3 Jenis Makanan yang Direkomendasikan untuk Penderita Eksim, dan 7 Pantangannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Eksim adalah peradangan kronis yang membuat kulit memerah, bengkak, kering bersisik, dan terasa sangat gatal. Ada banyak hal yang dapat memicu kekambuhan eksim, mulai dari paparan zat kimia pada produk perawatan tubuh, perubahan suhu panas yang ekstrem, sampai paparan kulit dengan air yang terlalu lama. Nah bagi beberapa orang, makanan tertentu ternyata ikut memainkan peran. Ada beberapa makanan yang bisa memicu gejala eksim, sementara lainnya justru membantu meredakan peradangan pada kulit. Berikut berbagai makanan yang sebaiknya dikonsumsi dan dihindari untuk penderita eksim.

Makanan yang baik untuk kulit penderita eksim

jenis probiotik adalah

Kulit adalah organ terluar tubuh yang berperan paling besar dan paling pertama untuk menghalau berbagai kuman dan partikel membahayakan lain memasuki tubuh.

Maka itu, sangat penting bagi setiap orang untuk menjaga kesehatan kulit mereka tidak hanya dengan produk perawatan tapi juga dari makanan. Ya! Asupan makanan yang tepat tidak hanya menyehatkan tubuh, tapi juga kulit kita.

Setiap pilihan makanan sehat yang Anda konsumsi mengandung berbagai vitamin, mineral, dan senyawa menguntungkan lainnya yang bermanfaat untuk kulit. Terutama untuk penderita eksim, penting untuk memperbanyak makanan yang mengandung sifat anti-inflamasi untuk melawan peradangan di dalam jaringan kulit. Nah, berikut pilihannya:

1. Ikan tinggi omega-3

Omega-3 adalah jenis asam lemak yang berperan penting menghambat proses peradangan dalam sel. Nah, tubuh manusia tidak bisa menghasilkan omega-3, sehingga harus didapatkan dari makanan atau suplemen.

Salah satu makanan sumber omega-3 terbesar adalah ikan laut, seperti salmon, tuna, dan sarden. Menurut studi yang rilis tahun 2009 dalam American Journal of Clinical Nutrition, kandungan DHA dan EPA (bentuk lain dari omega-3) dalam salmon dapat melindungi sel dari kerusakan radikal bebas yang disebabkan oleh sinar UV.

EPA (eicosapentaenoic) juga terbukti dapat membantu meningkatkan produksi kolagen, protein berserat yang menjaga kulit tetap kenyal dan lembap dari dalam.

Namun, penderita eksim perlu memastikan mereka tidak memiliki alergi terhadap ikan tersebut dan makanan olahannya sebelum dimakan. Dikutip dari Livestrong, gejala eksim malah bisa makin parah atau gampang kambuh jika Anda makan ikan dan memiliki alergi terhadap makanan laut.

Selain dari ikan, Anda bisa mendapatkan omega-3 dari:

  • kacang kedelai
  • minyak kanola
  • bayam
  • sawi hijau
  • dan sayuran hijau lainnya

2. Makanan kaya probiotik

Makanan tinggi probiotik mengandung bakteri baik yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh penderita eksim sekaligus mengurangi peradangan pada kulit sebagai respon alergi.

Beberapa contoh makanan tinggi probiotik yang baik untuk penderita eksim adalah yoghurt, tempe, dan kefir.

Sebuah studi dalam jurnal Critical Reviews in Food Science and Nutrition tahun 2015 menyimpulkan bahwa probiotik berpotensi besar untuk mencegah dan mengobati penyakit kulit termasuk eksim, jerawat, hipersensitivitas kulit, reaksi alergi, kerusakan kulit akibat radiasi UV, serta perbaikan jaringan kulit akibat luka.

3. Makanan tinggi flavonoid

Flavonoid adalah antioksidan yang membantu melawan peradangan di dalam tubuh akibat efek radikal bebas yang merusak sel-sel sehat.

Untuk Anda penderita eksim, makanan yang tinggi flavonoid dan baik untuk kesehatan kulit adalah ibrokoli, apel, ceri, dan bayam. Khususnya bayam, sayuran favorit Popeye si Pelaut ini memiliki kadar lutein tinggi, yang berfungsi melindungi kulit dari peradangan dan kerusakan akibat sinar UV.

Makanan tinggi antioksidan lainnya yang juga baik untuk kulit penderita eksim adalah:

  • Buah-buahan seperti stawberry dan blueberry
  • Kunyit
  • Jahe

Itulah tadi berbagai makanan sehat yang tidak hanya menguntungkan untuk kesehatan tubuh, tapi juga kulit penderita eksim. Namun meski memang dipercya dapat meringankan kondisi, makanan bukanlah satu-satunya obat untuk eksim. Upaya menjaga pola makan sehat tetap harus tetap dibarengi dengan rencana pengobatan eksim lainnya, seperti penggunaan pelembab atau krim steroid secara rutin.

Makanan untuk penderita eksim yang sebaiknya dihindari

cara memasak telur

Eksim atau dermatitis atopik adalah kondisi kulit yang mengalami peradangan sehingga membuatnya tampak kemerahan, kasar, dan terasa gatal.

Penyebab eksim masih belum diketahui secara pasti. Namun sejauh ini, peneliti mengetahui bahwa ada hubungan antara kemunculan eksim dengan kerja sistem imun, riwayat penyakit keturunan, dan alergi makanan.

Menurut American Academy of Dermatology, 40% bayi dan anak-anak yang memiliki alergi makanan juga mengalami eksim. Oleh karena itu, menghindari jenis makanan tertentu untuk penderita eksim diyakini bisa membantu meredakan gejala yang muncul.

Berikut adalah sejumlah makanan yang dapat memicu kekambuhan atau memperparah eksim pada beberapa orang yang memiliki alergi:

  • Produk susu
  • Telur
  • Gluten atau gandum
  • Kedelai
  • Rempah-rempah seperti vanili, cengkeh, dan kayu manis
  • Tomat
  • Beberapa jenis kacang-kacangan

Terkadang, makanan yang mengandung pengawet buatan seperti margarin, makanan olahan, dan makanan cepat saji juga bisa memicu gejala eksim kumat. Penderita eksim juga harus menghindari makanan yang tinggi gula. Pasalnya, gula meningkatkan kadar insulin dalam darah hingga akhirnya menyebabkan peradangan. Berbagai makanan yang tinggi gula yaitu kue, permen, dan minuman kemasan yang manis.

Tidak perlu sampai pantang makan sama sekali

Sebenarnya mengonsumsi berbagai di atas tidak lantas menyebabkan seseorang pasti mengalami eksim. Namun untuk penderita eksim, mengonsumsi makanan tersebut dapat memperparah gejala eksim yang muncul. Biasanya reaksinya akan muncul setelah 6 hingga 24 jam.

Itu kenapa memilah-milih makanan yang tepat dan membatasi atau menghindari sebagian lainnya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan kulit penderita eksim.

Di sisi lain, menjalani diet ketat secara berlebihan yang sebenarnya tidak perlu mungkin malah memperparah gejala pada beberapa kasus. Maka untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan, baiknya penderita eksim selalu konsultasikan kondisi dan pilihan makanan harian pada dokter selama menjalani pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bahan-bahan Alami untuk Mengusir Kulit Kepala Gatal

Ada banyak penyebab kulit kepala gatal, tapi banyak juga bahan-bahan alami dan sederhana yang ampuh mengusir kulit kepala gatal.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 9 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Diet Susu Dinilai Dapat Menurunkan Risiko Diabetes dan Hipertensi

Hampir semua orang menyukai susu dan produk olahannya karena menawarkan segudang manfaat. Bahkan, diet tinggi susu disebut turunkan risiko diabetes.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Nutrisi, Hidup Sehat 7 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Memilih Pelembap untuk Kulit Eksim

Memilih pelembap untuk kulit eksim tidak boleh sembarangan. Salah memilih bisa membuat kulit iritasi. Berikut tips memilih pelembap untuk kulit eksim.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

infeksi saluran kencing kemih

Infeksi Saluran Kemih

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 13 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit
pembengkakan prostat jinak adalah

Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 11 menit
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit