Penyebab Munculnya Selulit dan Cara Menghilangkannya

Anda mungkin sudah pernah melihat penampakan selulit, atau bahkan memilikinya di paha, bokong, atau lengan. Tapi apakah Anda benar-benar tahu apa itu selulit?

Banyak orang menyangka bahwa selulit adalah timbunan lemak. Ada juga yang bilang bahwa selulit terdiri dari racun dan kelebihan air yang terperangkap di bawah kulit. Namun, yang benar, selulit adalah suatu kondisi yang memengaruhi penampilan kulit di area dengan timbunan lemak (paling jelas di bokong dan paha), yang membuat kulit tampak berlesung dan bergelombang.

Penyebab selulit bukanlah lemak

Lemak sebenarnya tidak bertanggung jawab terhadap tampilan selulit yang kental bergelombang. Dalam beberapa situasi, lemak sebetulnya bisa menjadi hal yang memperindah tubuh. Bahkan, lemak wajah adalah yang membuat Anda memiliki pipi kencang nan ranum yang Anda lihat pada anak muda. Ahli bedah plastik bahkan mematok biaya yang tinggi untuk menyuntikkan lemak ke dalam area wajah dan tubuh seorang pasien. Bahkan, suntikan lemak terkadang digunakan sebagai pengobatan untuk memperbaiki penampilan selulit.

Jadi, apa yang membuat selulit berbeda dari lemak “normal?” Struktur kulit di atasnya dan struktur jaringan ikat di bawahnyalah yang menentukan apakah area tersebut memiliki penampilan yang halus, atau bergelombang alias selulit.

Kenapa hampir semua wanita punya selulit sedangkan pria justru jarang?

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa pria jarang memiliki selulit, bahkan ketika pria tersebut bertubuh gemuk? Atau mengapa anak kecil yang gemuk tidak memiliki selulit? Namun pada wanita, bahkan yang bertubuh sangat langsing pun biasanya memiliki selulit?

Meskipun selulit cenderung akan memburuk dengan semakin banyaknya jumlah lemak yang terdapat di area tubuh tertentu, selulit dapat memengaruhi bahkan wanita yang paling kurus sekalipun. Alasannya adalah bahwa meski timbunan lemak memang memperburuk kondisi tersebut, lemak itu sendiri bukanlah penyebab utamanya.

Di bawah kulit, terletak lapisan jaringan ikat fibrosa yang berfungsi untuk melekatkan kulit pada otot di bawahnya. Pada kebanyakan pria, jaringan ikat ini diatur secara menyilang atau diagonal, dalam pola yang halus dan bersinambungan.

Jaringan ikat wanita adalah cerita yang lain lagi; jaringan ini diatur secara vertikal (tegak lurus terhadap kulit). Oleh karena itu, sabuk-sabuk serat (yang disebut septa) menambatkan kulit ke jaringan di bawahnya pada titik-titik tertentu, yang pada akhirnya menciptakan “ruang lemak” terpisah untuk mendesak pada kulit sementara sabuk serat menarik kulit ke bawah.

Perbedaan pada pengaturan jaringan ikat ini (ditambah dengan fakta bahwa pria biasanya memiliki kulit yang lebih tebal daripada wanita) menjelaskan mengapa jauh lebih sedikit pria yang memiliki selulit daripada wanita.

Semakin tua usia, semakin memburuk selulit kita

Ketika kita muda, jaringan ikat kita kenyal dan elastis, meregang, dan menyesuaikan dengan kulit sehingga semuanya tetap halus. Kemudian terjadilah pubertas, dan hormon mengacaukan jaringan ikat, membuatnya lebih kaku dan kurang elastis. Pada saat yang sama, sel-sel lemak kita cenderung untuk membentang di area tertentu, mendesak keluar pada kulit.

Seiring serat-serat jaringan ikat menyusut dan menjadi kaku dengan usia, mereka semakin menarik turun kulit. Pada saat yang sama, simpanan lemak yang meningkat ini mendesak keluar di area di sekitarnya. Gabungkan dua kejadian ini bersama, dan hasilnya adalah permukaan kulit yang bergelombang dan terlihat tidak menarik.

Seiring dengan bertambahnya usia, lapisan luar kulit melemah, menipis, dan kehilangan elastisitasnya. Gravitasi berpengaruh secara negatif, dan kulit mulai kendur. Oleh karena septa jaringan ikat tetap utuh dan sering kali menyusut dan menegang lebih lanjut seiring waktu, penampilan selulit terus memburuk seiring bertambahnya usia.

Faktor lain yang memperparah dalam perkembangan selulit adalah berat badan yang naik turun. Siklus peningkatan dan penurunan berat badan yang berulang akan merusak elastisitas kulit lebih lanjut, membuat selulit lebih jelas terlihat.

Cara menghilangkan dan menyamarkan penampakan selulit

Anda dapat memperbaiki (bukan menghilangkan sepenuhnya) tampilan selulit dengan menjalani gaya hidup sehat. Ini berarti menjaga hidrasi, tidak merokok, dan menjalani diet dan program olahraga yang masuk akal.

Kombinasi dari diet dan olahraga yang tepat akan mengurangi lapisan lemak di bawah kulit, membuat selulit menjadi tidak begitu terlihat. Pola makan tepat juga dapat membuat kulit dan jaringan ikat tetap kuat, sehat, dan lebih kenyal. Selain itu, tetap menjaga hidrasi dan makan dengan benar akan membantu mencegah retensi cairan (yang memperburuk selulit).

Olahraga bisa membantu selulit dalam banyak cara. Tidak hanya membantu menjaga kadar lemak tetap rendah, olahraga juga meningkatkan sirkulasi darah dan bentuk otot di area yang rentan selulit. Peningkatan sirkulasi darah akan menjaga kesehatan kulit dan jaringan ikat, serta membantu mengeliminasi sampah dan retensi cairan yang berlebih.

Selulit tidak dapat dihilangkan sepenuhnya

Anda dapat menjalani diet dan program olahraga terbaik di dunia, dan tetap berakhir dengan selulit. Ini karena kemunculan selulit, tingkat keparahan, dan lokasi kemunculannya, sebagian besar dipengaruhi oleh hormon dan faktor keturunan.

Meskipun ada beberapa pengobatan dan prosedur yang agak dapat memperbaiki tampilan selulit, tidak ada “penyembuh” untuk selulit. Bahkan, kebanyakan obat selulit tidak lebih dari sekadar plasebo alias obat kosong belaka. Namun seperti telah disebutkan di atas, selulit masih bisa disamarkan sehingga tidak terlalu tampak. Berbagai ramuan alami berikut ini juga bisa Anda coba untuk memperhalus penampakan selulit.

Baca Juga:

Sumber
Morteza Tafakory Fisioterapi
Morteza Tafakory adalah ahli fisioterapis yang saat ini aktif sebagai pengajar di berbagai workshop untuk pencegahan cedera di Jerman dan Belanda, instruktur ...
Selengkapnya
Morteza Tafakory Fisioterapi

Morteza Tafakory adalah ahli fisioterapis yang saat ini aktif sebagai pengajar di berbagai workshop untuk pencegahan cedera di Jerman dan Belanda, instruktur di berbagai studio yoga dan pilates termasuk di Jepang dan Kuala Lumpur, sebagai sport medic yang menangani cedera di berbagai kompetisi CrossFit di Belanda, sekaligus menjalankan kliniknya, Tafakory Therapist & Trainer.

Selengkapnya
Artikel Terbaru