersin, atau mengeluarkan cairan dari tubuhnya.

Seseorang yang telah terinfeksi virus ini punya peluang menularkan virus rubella sejak satu minggu sebelum dan setelah gejala muncul. Meski begitu, kedua penyakit ini sama-sama bisa dicegah atau diminimalisir risikonya dengan melakukan imunisasi (vaksin).

Penyebab dan pemicu campak dan campak jerman

vaksin DBD untuk anak

Campak

Seperti yang telah disebutkan di awal, tampek merupakan penyakit yang ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. Ketika seseorang yang sudah terinfeksi ini kemudian batuk, bersin, atau berbicara, liurnya bisa menyembur ke udara udara. Nah, ketika dihirup oleh orang lain, orang yang menghirupnya ini bisa tertular virus yang sama.

Selain itu, ketika tetesan liur Anda menempel di meja misalnya, virusnya tetap hidup, akif, dan bisa menular dalam beberapa jam awal. Anda bisa tertular virus ini hanya dengan meletakkan jari-jari Anda di mulut atau hidung setelah menyentuh permukaan meja yang terdapat tetesan liur tersebut.

Biasanya 90 persen orang yang tubuhnya rentan akan terpapar virus ini jika ada kontak langsung maupun tidak langsung. Beberapa faktor yang bisa membuat daya tahan tubuh rentan terhadap virus ini, antara lain:

  • Tidak divaksinasi
  • Bepergian ke luar negeri
  • Tubuh kekurangan vitamin A

Campak Jerman

Sama seperti campak, rubella biasanya menyebar saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin di dekat Anda. Selain itu, rubella juga bisa masuk dan menginfeksi dari ibu ke janin yang dikandungnya.

Biasanya bayi dan balita yang belum pernah melakukan vaksin rubella lebih rentan terkena penyakit yang satu ini. Vaksin biasanya diberikan kepada anak sebanyak dua kali. Pertama, ketika anak berusia antara 12 hingga 15 bulan dan yang kedua ketika anak berusia antara 4 sampai 6 tahun.

Dikarenakan wanita hamil juga rentan terhadap penyakit ini, banyak dokter menyarankan untuk melakukan tes darah. Tujuannya tentu saja untuk memastikan kekebalan tubuhnya terhadap rubella. Anda juga perlu berkonsultasi ke dokter jika belum pernah melakukan vaksin rubella di masa kanak-kanak.

Di usia suburnya, wanita juga perlu memiliki kekebalan terhadap virus yang satu ini sebelum berencana hamil. Jika ingin melakukan vaksinasi, lakukan setidaknya 28 hari sebelum Anda memulai program hamil.

Seseorang dengan rubella bisa menyebarkan penyakit ini kepada orang lain satu minggu sebelum ruam muncul hingga 7 hari setelah kemunculannya.  Namun, dilansir dari Centers Disease Control and Prevention, 25-50% orang yang terinfeksi rubella biasanya tidak mengalami ruam atau gejala apa pun.

Perbedaan gejala campak dan campak Jerman

penyakit campak

Gejala campak

Umumnya, setelah terinfeksi virus, sekitar 10 hingga 12 hari kemudian tubuh akan diserang demam tinggi yang berlangsung selama 4-7 hari. Di waktu tersebut, Anda mungkin juga merasakan keluhan berupa:

  • Hidung berair
  • Mata merah
  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Batuk kering
  • Bintik putih kecil di mulut
  • Ruam kulit dengan bercak besar dan merah, disertai rasa gatal di sekujur tubuh. (Ruam biasanya muncul lima hari sejak virus berkembang di dalam tubuh.)

Infeksi ini umumnya terjadi secara bertahap selama 2 hingga 3 minggu. Berikut tahapannya:

Infeksi dan inkubasi

Biasanya terjadi pada 10-14 hari pertama setelah terinfeksi.  Di masa inkubasi ini sebenarnya Anda sudah terinfeksi tetapi tubuh belum menunjukkan tanda atau gejala apa pun.

Fase ringan

Tahap kedua, Anda akan masuk ke fase ringan. Pada fase ini, penyakit biasanya dimulai dengan demam ringan hingga sedang. Selain itu, orang yang sudah terinfeksi juga akan mengalami batuk terus-menerus, pilek, mata meradang, dan sakit tenggorokan. Di masa ini penyakit ini relatif ringan dan akan berlangsung selama dua atau tiga hari.

Fase akut

Setelah muncul berbagai tanda dan gejala yang umum, tubuh akan mulai masuk fase akut. Kondisi ini ditandai dengan munculnya ruam. Ruam adalah bintik merah kecil yang sering kali rata dengan permukaan kulit, namun ada kalanya juga sedikit timbul seperti benjolan. Bintik dan benjolan ini biasanya cenderung berkelompok di bagian tubuh tertentu.

Setelah beberapa hari, ruam akan menyebar ke lengan, badan, paha, tungkai bawah, hingga kaki. Di saat yang bersamaan demam juga akan meningkat tajam, bahkan bisa mencapai 40-41 derajat celcius.

Lama-lama, ruam akan memudar perlahan. Bagian pertama yang memudar, yaitu di bagian wajah. Sementara, bagian terakhir yang akan memudar, yaitu paha dan kaki.

Fase menular

Campak merupakan penyakit yang bisa menular dari satu orang ke orang lainnya. Seseorang bisa menyebarkan virus ke orang lain selama sekitar delapan hari. Dimulai dari empat hari sebelum ruam muncul dan empat hari pertama setelah muncul.

Gejala campak Jerman

Jika dibandingkan dengan tampek, perbedaan gejala campak Jerman atau rubella yang muncul biasanya cenderung lebih ringan. Itu sebabnya, gejala yang muncul biasanya sulit dikenali. Namun, saat gejala muncul biasanya akan berkembang dalam waktu 2-3 minggu sejak virus menyerang tubuh Anda. Beberapa gejala rubella, antara lain:

  • Ruam merah di wajah yang lalu menyebar ke seluruh tubuh
  • Demam ringan
  • Mata merah
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Hidung tersumbat
  • Kelenjar getah bening membengkak

Meskipun tanda yang muncul tidak terlalu serius, penting untuk segera memeriksakannya ke dokter. Terlebih bila Anda sedang hamil. Infeksi penyakit ini bisa terjadi pada usia berapa pun. Akan tetapi, orang yang terinfeksi penyakit ini pada usia yang lebih tua biasanya akan merasakan gejala yang lebih parah.

Pengobatan campak dan campak Jerman

Campak

Sebelum mulai pengobatan, dokter akan mendiagnosis campak terlebih dulu dengan memeriksa ruam pada kulit dan gejala lain dari penyakit campak. Jika dirasa cukup sulit, dokter mungkin akan melakukan tes darah untuk memastikannya.

Dilansir dari laman Healthline, sebenarnya tak ada resep khusus untuk mengobati campak, biasanya penderita dianjurkan minum banyak cairan dan istirahat yang cukup guna mempercepat proses pemulihan sekaligus mencegah komplikasi.

Namun, beberapa obat-obatan ini bisa dianjurkan untuk meredakan gejala campak:

  • Acetaminophen, untuk meredakan demam dan nyeri otot.
  • Suplemen vitamin A, untuk mengurangi keparahan penyakit.
  • Antibiotik, jika ada infeksi bakteri yang juga menyerang.
  • Vaksinasi setelah terpapar, untuk mencegah keparahan gejala.
  • Immune serum globulin, untuk mencegah gejala semakin parah terutama diberikan untuk wanita hamil, bayi, dan orang dengan imun lemah.

Jangan berikan aspirin pada anak atau remaja yang terserang kondisi ini. Pasalnya, meski aspirin disetujui untuk digunakan pada anak di atas usia 3 tahun, hal ini bisa jadi berbahaya. Aspirin bisa menyebabkan sindrom Reye pada anak, yang menyebabkan membengkaknya organ hati dan otak.

Campak Jerman

Tidak jauh berbeda dengan tampek, dokter juga akan memeriksa gejala dan melakukan tes darah bila perlu guna memastikan adanya virus rubella di dalam tubuh Anda.

Tak ada obat khusus untuk menyembuhkan masalah kesehatan yang satu ini karena gejala yang muncul cukup ringan. Umumnya orang yang menderita campak Jerman tidak memerlukan perawatan khusus.

Penderita hanya akan disarankan untuk memperbanyak istirahat di rumah dan menyertainya dengan minum acetaminophen atau ibuprofen guna meringankan gejala.

Sementara untuk ibu hamil bisa diobati dengan antibodi bernama hyperimmune globulin untuk melawan perkembangan virus.

Selain obat dokter, Anda juga bisa melakukan berbagai perawatan rumahan seperti:

  • Banyak beristirahat
  • Menggunakan humidifier di rumah untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan.
  • Mengistirahatkan mata dari cahaya terang yang kerap menganggu penglihatan dengan meredupkan lampu atau tidak menonton televisi terlalu dekat.

Jika gejala tak juga membaik konsultasikan kembali ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Komplikasi campak dan campak Jerman

asma pada anak

Campak

Penting untuk melakukan imunisasi rubella sejak kecil. Pasalnya, masalah kesehatan yang satu ini dapat mengakibatkan komplikasi yang mengancam nyawa, seperti radang paru dan radang otak. Komplikasi lain yang mungkin terjadi yakni:

  • Bronkitis
  • Pneumonia
  • Infeksi telinga
  • Keguguran atau persalinan prematur, jika diderita oleh ibu hamil
  • Penurunan trombosit darah
  • Kebutaan
  • Diare berat

Campak Jerman

Sementara pada rubella, keluhan seperti radang sendi di jari, pergelangan tangan, hingga lutut biasanya bisa terjadi dan berlangsung selama sekitar satu bulan. Dalam kasus yang jarang, rubella juga bisa mengakibatkan infeksi telinga dan peradangan otak.

Satu hal yang perlu menjadi perhatian, dan mungkin jadi perbedaan yang cukup signifikan pada ibu hamil, apabila campak jerman (rubella) menyerang ibu yang sedang hamil, kondisi ini bisa mengakibatkan sindrom rubela kongenital.

Sindrom ini terjadi pada sekitar 80 persen bayi yang lahir dari ibu yang menderita campak. Masalah yang timbul dari sindrom rubella kongenital, yaitu:

  • Katarak
  • Tuli
  • Kelainan jantung kongenital
  • Cacat organ
  • Cacat intelektual
  • Pertumbuhan yang tertunda
  • Keguguran
  • Bayi lahir mati

Mencegah campak dan campak jerman

Vaksin MR

Vaksin measles-rubella (MR) menjadi salah satu imunisasi yang disarankan pemerintah untuk membantu mencegah penyakit tampek dan rubella pada anak. Imunisasi yang satu ini biasanya diberikan saat anak berusia 9 bulan sampai dengan usia kurang dari 15 tahun.

Untuk dosis pertama, vaksin diberikan saat anak berusia 9 bulan. Sementara, dosis kedua di usia 18 bulan. Dosis ketiga di usia antara 6 sampai 7 tahun saat anak baru masuk sekolah.

Imunisasi MR bisa membantu melindungi anak dari kecacatan dan kematian akibat pneumonia, diare, kerusakan otak, ketulian, kebutaan, dan penyakit jantung bawaan.

Namun, jika anak Anda terlambat atau belum mendapatkan vaksin MR pertamanya dalam rentang usia 9 sampai 12 bulan, berikan kapan pun Anda ingat. Jika anak Anda sudah berusia lebih dari satu tahun, langsung berikan vaksin MMR.

Vaksin MMR

Selain vaksin MR, cara lain untuk mencegah campak dan campak Jerman adalah dengan mendapatkan vaksin MMR. Vaksin ini dipercaya bisa melindungi tubuh dari penyakit tampek, gondongan, dan rubella.

Pemberian vaksin MMR biasanya dilakukan saat bayi berusia antara 12-15 bulan. Pemberian vaksin ini dilanjutkan saat anak berusia 4-6 tahun atau sebelum memasuki usia sekolah. Vaksin ini biasanya diberikan dengan jarak minimal 6 bulan dengan pemberian vaksin MR.

Penting untuk membatasi interaksi dengan penderita, jika ada anggota keluarga maupun orang terdekat yang terkena virus ini. Jika Anda tidak yakin apakah sudah pernah divaksin atau belum, melakukan vaksin lagi tidak akan membahayakan diri Anda.

Beberapa orang yang sebaiknya perlu mendapatkan vaksin, antara lain:

  • Wanita subur dan tidak sedang hamil
  • Bekerja di fasilitas medis atau sekolah
  • Berencana pergi ke luar negeri

Anda tidak harus divaksin jika memiliki sistem kekebalan tubuh lemah karena penyakit lain, sedang hamil, atau sedang berencana hamil dalam waktu dekat.

Human normal immunoglobulin (HNIG)

Selain vaksin MMR, ada cara lain untuk mencegah penyakit ini, yaitu pemberian Human Normal Immunoglobulin (HNIG). HNIG adalah konsentrasi khusus dari antibodi yang dapat memberikan perlindungan jangka pendek namun cepat terhadap kedua penyakit ini.

Biasanya, pemberian antibodi ini direkomendasikan untuk kelompok orang yang telah atau berisiko terpapar virus, seperti:

  • Bayi di bawah 6 tahun.
  • Wanita hamil yang belum divaksin penuh atau belum pernah menderita tampek.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti orang dengan HIV atau yang sedang menerima pengobatan tertentu yang melemahkan tubuhnya.

Idealnya, HNIG diberikan 6 hari setelah paparan.

Kebiasaan sehat

Selain itu, beberapa kebiasaan lain yang juga perlu diterapkan untuk mencegah penyakit ini, yaitu:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah memegang hewan peliharaan, dan setelah dari kamar mandi.
  • Jika tidak ada sabun dan air, bersihkan tangan dengan menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol 60%.
  • Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut dalam keadaan tangan kotor atau habis memegang sesuatu.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau masker saat batuk atau bersin.
  • Hindari kontak dan berbagi peralatan pribadi yang sama dengan orang yang sedang sakit.

Jika Anda menderita penyakit ini, penting untuk mengurangi risiko infeksi ke orang lain dengan cara:

  • Libur bekerja atau sekolah setidaknya 4 hari pertama saat ruam campak dimulai.
  • Menghindari kontak dengan orang-orang yang lebih rentan terhadap infeksi, seperti anak kecil, wanita hamil, dan orang yang sedang sakit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Daftar Imunisasi Anak yang Harus Diulang

Pemberian imunisasi lengkap pada bayi sangat diperlukan untuk melindunginya dari penyakit. Bahkan, ada imunisasi yang harus diulang pemberiannya. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Anak, Parenting 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Daftar Imunisasi Penting untuk Anak Usia 9-16 Tahun

Banyak orangtua menganggap vaksinasi hanya perlu bagi bayi dan balita saja. Padahal, ada sejumlah imunisasi untuk remaja yang tak kalah penting.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Hidup Sehat, Tips Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Vaksin HiB: Manfaat, Efek Samping, dan Jadwalnya

Vaksin HiB mulai diberikan saat bayi berusia dua bulan. Apa manfaat dari imunisasi Haemophilus influenza tipe B (HiB) dan efek sampingnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 25 Juli 2020 . Waktu baca 8 menit

Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Pelacakan kontak orang yang positif maupun diduga terinfeksi COVID-19 sangat penting dilakukan agar penyebaran virus bisa diperlambat. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 2 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
terlambat imunisasi

Hal yang Harus Dilakukan Orangtua saat Lupa Jadwal Imunisasi Anak

Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
imunisasi bayi dan anak

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit