Cara Memilih Pelembap Terbaik untuk Kulit Berminyak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Meski kulit Anda berminyak, bukan berarti Anda tidak perlu pakai pelembap. Pelembap kulit yang baik akan juga bermanfaat bagi wajah berminyak. Pelembap dapat mengurangi kelebihan minyak dan meminimalisir wajah agar tidak terlihat berminyak. Namun memang, pemilik kulit berminyak harus ekstra hati-hati dalam memilih pelembap agar tidak semakin memperparah kondisinya. Jadi, apa saja yang harus diperhatikan saat memilih pelembap untuk kulit berminyak? Simak tipsnya dalam artikel ini.

Tips memilih pelembap untuk kulit berminyak

Sehabis Anda cuci muka, lapisan minyak di permukaan kulit akan tersapu bersih. Maka tidak heran jika kulit Anda akan terasa lebih kering dan kesat setelahnya. Kondisi kulit yang kering akan memicu kelenjar minyak untuk memproduksi sebum (minyak wajah) yang lebih banyak sebagai cara tubuh untuk mengembalikan kondisinya seperti semula.

Nah, pelembap yang baik akan membantu mengendalikan produksi minyak berlebih tersebut sambil tetap memastikan kelembapan kulit terjaga selalu.

Bagaimana, sih, cara memilih pelembap untuk kulit berminyak yang baik?

1. Cek dulu formula dan teksturnya

Pelembap untuk kulit berminyak idealnya harus memiliki formula krim dengan bahan dasar air atau gel, bukannya losion yang berbahan dasar minyak. Pastikan juga produk pelembap Anda berfomula ringan serta mencantumkan label bebas minyak (oil-free) dan nonkomedogenik (non-comedogenic).

Meski tidak secara khusus dirancang untuk membasmi jerawat, formula pelembap seperti ini tidak akan menyebabkan jerawat.

Jika Anda butuh pelembap yang sekaligus bisa mencegah dan melawan jerawat, pilihllah produk pelembap yang mengandung bahan aktif antibakteri.

2. Kandungan pelembap

Setelah cek tekstur dan formulanya, cek juga label komposisi produk pelembap yang akan Anda pilih. Dilansir dari WebMD, pelembap untuk kulit berminyak yang baik idealnya mengandung Alpha Hidroxy Acid (AHA), seperti asam laktat atau asam glikolat, yang tidak menyumbat pori-pori Anda (non-comedogenic).

Berbagai kandungan tersebut membantu kulit Anda untuk menyerap dan mempertahankan kelembapan tanpa memberi minyak tambahan. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk selalu membaca komposisi bahan pada kemasan dengan teliti sebelum Anda membeli pelembap.

Pelembap yang harus dihindari untuk kulit berminyak

Pelembap berbasis minyak sangat tidak disarankan untuk kulit berminyak. Jauhi setiap pelembap yang mengandung lanolin, minyak mineral, atau vitamin E. Semua bahan itu hanya akan menambah jumlah minyak dalam kulit Anda.

Anda juga sebaiknya menghindari pelembap yang menggunakan oklusif berat dalam formulanya. Perhatikan nama-nama seperti petrolatum, parafin, atau kolagen pada label. Tak satu pun dari bahan ini akan membantu melembapkan kulit berminyak.

Sangat penting untuk merawat kulit berminyak Anda dengan lembut. Itu sebabnya, jangan menggosok wajah Anda atau menggunakan perawatan jerawat yang berbahan keras dalam jumlah yang berlebihan. Asam salisilat, alkohol, dan benzoil peroksida terlalu kuat untuk digunakan lebih dari sekali sehari.

Juga, hindari menggunakan scrub seperti garam alami kasar sebagai exfoliator. Perlakuan yang kasar akan menyebabkan kulit Anda menjadi radang dan dapat memicu jerawat.

Jadi, perlakukanlah wajah Anda dengan perawatan yang baik. Rawat dengan pelembap berbasis air dan rasakan perasaan baik dan sensasi lebih lembut ketika kulit kemilau berminyak Anda menjadi bercahaya dan sehat. Lembapkan kulit Anda dengan pelembap berkualitas tinggi untuk kulit berminyak agar tetap cantik dan sehat.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca