Apa Saja Perbedaan Cacar Air dan Campak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit cacar air dan campak sama-sama menimbulkan ruam merah di kulit. Terkadang orang sulit membedakan kedua penyakit ini karena gejala yang sama pada tersebut. Namun, sebenarnya kedua penyakit ini sangat berbeda. Lalu, apa perbedaan campak dan cacar air?

Perbedaan-perbedaan cacar air dan campak

Umumnya, cacar air dan campak  terjadi pada anak-anak. Keduanya pun sudah bisa dicegah melalui vaksinasi. Meski tampak sama, sebenarnya kedua penyakit ini sangat berbeda. Berikut perbedaan cacar air dan campak dari segi virus yang menyebabkannya, gejala, hingga pengobatannya.

  • Perbedaan virus penyebab

Penyakit cacar air dan campak merupakan penyakit menular yang sama-sama disebabkan oleh virus. Keduanya bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain dan sama-sama menimbulkan ruam merah pada kulit. Namun, cacar air dan campak disebabkan oleh virus yang berbeda.

Cacar air merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Cacar air sangat menular kepada orang-orang yang belum pernah menderita penyakit ini atau belum mendapat vaksin varicella. Penularan virus cacar air dapat terjadi melalui air liur, cairan yang dikeluarkan saat batuk atau bersin, serta terkena cairan dari lepuh atau ruam yang muncul.

Berbeda dengan cacar air, campak disebabkan oleh kelompok virus paramyxovirus. Setelah tertular, virus penyebab campak akan menyebabkan infeksi saluran pernafasan terlebih dahulu, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui aliran darah.

Penularan virus campak terjadi melalui cairan yang dikeluarkan saat batuk dan bersin. Cairan ini kemudian mengontaminasi udara dan terhirup orang lain sehingga ikut tertular. Selain melalui udara, penularan pun dapat terjadi bila virus dari orang yang terinfeksi menempel di benda. Kemudian, orang yang memegang benda tersebut langsung menyentuh wajah, hidung, atau mulut.

  • Perbedaan gejala

Meski mirip, terdapat perbedaan gejala antara campak dan cacar air. Pada cacar air, penderitanya tidak langsung merasakan gejala setelah penularan terjadi. Gejala cacar air akan timbul setelah 1-2 hari terpapar virus. Selama ruam atau lepuhnya belum kering, penderita cacar air pun masih berisiko menularkan virusnya kepada orang lain.

Berikut gejala yang umumnya terjadi pada penderita cacar air:

  • Demam.
  • Pusing.
  • Lelah.
  • Tidak selera makan.
  • Ruam merah dan gatal yang berbentuk lepuh dan berisi cairan di bagian kulit berawal dari dada, wajah, dan punggung. Bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Umumnya, cacar air diderita oleh anak-anak. Namun, orang dewasa yang belum pernah mengalaminya pun rentan tertular penyakit ini. Meski  tergolong infeksi ringan, tetapi cacar air juga bisa menimbulkan kondisi medis yang lebih serius, seperti pneumonia, radang otak, atau sindrom reye.

Perbedaan cacar air dan campak yaitu gejala campak umumnya baru akan muncul dalam 10-12 hari setelah terpapar virus. Berikut gejala yang umumnya terjadi pada penderita campak:

  • Demam.
  • Batuk kering.
  • Hidung meler.
  • Sakit tenggorokan.
  • Mata merah.
  • Bintik-bintik berwarna putih di dalam mulut.
  • Ruam merah yang dimulai di bagian kepala atau dahi, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Meski sering terjadi pada anak kecil, campak juga bisa menginfeksi orang dewasa yang belum mendapat vaksin campak. Pada orang dewasa di atas usia 20 tahun, campak bisa menyebabkan komplikasi, seperti pneumonia, radang otak, dan kebutaan.

  • Perbedaan pengobatan

Pengobatan cacar air dan campak sama-sama fokus untuk meredakan gejala hingga infeksi sembuh. Namun, perbedaan pengobatan cacar air dan campak yaitu, pada cacar air memerlukan antihistamine atau salep topikal untuk mengurangi rasa gatal pada ruam merahnya.

Dikutip dari Healthline, bila terjadi komplikasi pada penderita cacar air, dokter pun akan meresepkan obat antivirus. Obat ini tidak menyembuhkan cacar, tetapi membuat gejalanya tidak terlalu parah dengan memperlambat aktivitas virus. Hal ini memungkinkan sistem kekebalan tubuh untuk pulih lebih cepat.

Sementara itu, virus dan gejala yang muncul pada penderita campak bisa hilang dengan sendirinya dalam 2-3 minggu. Meski demikian, dokter biasanya akan memberikan obat acetaminophen atau ibuprofen untuk mengurangi demam serta suplemen vitamin A.

Selain itu, dokter juga umumnya akan meminta penderita campak untuk beristirahat, meminum banyak air, hingga menggunakan humidifier untuk mengatasi batuk dan sakit tenggorokan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dermatologi, Health Centers 20 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit

5 Obat Tradisional yang Membantu Penyembuhan Cacar Air Secara Alami

Selain pengobatan medis, obat tradisional yang berasal dari beberapa bahan alami turut membantu proses pemulihan cacar air. Bagaimana cara membuatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dermatologi, Health Centers 16 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit

Obat Cacar Air, Dari Obat-obatan Medis Hingga Perawatan Di Rumah

Dengan minum obat, gejala cacar air yang mengganggu bisa segera diatasi, termasuk lenting lebih cepat mengering tanpa berisiko menyebabkan infeksi bakteri.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dermatologi, Health Centers 19 Maret 2020 . Waktu baca 8 menit

4 Penyakit yang Menimbulkan Bentol Berair pada Kulit Bayi

Bentol berair pada kulit bayi tidak hanya terjadi akibat lecet saja. Namun, pada juga muncul akibat masalah kesehatan tertentu. Apa saja? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 14 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit infeksi pada anak

9 Penyakit Infeksi pada Anak yang Rentan Menyerang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Vaksin cacar air

Vaksin Cacar Air (Varisela), Ketahui Manfaat dan Jadwal Pemberiannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
Salep untuk cacar air

Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Jenis cacar

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 21 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit