Tidak Gatal Tapi Ingin Menggaruk Kulit? Mungkin Anda Mengidap Ini

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda merasa ingin sekali menggaruk kulit? Padahal, tidak ada bentol, biduran, atau masalah kulit lainnya yang Anda alami? Jika Anda pernah mengalaminya, bisa jadi Anda mengidap gatal psikogenik. Berbeda dengan jenis gatal lainnya seperti gigitan serangga, gatal alergi, biduran, atau biang keringat, gatal psikogenik biasanya tidak ditandai dengan masalah kulit apapun. Untuk mencari tahu lebih lanjut soal gatal psikogenik, simak terus ulasan lengkapnya berikut ini.  

Apakah itu gatal psikogenik?

Gatal psikogenik adalah munculnya desakan untuk menggaruk kulit tanpa adanya masalah atau penyebab gatal. Biasanya gatal psikogenik hanya muncul di bagian tubuh yang mudah Anda jangkau, misalnya lengan, paha belakang, perut, bahu, dan wajah. Semakin digaruk, rasa gatal pun akan semakin menjadi-jadi.

Selain itu, biasanya gatal psikogenik muncul hanya ketika Anda sedang dilanda stres, kecemasan, ada masalah yang sulit dipecahkan, atau saat merasa terancam. Namun, pada beberapa kasus orang-orang juga melaporkan gatal psikogenis saat terlampau bahagia.

Gatal psikogenik bukan penyakit kulit, tapi mental

Keinginan dan desakan untuk menggaruk kulit tanpa sebab bukanlah sebuah penyakit. Rasa ingin menggaruk kulit muncul dari sugesti atau alam bawah sadar pikiran manusia. Maka, gatal psikogenik lebih tepat digolongkan sebagai gangguan psikis, bukan penyakit kulit.

Orang yang menderita gatal psikogenik tidak bisa membedakan apakah gatal yang muncul hanya perasaannya saja, atau benar-benar gatal karena sebab tertentu. Akibatnya, ia akan semakin menggaruk kulit dan hal ini bisa menimbulkan kemerahan, eksim, dan luka bekas garukan.

Penyebab gatal psikogenik

Gatal psikogenik disebabkan oleh kelainan pada aktivitas otak saat merasakan emosi yang menggebu-gebu. Rasa gatal diatur oleh bagian otak yaitu korteks cingulate. Bagian otak ini rupanya juga mengatur berbagai aktivitas emosional dan kognitif. Maka, ketika seseorang merasakan suatu perasaan yang meluap-luap, bagian otak ini akan terstimulasi secara berlebihan. Inilah yang menyebabkan munculnya desakan untuk menggaruk kulit.

Kasus ini juga biasanya ditemukan pada orang yang memiliki macam-macam gangguan kejiwaan. Di antaranya adalah gangguan disosiatif (kepribadian ganda), gangguan kecemasan, depresi, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), gangguan kepribadian ambang, psikosis, dan gangguan somatisasi.

Cara mengatasi gatal psikogenik

Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan gatal psikogenik. Cara terbaik untuk mengendalikan gatal psikogenik adalah dengan menangani gangguan kejiwaan itu sendiri. Misalnya Anda memiliki gangguan obsesif-kompulsif. Menangani gangguan obsesif-kompulsif tersebut akan membantu Anda mencegah munculnya desakan untuk menggaruk kulit tanpa sebab medis yang jelas.

Untuk menangani gangguan kejiwaan yang dialami, ada banyak jenis psikoterapi atau terapi psikologis lainnya yang bisa ditempuh. Anda akan dilatih untuk mengubah pola pikir jadi lebih sehat sehingga kebiasaan menggaruk kulit yang terasa gatal akan berangsur-angsur hilang. Jika muncul desakan untuk menggaruk kulit, cobalah untuk mengalihkan perhatian dan menyibukkan tangan Anda dengan kegiatan lain.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

    Jangan membiarkan kesepian terlalu lama menggerogoti Anda. Cari tahu cara mengatasi kesepian agar hidup Anda jauh lebih bahagia.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

    Jika Anda sering panik mendadak tanpa sebab, mungkin Anda mengalami panic attack. Apa itu panic attack dan apa bedanya dengan anxiety?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    3 Masker Alami untuk Mengecilkan Pori-pori Wajah

    Pori-pori wajah yang besar dan tidak rata bisa mengganggu penampilan. Masker alami bisa mengecilkan pori-pori, Anda bisa memilih sesuai dengan tipe kulit.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Depresi bisa menyerang kapan saja. Tapi pada sebagian orang, depresi hanya muncul di pagi hari. Inilah yang dinamakan depresi pagi hari.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Kesehatan Mental, Gangguan Mood 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pacar posesif

    Anda Sering Disebut Pacar Posesif? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    manfaat sering menangis

    Ini Alasan Orang yang Sering Menangis, Justru Mentalnya Sekuat Baja

    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    cara mengendalikan ego adalah

    Bagaimana Cara Mengendalikan Ego yang Tinggi?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    gatal di selangkangan

    8 Penyebab Gatal di Selangkangan dan Cara Ampuh Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit