7 Pilihan Obat Eksim yang Disarankan Secara Medis, dan Perawatan Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/02/2020
Bagikan sekarang

Eksim (dermatitis atopik) adalah peradangan kronis yang ditandai dengan kulit kemerahan yang kasar, kering bersisik dan pecah-pecah, serta terasa gatal. Kulit yang meradang juga mungkin menimbulkan luka lepuh. Eksim itu sendiri merupakan penyakit kambuhan yang tidak bisa disembuhkan. Namun, bukan berarti tidak ada cara mengobati eksim yang sedang kambuh. Ada beberapa obat yang khusus dapat membantu meredakan gejala eksim. Simak ulasannya dalam artikel ini.

Berbagai pilihan obat eksim (dermatitis atopik)

Peradangan kulit akibat eksim biasanya terjadi pada bagian tubuh yang berlipatan, seperti siku bagian dalam, belakang lutut, dan bagian depan leher. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan gejala eksim bisa muncul di tangan dan kaki (eksim dishidrosis), di kulit kepala (eksim seboroik), dan di wajah.

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan dermatitis atopik secara total. Namun, penggunaan obat tetap menjadi bagian vital dari cara mengobati eksim dalam jangka panjang dengan tujuan:

  • Mencegah agar gejala tidak memburuk atau mudah kambuh di kemudian hari.
  • Meringankan rasa sakit dan gatal.
  • Mengurangi stres emosional yang dapat memicu kekambuhan.
  • Mencegah infeksi pada kulit yang terdampak eksim.
  • Menghentikan penebalan kulit.

Nah, berikut adalah beberapa pilihan obatnya yang biasa diresepkan dokter:

1. Obat kortikosteroid

Obat kortikosteroid dalam bentuk salep, krim, tablet, ataupun pil sering diresepkan dokter untuk membantu mengurangi gatal dan peradangan kulit akibat eksim.

Jenis dan takaran dosis obatnya akan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala yang Anda alami. semakin parah, dokter dapat meresepkan dosis obat eksim yang lebih tinggi.

Meski demikian, cara mengobati eksim dengan obat kortikosteroid tidak ditujukan untuk pengobatan jangka panjang. Penggunaan kortikosteroid yang berlebihan dapat menyebabkan efek samping serius pada kulit. 

Efek samping yang paling umum dari salep atau krim kortikosteroid adalah penipisan tekstur dan perubahan warna kulit pada area yang sering dioles obat. Selain itu, rambut halus juga bisa bertumbuh makin banyak di area tersebut.

Itu sebabnya, penting untuk selalu mengikuti anjuran dokter dan baca petunjuk cara pakai pada label kemasan sebelum Anda mulai menggunakan obat ini. Salep harus dioleskan dengan sangat hati-hati di sekitar mata.

Salep dan krim kortikosteroid cukup aman digunakan untuk anak-anak maupun orang dewasa asalkan mengikuti anjuran dokter. Ibu hamil atau menyusui pun diperbolehkan untuk menggunakan obat ini, dengan catatan hanya dalam dosis rendah.

2. Salep antiradang NSAID

Salep antiradang NSAID seperti crisaborole (Eucrisa) yang dioleskan dua kali sehari dapat mengobati eksim taraf ringan hingga sedang.

Crisaborole mengurangi peradangan terjadi dengan menghambat enzim yang disebut PDE-4. Ketika enzim PDE-4 diblokir, produksi protein sitokin yang memicu peradangan akan berkurang. Dengan kata lain, lebih sedikit sitokin dalam darah, maka semakin minim peradangan yang akan menghasilkan gejala eksim.

Obat ini telah dibuktikan efektif mengurangi peradangan dan membantu kulit kembali ke penampilan normalnya. Melansir National Eczema Association, uji klinis juga telah menunjukkan crisaborole dapat ditoleransi dengan baik ketimbang kortikosteroid sehingga lebih aman untuk penggunaan jangka panjang.

Diskusikan dulu dengan dokter mengenai penggunaan obat ini untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun.

3. Antihistamin

Antihistamin tidak secara langsung meredakan gatal akibat eksim. Antihistamin itu sendiri sebenarnya merupakan obat untuk meredakan gejala alergi pada kulit, seperti gatal, pembengkakan, dan ruam.

Antihistamin adalah obat yang ditujukan untuk memblokir produksi histamin yang memicu reaksi alergi. Nah, meski gejala eksim mungkin saja menimbulkan kondisi serupa, tapi peradangan akibat eksim tidak dipicu oleh produksi histamin. Maka itu, tidak semua orang pengidap eksim dapat merasakan manfaat obat ini.

Meski demikian, beberapa orang yang gejala eksimnya secara spesifik muncul atau diperparah oleh reaksi alergi (dermatitis kontak alergi) dapat mengalami perbaikan kondisi setelah minum obat ini.

Ingat, selalu konsultasi ke dokter terlebih dulu apabila Anda ingin menggunakan obat ini agar Anda bisa mendapatkan dosis yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

4. Antibiotik

Kulit yang terdampak eksim dapat terluka jika gatalnya terus digaruk. Nah, luka terbuka ini dapat membuat Anda mengalami infeksi kulit ketika terpapar oleh kuman dari lingkungan.

Maka untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, dokter dapat memberikan obat berupa antibiotik. Antibiotik yang digunakan sebagai obat eksim biasanya berbentuk topikal (krim atau salep) atau oral (tablet atau kapsul yang diminum).

Antibiotik topikal biasanya cukup untuk mengobati infeksi ringan pada area kulit yang terdampak eksim. Oleskan obat salep secara merata pada daerah yang terinfeksi. Namun jika infeksi bakteri sudah meluas, Anda mungkin akan diberikan antibiotik minum.

Cephalosporin, nafcillin, dan vancomycin adalah beberapa antibiotik yang paling sering digunakan untuk mengobati eksim.

5. Obat antijamur

Apabila infeksi pada kulit yang terdampak eksim disebabkan oleh jamur, dokter akan meresepkan obat antijamur miconazole berbentuk krim atau salep. Biasanya krim atau salep oles akan diresepkan untuk infeksi yang tergolong ringan.

Kurap (kadas) adalah infeksi jamur yang paling rentan menyerang kulit penderita eksim. Sementara jika infeksi kulit disebabkan oleh virus, misalnya herpes simplex, obatnya adalah antivirus seperti acyclovir.

6. Obat imunosupresan

Penyebab pasti eksim memang belum diketahui. Namun, peneliti menduga bahwa kemunculan gejala eksim dapat dipengaruhi oleh kerja sistem imun yang overaktif.

Sistem imun yang sensitif akan cepat bereaksi terhadap hal-hal tersebut dengan menimbulkan reaksi peradangan. Peradangan yang sampai memunculkan ruam kemerahan gatal pada kulit menandakan lapisan pelindungnya sudah mengalami kerusakan.

Obat immunosupresan dapat membantu mengobati gejala eksim yang disebabkan oleh peradangan seperti ini. Immunosupresan bekerja dengan cara mengendalikan sistem kekebalan tubuh agar tidak lagi bereaksi berlebihan.

7. Calcineurin inhibitor

Obat berupa salep atau krim steroid tidak boleh digunakan untuk mengobati eksim dalam jangka panjang mengingat potensi efek sampingnya.

Maka sebagai alternatif, dokter biasanya menyarankan penggunaan obat golongan calcineurin inhibitor, seperti pimecromilus atau tacrolimus. Dua obat ini digunakan sebagai terapi lini kedua untuk eksim sedang hingga berat pada orang dewasa atau anak-anak berusia dua tahun dan lebih tua.

Obat ini bekerja memblokir protein kalsineurin yang merangsang produksi sitokin pemicu radang yang menyebabkan gejala eksim kambuh.

Obat golongan calcineurin inhibitor dapat digunakan pada seluruh area wajah, bahkan pada kelopak mata.

Berbagai cara mengobati eksim agar tidak makin parah

Penggunaan obat saja untuk mengobati gejala eksim mungkin tidak cukup. Dilansir dari Health, Joshue Zeichner, MD., seorang dermatolog dan direktur riset kosmetik dari Rumah Sakit Mount Sinai, mengatakan bahwa mengubah kebiasaan dan gaya hidup juga dapat sangat membantu mengatasi gejala eksim.

Beberapa cara sederhana yang nyatanya bisa Anda lakukan untuk membantu mengobati eksim agar tidak semakin parah, yaitu:

1. Menghindari segala hal yang menyebabkan iritasi

Cara pencegahan yang bisa dilakukan adalah tidak menggunakan pakaian berbahan tebal dan kaku (seperti wol dan nilon) karena akan membuat kulit semakin gatal.

Sebagai gantinya, Anda bisa kenakan pakaian yang berbahan lembut dan menyerap keringat, seperti katun halus.

Jika ingin berolahraga, jangan pakai kain sintetik seperti spandex yang terlalu ketat. Carilah bahan pakaian olahraga yang dapat menyerap keringat dengan baik.

2. Pakai pelembap

Salah satu gejala khas dari eksim adalah kulit kering. Maka, menjaga kelembapan kulit adalah hal penting agar gejala tidak semakin parah.

Anda bisa menggunakan pelembap paling tidak 2-3 kali sehari untuk melembapkan dan melindungi kulit dari risiko pecah-pecah. Oleskan pelembap saat kondisi kulit masih lembap sehabis mandi.

Pilihlah pelembap untuk kulit kering yang memiliki kandungan minyak tinggi, tapi tidak mengandung banyak bahan kimia. Pelembap harus bebas dari alkohol, aroma, pewarna, parfum, atau bahan kimia lainnya. Pelembap dengan kandungan emolien atau salep seperti petroleum jelly pun boleh Anda gunakan.

Namun sebaiknya diskusikan dulu dengan dokter untuk mencari jenis pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit Anda, terutama jika memiliki alergi terhadap kandungan kimia tertentu.

3. Potong kuku

Eksim selalu menimbulkan rasa gatal yang tak tertahankan pada kulit. Meski begitu, Anda disarankan untuk tidak menggaruknya. Pasalnya, menggaruk eksim bisa membuat kulit terinfeksi bakteri.

Potong kuku jadi pilihan terbaik untuk mengurangi risiko kerusakan kulit. Apabila eksim terjadi pada bayi, berikan sarung tangan agar garukan tidak membuat kulitnya terluka.

4. Gunakan tabir surya

Hindari kulit terpapar sinar matahari langsung dalam waktu yang lama selama Anda masih rutin menggunakan obat eksim dan setelahnya. Hal ini bertujuan untuk mencegah kulit terbakar matahari.

Kulit yang terbakar matahari dapat memicu peradangan parah yang membuatnya semakin merah dan mengering.

Jadi, apabila Anda ingin keluar rumah pada siang hari, jangan lupa oleskan dulu tabir surya yang mengandung SPF minimal 30 untuk mencegah risiko tersebut. Oleskan ulang setiap dua jam atau ketika Anda beraktivitas fisik yang bikin berkeringat.

5. Jangan mandi lama-lama

Mandi terlalu lama membuat kulit kering yang bisa memicu kambuhnya gejala.

Saat mandi, air dan bahan-bahan kimia dari sabun akan meluruhkan sebum yang seharusnya bertugas untuk melembapkan kulit secara alami. Itu sebabnya, mandi terlalu lama akan semakin mengikis minyak alami kulit, sehingga kulit makin kering dan rentan iritasi.

Waktu mandi yang ideal menurut para ahli adalah lima menit saja. Lima menit di sini hanya mencakup membasuh tubuh dan sabunan. Anda juga disarankan untuk mandi dengan air dingin dan pakai sabun yang netral (tidak mengandung pewangi dan pewarna). Bila ingin mandi dengan air hangat, sebaiknya sebatas suam-suam kuku.

Ketika mandi jangan menggosok kulit terlalu keras. Begitu pula ketika mengeringkan badan. Tepuk-tepuk lembut kulit yang basah dengan handuk, jangan digosok.

6. Jauhi stres

Stres nyatanya bisa membuat ruam akibat eksim bertambah buruk. Itu sebabnya, usahakan melakukan aktiftas yang menyenangkan agar pikiran tetap sehat. Selain itu, jangan lupa perhatikan asupan makan Anda dan tidur yang cukup.

Hindari kebiasaan menggaruk area yang gatal karena dapat merusak kulit wajah dan meningkatkan risiko infeksi.

7. Fototerapi

Fototerapi dapat menjadi solusi jika berbagai obat dan cara mengobati gejala eksim di atas tidak juga mempan.

Metode ini dilakukan dengan cara memancarkan sinar ultraviolet B (UVB) secara langsung pada kulit wajah. Dilansir WebMD, sinar UVB dapat mengurangi peradangan, merangsang produksi vitamin D, serta meningkatkan kemampuan tubuh melawan bakteri pada kulit.

Namun, Anda tidak disarankan mengobati eksim dengan fototerapi dalam jangka panjang karena dapat meningkatkan risiko kanker kulit.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Mencegah Alergi pada Bahan Pakaian?

Mencegah alergi bahan pakaian diperlukan supaya Anda terhindar dari rasa tidak nyaman pada kulit Anda, seperti kemerahan dan gatal.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin

5 Poin Penting Dalam Memilih Sunscreen untuk Kulit Eksim

Suncreen wajib digunakan sebelum beraktivitas, apalagi bagi orang dengan masalah eksim. Agar tak keliru, begini cara tepat memilih sunscreen untuk eksim.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

5 Tanda yang Muncul di Kulit Jika Anda Tidak Cocok Dengan Produk Skincare Baru

Kulit Anda dapat menunjukkan tanda-tanda khusus saat skin care yang selama ini dipakai ternyata tidak cocok. Jangan abaikan tanda yang muncul!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

4 Minyak Esensial untuk Mengatasi Kulit yang Rentan Eksim

Tidak hanya obat kortikosteroid, minyak esensial ternyata bisa digunakan untuk meringankan gejala kulit eksim. Apa saja ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Direkomendasikan untuk Anda

Perawatan dermatitis kontak

6 Metode Perawatan untuk Meredakan Gatal dan Perih di Kulit Akibat Dermatitis Kontak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 11/04/2020
pelembab kulit eksim

6 Jenis Obat untuk Mengatasi Eksim Kering dan Basah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020
penyebab dermatitis

6 Hal yang Jadi Penyebab Dermatitis, dan 3 Faktor Pemicu Kumatnya Gejala

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 02/04/2020
Dermatitis kontak iritan

Dermatitis Kontak Iritan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 03/02/2020