Muncul Bintik-bintik Merah Pada Kulit Anak? Waspada Gejala Flu Singapura

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kulit anak kecil lebih sensitif daripada kulit orang dewasa. Itu sebabnya mereka lebih sering mengalami gatal-gatal biang keringat atau biduran akibat alergi dingin, misalnya. Namun Anda harus lebih waspada jika belakangan ini Anda mendapati banyak bintik-bintik merah pada kulit anak — terutama di dalam atau sekitar mulut (lidah, gusi, pipi dalam), di telapak tangan dan kakinya, hingga kadang di pantat. Banyak orangtua yang mengira ini sebagai gejala cacar, tapi sebenarnya ini bisa menandakan gejala flu singapura. Berikut informasi lengkapnya seputar penyakit yang juga disebut mouth hand foot disease (HFMD).

Sekilas tentang flu singapura

Flu singapura adalah infeksi virus yang sangat menular, biasanya disebabkan oleh coxsackievirus (anggota keluarga enterovirus). Virus ini hidup di saluran pencernaan manusia. Semua orang bisa terinfeksi virus ini, tetapi anak-anak usia di bawah lima tahun adalah kelompok yang paling rentan terserang flu singapura.

Penamaan HFMD menjadi flu singapura adalah karena dahulu penyakit ini banyak ditemukan di Singapura. Virus penyebab flu singapura dapat menyebar dari satu orang ke orang lainnya lewat sentuhan kulit dari tangan yang kotor dan permukaan benda yang terkontaminasi oleh feses orang yang terinfeksi. Flu singapura juga dapat menular melalui kontak dengan air liur, ingus, atau sekresi pernapasan (batuk atau bersin tidak ditutup) dari orang yang terinfeksi. Bisa juga dari menyentuh bintil kemerahan di kulit yang pecah mengeluarkan cairan.

Orang yang sudah pernah terserang penyakit ini akan membentuk antibodi pertahanan tubuh terhadap virus yang menyerang. Namun bukan berarti ia akan 100 persen kebal terhadap risiko flu singapura di masa depan. Anda masih dapat tertular kembali, karena flu singapura tidak hanya disebabkan oleh satu jenis virus.

Apa saja tanda dan gejala flu singapura?

Gejala flu singapura awalnya ditandai dengan gejala flu umum, seperti anak yang merasa lemas/tidak enak badan, mengeluh sakit tenggorokan, dan demam ringan (38-39ºC). Satu atau dua hari selanjutnya akan mulai timbul ruam kemerahan di dalam dan/atau sekitar mulut (lidah, gusi, pipi dalam), di telapak tangan dan kaki, hingga pantat. Ruam kemerahan ini juga bisa menyebar di sepanjang tungkai kaki anak.

Beda dengan bintil cacar air, bintil kemerahan gejala flu singapura tidak terasa gatal. Mulainya sebagai bentol merah dan datar. Seiring waktu bintil ini berubah menjadi sariawan bergelembung karena berisi cairan. Bintil sariawan ini bisa pecah terbuka dan mengelupas, meninggalkan luka lecet yang terasa sakit dengan dasar warna abu kekuningan. Luka dan lecet biasanya hilang dalam seminggu atau lebih. Ukuran bintil gejala flu singapura pun bisa bervariasi, dari seukuran gigitan serangga, sampai seperti bisul.

Anak yang terinfeksi flu singapura juga mungkin mengalami nyeri otot atau gejala flu klasik lainnya, seperti mudah marah atau gelisah, tidur lebih sering/lama dari biasanya, mengigau saat tidur, berliur banyak (karena merasa sakit saat menelan); sakit kepala, malas makan dan hanya ingin minum minuman dingin untuk meredakan sakit tenggorokannya.

Penularan flu singapura terbilang sangat mudah. Anak bisa langsung tertular virus dari orang lain yang masih sakit. Bila benar anak tertular flu ini dari orang lain, gejala-gejala biasanya muncul 3-7 hari setelah kontak dengan penderita. Orangtua mungkin pada awalnya menyangka bahwa bintil tersebut hanya sariawan biasa. Bahkan dalam beberapa kasus, bisa tidak ada gejala yang timbul sama sekali.

Apakah flu singapura berbahaya?

Kebanyakan kasus flu singapura dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan tertentu. Biasanya penyakit ini akan sembuh spontan dalam waktu 7-10 hari. Pengobatan flu singapura mirip pengobatan demam dan flu biasa — dengan pemberian obat demam, pereda nyeri, dan mencukupi kebutuhan cairan anak.

Namun ada baiknya Anda tetap membawa anak ke dokter jika Anda curiga ia menunjukkan gejala flu singapura, atau setelah diobati di rumah gejalanya tidak kunjung mereda. Virus penyebab flu Singapura dapat menyebar ke sistem saraf pusat otak dan menyebabkan komplikasi seperti meningitisensefalitis, atau infeksi pada jantung dan paru. Namun, komplikasi-komplikasi serius seperti ini jarang sekali ditemukan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca