Pilihan Obat Dokter dan Perawatan Rumahan untuk Penyakit Kulit

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Ada banyak sekali obat dan pilihan perawatan untuk mengatasi penyakit kulit. Biasanya pengobatan dilakukan untuk membantu meringankan gejala dan menyembuhkan penyakit agar tak datang lagi. Untuk Anda yang memiliki penyakit kulit, berikut berbagai pilihan obat plus perawatan rumahan yang bisa dipertimbangkan.

Pilihan obat dokter untuk mengatasi penyakit kulit

alergi obat antibiotik

Obat yang digunakan untuk mengobati penyakit kulit biasanya terdiri dari dua jenis yaitu oles (termasuk semprot) dan minum (pil dan tablet).

Namun, tak menutup kemungkinan juga ada obat yang disuntikkan langsung ke dalam tubuh agar bekerja lebih cepat. Berikut ini berbagai pilihan obat untuk mengobati penyakit kulit, yaitu:

Antivirus

Antivirus adalah obat untuk penyakit kulit yang disebabkan oleh virus seperti pada cacar air, herpes, dan herpes zoster.  Beberapa obat antivirus yang banyak digunakan yaitu:

Obat-obatan ini tidak bisa mematikan virus sepenuhnya dari tubuh. Namun, obat ini berfungsi untuk mengurangi risiko penyebaran serta mencegah agar seseorang tidak terinfeksi virus ini di masa mendatang.

Selain itu, obat antivirus ini juga berfungsi untuk mengurangi tingkat keparahan dan lamanya infeksi. Dengan begitu, infeksi menjadi lebih cepat sembuh dan mencegah agar tidak timbul luka baru.

Antibiotik

Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Oleh sebab itu, obat ini juga sering disebut sebagai antibakteri.

Biasanya penyakit kulit yang membutuhkan obat antibakteri ini yaitu:

  • Infeksi kulit akibat bakteri Staphylococcus seperti impetigo
  • Infeksi kulit akibat bakteri Streptococcus seperti selulitis dan bisul

Adapun jenis-jenis antibiotik yang sering kali diresepkan untuk penyakit kulit yaitu:

  • Penicillins (penicillin G, amoxicillin, flucloxacillin)
  • Cephalosporins (cefoxitin, cefotaxime, ceftriaxone)
  • Carbapenem (imipenem)
  • Makrolid (erythromycin, azithromycin, clarithromycin)
  • Tetracyclines (tetracycline, tetracycline, doxycycline, lymecycline)
  • Fluoroquinolones (norfloxacin, ciprofloxacin, enoxacin, ofloxacin)
  • Lincosamides (clindamycin, lincomycin)

Antijamur

Obat antijamur digunakan untuk mengatasi masalah kulit akibat infeksi jamur seperti kurap dan kutu air. Ada dua jenis obat antijamur, yaitu yang dioles dan diminum.

Oles

Miconazole termasuk salah satu obat infeksi jamur yang bekerja dengan mencegah pertumbuhan jamur. Obat antijamur oles hanya boleh dioleskan pada area yang bermasalah di kulit.

Jika obat yang diberikan dokter dalam bentuk semprot, kocok terlebih dahulu sebelum menggunakannya. Setelah menggunakan obat, cuci tangan dengan bersih menggunakan sabun.

Lanjutkan pengobatan sampai batas waktu yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan untuk menyebabkan jamur terus tumbuh hingga menyebabkan infeksi terus kambuh.

Minum

Obat antijamur minum biasanya diperlukan untuk mengatasi penyakit kulit akibat infeksi jamur dengan kondisi:

  • Sudah menyebar ke berbagai bagian tubuh dengan kondisi cukup parah
  • Tidak bisa diobati dengan antijamur oles
  • Menyerang daerah-daerah yang berambut seperti pada tinea capitis dan tinea barbae

Biasanya dosis dan lamanya pengobatan tergantung pada:

  • Jenis jamur apakah candida, dermatofit (tinea), atau malassezia
  • Bagian yang terserang apakah kulit, mukosa, atau kuku
  • Penyakit lain yang Anda miliki
  • Interaksi dengan obat-obatan lain

Adapun obat-obatan antijamur minum yang biasanya diresepkan untuk infeksi jamur candida dan dermatofita yaitu:

  • Itraconazole
  • Ketoconazole
  • Fluconazole
  • Tablet Voriconazole dan posaconazole untuk infeksi candida dan infeksi jamur yang serius.

Sementara itu, obat-obatan yang hanya cocok untuk infeksi candida yaitu:

  • Nyastin
  • Flucytosine
  • Amphotericin B
  • Caspofungin, anidulafungin, dan micafungin (echinocandins)

Di bawah ini obat-obatan yang cocok untuk infeksi dermatofita saja yaitu:

  • Griseofulvin
  • Terbinafine

Isotretinoin

Isotretinoin adalah obat turunan dari vitamin A (retinoid). Obat ini memiliki merek asli Accutane® dan Roaccutane®.

Selain sangat efektif digunakan untuk jerawat, obat ini juga bisa mengobati penyakit kulit lainnya seperti:

  • Rosacea
  • Seborrhoea
  • Folikulitis kulit kepala
  • Discoid lupus erythematosus
  • Actinic keratosis yang parah
  • Karsinoma sel skuamosa

Anthralin

Obat ini digunakan untuk mengobati psorasis. Anthralin bekerja dengan memperlambat pertumbuhan sel-sel kulit. Dengan begitu, produksi sel kulit bisa terkendali sehingga tak lagi menumpuk di permukaan.

Anthralin termasuk obat yang digunakan untuk mengobati psoriasis jangka panjang. Oleh sebab itu, obat ini tidak digunakan untuk psoriasis yang parah. Selain itu, jangan gunakan obat ini jika kulit meradang atau iritasi.

Anthralin tersedia dalam bentuk krim atau sampo. Anda perlu mengikuti anjuran dokter mengenai cara pemakaian, dosis, dan berapa lama obat ini didiamkan di kulit.

Kortikosteroid

Kortikosteroid termasuk obat yang tersedia dalam berbagai bentuk yaitu oles dan minum atau suntik. Obat ini banyak digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit seperti:

  • Eksim
  • Dermatitis seboroik
  • Psoriasis
  • Discoid lupus erythematosus – penyakit lupus yang hanya menyerang kulit
  • Iritasi kulit akibat gigitan atau sengatan serangga

Obat ini bekerja dengan cara mengurangi peradangan dan iritasi pada kulit. Untuk obat kortikosteroid minum, dokter biasanya akan meresepkan:

  • Prednisone
  • Prednisolone
  • Methylprednisolone
  • Beclomethasone
  • Betamethasone
  • Dexamethasone
  • Hydrocortisone
  • Triamcinolone

Sementara untuk obat oles, dokter akan memberikan obat sesuai dengan keparahan kondisi. Berikut jenis obat kortikoseteroid untuk mengatasi penyakit kulit yang biasa diberikan:

  • Kortikosteroid sangat kuat, betamethasone dipropionate, clobetasol propionate (Clobex, Temovate, Olux)
  • Kortikosteroid kuat, amcinonide (Cylocort), desoximetasone (Topicort, Topicort LP), halcinonide (Halog)
  • Kortikosteroid sedang, betamethasone valerate (Luxiq), clocortolone pivalate (Cloderm)
  • Kortikosteroid dosis rendah,  alclometasone dipropionate (Aclovate), desonide (Desowen), dan hydrocortisone

Asam salisilat

Asam salisilat adalah bahan aktif dalam banyak produk perawatan kulit terutama untuk mengatasi masalah jerawat, seborrhea, dan kutil.

Obat ini bekerja dengan meningkatkan kelembapan di kulit dan melarutkan zat yang menyebabkan sel kulit saling menempel.

Dengan begitu, sel kulit bisa lebih mudah untuk lepas dan terkelupas. Namun, obat ini tidak bisa digunakan untuk kutil yang disebabkan oleh virus.

Inhibitor enzim

Inhibitor enzim atau obat penghambat kerja enzim bekerja dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan peradangan.

Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi masalah kulit akibat peradangan seperti pada eksim. Eucrisa adalah inhibitor enzim yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat untuk mengobati eksim.

Imunosupresan

Imunosupresan, seperti azathioprine (Imuran) dan methotrexate (Trexall), digunakan untuk mengobati psoriasis dan eksim yang parah.

Obat ini bekerja dengan cara mengendalikan atau menekan sistem kekebalan tubuh guna memperlambat gejala penyakit kulit.

Imunosupresan membantu menghentikan rasa gatal dan membiarkan kulit sembuh. Otomatis hal ini membuat risiko infeksi kulit menjadi berkurang.

Gunakan obat sesuai petunjuk dokter

memilih obat antidepresan terbaik ampuh

Apa pun obat yang diresepkan pada Anda, pastikan untuk menggunakannya sesuai petunjuk. Patuhi semua aturan yang diberikan agar obat bisa bekerja secara maksimal.

Biasanya dokter akan memberikan informasi dengan jelas mengenai dosis, lama pemakaian, hingga pantangan saat menggunakan obat.

Jika khawatir lupa, Anda boleh mencatat semua petunjuk dari dokter agar tak salah langkah. Anda juga bisa membaca petunjuk pemakaian pada label kemasan jika lupa mencatatnya.

Pengobatan medis lain untuk penyakit kulit

laser ablatif

Terapi cahaya atau laser banyak digunakan untuk membantu mengatasi berbagai masalah kulit termasuk psoriasis, vitiligo, skleroderma, dan lainnya

Terapi ini bekerja dengan cara memperlambat pertumbuhan sel dan peradangan pada kulit yang bermasalah. Selain untuk pengobatan, terapi ini juga banyak digunakan untuk memperbaiki tampilan kulit.

Dilansir dari laman University of Chicago Medicine, ada beberapa jenis terapi cahaya yang biasanya digunakan yaitu:

  • Terapi pita ultraviolet cahaya B (UVB), untuk mengobati psoriasis, vitiligo, dan masalah peradangan kulit lainnya
  • Terapi psoralen dan sinar UVA, menggabungkan radiasi sinar UV dan obat minum serta oles untuk psoriasis, eksim, dan vitiligo
  • Terapi laser excimer, untuk mengobati psoriasis, vitiligo, dan dermatitis tanpa merusak kulit yang sehat
  • Terapi fotodinamik cahaya biru, untuk mengatasi jerawat dan melawan penyakit kulit actinic keratosis

Berbagai terapi ini biasanya digunakan sebagai perawatan tambahan selain obat untuk mengatasi penyakit kulit yang Anda miliki.

Perawatan rumahan untuk mengobati penyakit kulit

manfaat mandi air hangat

Selain dengan obat, berikut berbagai perawatan rumahan yang bisa membantu mengatasi penyakit kulit:

Rutin mandi

Mandi tak hanya membersihkan tubuh dari kuman tetapi juga bagus untuk melembapkan kulit. Apalagi jika penyakit kulit yang Anda miliki membuat kulit menjadi sangat kering seperti eksim dan psoriasis.

Namun, jangan asal mandi. Anda perlu memerhatikan sabun dan sampo yang digunakan. Pilihlah produk berbahan dasar lembut agar tidak mengiritasi kulit.

Gunakan pembersih yang lembut, tanpa busa, bebas pewangi. Hindari produk dengan partikel kasar dengan scrub karena bisa membuat kulit mengalami iritasi.

Selain itu, hal lainnya yang juga tak kalah penting yaitu suhu air. Jangan mandi dengan air yang terlalu panas atau terlalu dingin. Ini karena kulit bisa semakin kering.

Meski disarankan untuk rutin mandi, jangan juga melakukannya terlalu sering. Paling tidak mandilah satu hari sekali selama kurang lebih 10 hingga 15 menit.

Kemudian, gunakan air hangat agar kulit tetap bisa terhidrasi dengan baik. Hindari menggosok kulit terlalu keras karena justru bisa membuatnya terluka.

Menggunakan pelembap kulit

Setelah mandi, Anda wajib menggunakan pelembap untuk seluruh kulit. Tujuannya agar kulit terhindar dari kekeringan yang bisa meningkatkan risiko infeksi.

Pilihlah pelembap yang cocok dan aman untuk kulit Anda. Jika ragu, konsultasikan ke dokter dan mintalah rekomendasi produk darinya yang aman dipakai berbarengan dengan obat penyakit kulit lainnya.

Pelembap paling bagus digunakan setelah mandi sebelum kulit benar-benar kering. Pasalnya, cara ini membuat pelembap bisa dengan mudah menyerap ke dalam kulit.

Mengompres kulit

Mengompres kulit dengan air panas atau dingin membantu meredakan gatal tanpa perlu menggaruknya. Cara ini bisa dengan mudah Anda lakukan di rumah dengan berbekal baskom kecil, air, dan handuk kecil.

Anda hanya perlu merendam handuk kecil ke dalam sebaskom air panas atau dingin. Kemudian, peras dan tempelkan ke bagian kulit yang terasa gatal.

Ulangi sampai Anda merasa jauh lebih baik. Ingat, mengompres kulit yang gatal jauh lebih baik dibandingkan dengan menggaruknya.

Ubah pola makan

Meski tak bisa menyembuhkan, makanan tertentu bisa meringankan penyakit kulit yang dimiliki. Pasalnya, makanan tertentu memiliki kandungan antiradang yang bisa menjadi obat alami untuk penyakit kulit.

Eksim, psoriasis, dan sejumlah peradangan kulit lainnya bisa diringankan gejalanya dengan makan-makanan sehat. Adapun berbagai makanan yang tinggi kandungan antiradangnya yaitu:

  • Ikan
  • Sayuran hijau
  • Kacang-kacangan
  • Buah-buahan beraneka warna
  • Sayur-sayuran
  • Kunyit
  • Kayu manis
  • Biji rami

Sebaliknya, makanan yang perlu dihindari karena bisa memicu peradangan yaitu produk susu, telur, kedelai, dan tepung.

Batasi paparan sinar matahari

Bagi sebagian besar penyakit kulit seperi psoriasis, eksim, vitiligo, dan rosacea, paparan sinar matahari berlebih bisa memperparah kondisi.

Untuk itu, sebaiknya batasi paparan sinar matahari langsung ke kulit terutama di siang hari. Gunakan pakaian tertutup dan jangan lupa pakai tabir surya sebelum berkegiatan di luar ruangan.

Namun, penting juga untuk berjemur di pagi hari sebentar saja. Pasalnya, sinar matahari pagi sangat bagus untuk kesehatan kulit karena mengandung vitamin D.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca