Perbedaan Cacar Air dan Cacar Api Berdasarkan Penularan dan Ciri-Cirinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Bintik-bintik merah atau lenting yang terasa gatal di kulit merupakan gejala utama penyakit cacar air. Namun, lenting yang gatal juga menjadi gejala utama dari herpes zoster atau cacar api. Keduanya memang merupakan penyakit berbeda, tapi saling berkaitan. Nah, bagaimana cara membedakan dua penyakit ini? Simak secara lebih lengkapnya pembahasan mengenai perbedaan cacar air dan cacar api ini.

Penyebab cacar air dan cacar api

Penderita gejala cacar air dan cacar api

Baik cacar air maupun cacar api sama-sama disebabkan oleh infeksi virus herpes yaitu varicella-zoster. Karena virus penyebabnya sama, gejala utama yang ditimbulkan juga hampir serupa. Pada kulit Anda akan muncul ruam kulit berupa bintik-bintik kemerahan di sekujur tubuh. Bintik merah ini menimbulkan rasa gatal yang sangat kuat.

Biasanya bintik merah ini akan berubah jadi lenting kecil yang berisi cairan. Lama-lama lenting akan mengering membentuk keropeng, dan apabila terus digaruk akan meninggalkan bekas luka di permukaan kulit Anda.

Cacar api berasal dari cacar air

Meskipun cacar api dan cacar air disebabkan oleh virus yang sama, perbedaan kemunculan kedua penyakit adalah cacar api dialami oleh orang yang pernah terjangkit cacar air. Saat pertama kali Anda terinfeksi virus varicella-zoster, Anda akan mengalami cacar air.

Setelah sembuh dari cacar air, virus ini tetap tinggal di dalam tubuh, tapi tidak aktif memperbanyak diri (dorman). Virus ini tepatnya bersembunyi di bagian sel-sel saraf. Penyakit cacar api muncul ketika terjadi reaktivasi virus varicella-zoster yang semula dorman di dalam tubuh.

Penyebab mengapa virus varicella-zoster kembali aktif menginfeksi sebenarnya belum diketahui secara pasti.  Namun, salah satu penelitian dalam The Science Journal of the Lander College memperoleh kaitan reaktivasi virus dengan kondisi sistem imun yang melemah. Kondisi stres yang berat bahkan bisa ikut memicu terjadinya reaktivasi.

Oleh karena itu, orang-orang dengan penyakit yang menyerang sistem imun seperti HIV atau kanker yang sebelumnya pernah terinfeksi cacar air berisiko tinggi untuk mengalami reaktivasi.

Infeksi virus varicella-zoster yang kedua inilah yang disebut penyakit cacar api atau herpes zoster. Serangan penyakit ini bisa terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun. Oleh karena itu, apabila Anda pernah terkena penyakit cacar air sewaktu kecil, Anda berisiko mengalami herpes zoster di saat dewasa. 

Perbedaan penularan cacar air dan cacar api

bintik cacar air

Cacar air adalah penyakit kulit yang sangat menular. Penularannya bisa terjadi melalui udara atau melalui droplet yang dikeluarkan saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Anda juga bisa tertular cacar bersentuhan dengan lenting orang yang sedang menderita cacar air.

Perbedaan cacar air dan cacar api selanjutnya aadalah penyakit cacar api tidak menular seperti cacar air. Akan tetapi, saat orang di sekitar Anda kena herpes zoster, virus varicella-zoster ini masih mungkin menyebar.

Jika Anda tidak terinfeksi cacar air sebelumnya dan Anda berdekatan dengan orang yang terkena cacar api, Anda memang tidak akan terkena cacar api, tapi Anda tetap punya risiko tertular virus varicella-zoster dan terkena cacar air.

Perbedaan ciri-ciri cacar air dan cacar api

bintik herpes zoster

Kendati keduanya memiliki bentuk gejala utama yang sama-sama mengganggu, ternyata terdapat ciri-ciri lain yang dapat menjadi perbedaan cacar air dan cacar api.

Jika ruam berbentuk bintik merah pada gejala cacar air akan berubah menjadi lenting yang menimbulkan rasa gatal, sedangkan pada cacar api lenting tersebut tidak sekadar menimbulkan rasa gatal tapi juga rasa perih.

Ruam pada cacar air biasanya bisa dengan cepat berubah mengering. Waktu penyembuhannya hanya berkisar 1 minggu ditandai dengan keropeng cacar air yang mengelupas atau meninggalkan bekas cacar air yang sulit hilang.

Sementara cacar api memerlukan waktu yang lebih lama, ruam akan mengering dan hilang dengan sendirinya selama 3-5 minggu.

Perbedaan cacar air dan cacar api juga diperlihatkan melalui penyebaran ruam kulit pada tubuh. Ruam cacar air mulanya di temukan di bagian tengah tubuh seperti wajah dan badan bagian depan.

Pada cacar api, ruam cenderung menyebar di salah satu sisi tubuh dengan kumpulan bintik-bintik yang lebih memusat di satu area. Namun, secara bertahap ruam juga bisa muncul pada wajah dan kulit kepala.

Perbedaan cacar air dan cacar dari gejala awal

Ciri-ciri yang paling menjadi perbedaan cacar api dan cacar air adalah gejala awal kedua penyakit. Sebelum munculnya bintik-bintik merah, kedua jenis cacar yang disebabkan infeksi varicella-zoster akan menunjukkan gangguan kesehatan tertentu.

Dalam 1-2 hari sebelum munculnya ruam, penyakit cacar air akan menunjukkan gejala awal, seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan
  • Nyeri sendi dan otot
  • Kelelahan dan perasaan tidak enak badan

Demam biasanya berlangsung selama 3 sampai 5 hari, tapi kenaikan temperatur tubuh umumnya tidak melebihi 39℃. Selain gangguan kesehatan seperti di atas, penderita juga bisa mengalami batuk dan bersin.

Dua hingga empat hari sebelum ruam muncul, penyakit cacar api menunjukkan gejala seperti rasa gatal dan rasa nyeri yang menusuk di kulit. Rasa nyeri yang dirasakan tepatnya berasal dari sistem saraf di dalam kulit.  Secara umum inilah gejala awal yang dialami penderita cacar api:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Gatal-gatal di kulit
  • Rasa nyeri di kulit
  • Tubuh menggigil
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Nyeri di perut

Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

Manakah yang lebih berbahaya?

Berdasarkan perbedaan tingkat keparahan penyakit secara umum adalah gejala cacar air bersifat lebih ringan daripada gejala cacar api.

Dari waktu penyembuhan kedua penyakit, gejala cacar air juga dapat mereda dalam waktu yang lebih singkat dari cacar api. Apalagi cacar air pada anak-anak biasanya jauh lebih cepat masa penyembuhannya dibandingkan dengan cacar air yang di alami orang dewasa.

Dibandingkan cacar air, cacar api dapat menimbulkan gejala yang lebih parah dan berlangsung dalam jangka waktu panjang, yaitu berbulan-bulan. Dalam kondisi ini, cacar api akan semakin sulit untuk disembuhkan.

Menurut National Foundation for Infectious Disease, tak jarang rasa nyeri yang muncul bisa menimbulkan sensasi terbakar di kulit. Rasa nyeri bahkan bisa tetap muncul sekalipun ruam di kulit telah hilang. Gangguan rasa nyeri pada sistem saraf kulit yang terjadi pasca penyembuhan cacar api disebut dengan post-herpetic neuralgia (PHN).

Untuk mengatasi gangguan ini, dibutuhkan obat cacar api seperti jenis anti-konvulsan yaitu carbamazepine, pregabalin atau gabapetine.

PHN lebih umum dialami oleh orang lanjut usia yang mengalami reaktivasi virus varicella-zoster. Dari sini dapat disimpulkan bahwa semakin tua umur penderita, maka kedua penyakit kulit ini sama-sama berisiko menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius.

Penyakit cacar air memang lebih cepat sembuh, tapi gejalanya bisa sangat mengganggu aktivitas. Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan cacar air yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Penyebab Gatal di Selangkangan dan Cara Ampuh Mengatasinya

Penyebab gatal di selangkangan beragam. Mulai dari hal sepele karena Anda tidak menjaga kebersihan alat vital hingga tanda penyakit kelamin tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Mononukleosis

%%title%% adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegah %%title%% di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Infeksi, Herpes 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Herpes Zoster (Cacar Api/Cacar Ular)

Penyakit herpes zoster (cacar ular) disebabkan oleh virus penyebab cacar air. Siapa saja yang bisa kena cacar api ini? Apa bisa seseorang terkena dua kali?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Herpes 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Herpes

Herpes adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Cari tahu gejala, penyebab, cara mengobati, hingga cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit Infeksi, Herpes 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Obat dan cara mengobati cacar api herpes zoster

Pilihan Obat dan Pengobatan Rumahan yang Ampuh Mengobati Cacar Api

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Obat tradisional cacar air dari bahan alami

Cara Mengobati Cacar Air dengan Obat Tradisional

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
herpes genital adalah penyakit kelamin

Herpes Genital

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
herpes labialis di bibir dan mulut

Herpes Labialis (Mulut/Bibir)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit