4 Cara Penularan Herpes yang Paling Umum Terjadi (Apakah Pinjam Meminjam Alat Makan Salah Satunya?)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Herpes simplex adalah salah satu jenis penyakit yang penyebarannya luas. Bahkan menurut data yang dicatat oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), ada ratusan juta hingga miliaran orang di dunia yang mengidap herpes. Ini berarti penularan herpes simplex sangat mengkhawatirkan. Untuk itu, Anda perlu mempelajari lewat mana saja penyakit akibat infeksi virus ini ditularkan. Simak informasi lengkapnya di bawah ini, ya.

Mengenal jenis-jenis virus herpes simplex

Di luar herpes simplex, Anda mungkin pernah mendengar soal herpes zoster atau biasa dikenal dengan sebutan cacar ular. Herpes zoster disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster.

Akan tetapi, saat ini herpes simplex adalah jenis herpes yang kasusnya paling banyak ditemui. Herpes simplex sendiri masih terbagi menjadi dua jenis berdasarkan virus penyebabnya.

Jenis pertama adalah virus herpes simplex jenis 1 (HSV-1). Jenis herpes ini biasanya menyerang area mulut dan bibir. Anda bisa mengamati gejalanya antara lain muncul bintil-bintil kemerahan yang berisi cairan atau nanah.   

Herpes simplex jenis kedua disebabkan oleh virus herpes simplex jenis 2 (HSV-2). Penyakit ini menyerang area genitalia dan anus, baik laki-laki maupun perempuan. Tanda-tandanya bisa berupa rasa sakit ketika buang air kecil atau berhubungan seks.

Anda tidak mungkin memastikan jenis virus herpes apa yang menyerang kecuali melalui tes di laboratorium. Pasalnya, terkadang HSV-1 juga bisa menyebabkan munculnya bintil herpes di bagian kelamin seperti HSV-2.

Berbagai cara penularan herpes simplex

Seperti jenis virus lainnya, baik HSV-1 dan HSV-2 juga sangat rentan berpindah dari satu orang ke orang lainnya. Bagaimana saja cara-cara penularan herpes simplex pada manusia? Ini dia penjelasannya.

1. Kontak fisik dengan orang yang kena herpes

Anda bisa tertular herpes kalau bersentuhan langsung (kulit ke kulit) dengan seseorang yang kena herpes. Kemungkinan penularan herpes terutama saat bintil-bintil baru saja muncul, sudah berisi cairan, bahkan setelah bintilnya sembuh dari kulit, wajah, atau area genitalia.

Orang yang belum menunjukkan gejala berupa muncul bintil-bintil tapi sudah terinfeksi virus herpes simplex juga tetap bisa menularkan penyakit ini. Namun, kasus ini memang sangat jarang terjadi.

2. Berhubungan seks

Melakukan penetrasi seks (penis ke vagina) dengan pasangan yang mengidap herpes bisa membuat Anda tertular. Selain penetrasi, seks oral atau anal juga jadi penyebab penularan herpes simplex. Apalagi kalau Anda berhubungan seks tanpa kondom.

Bila Anda atau pasangan Anda mengidap herpes, jangan menggunakan mainan seks secara bergantian. Virus herpes simplex memang umumnya tidak bisa hidup di permukaan benda mati. Namun, mainan seks yang masih basah oleh sperma atau cairan vagina mungkin saja menjadi perantara virus untuk berpindah ke pasangan.  

3. Ciuman

Ya, penularan herpes simplex bisa terjadi lewat sentuhan bibir atau ciuman. Terutama bila Anda atau pasangan mengidap HSV-1 yang menyerang area mulut dan bibir. Ini karena virus herpes simplex sangat mudah ditularkan melalui area yang cukup lembap.

Jadi sebaiknya hindari dulu berciuman atau mencium orang lain bila Anda sedang mengidap herpes simples, terutama HSV-1.

4. Melahirkan normal

Bila seorang wanita mengidap HSV-2 di vagina, ia punya kemungkinan menularkan virus herpes pada bayinya yang dilahirkan normal. Hal ini memang jarang terjadi. Namun, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda untuk mencegah kemungkinan penularan herpes pada bayi Anda saat melahirkan nanti.

Mungkinkah tertular herpes karena berbagi alat mandi atau makan?

Virus herpes tidak bisa hidup lama pada permukaan benda mati. Apalagi kalau benda tersebut kering. Jadi, kemungkinan Anda tertular herpes melalui benda-benda yang habis digunakan oleh pengidap herpes amat kecil.

Anda boleh mencampurkan baju Anda dengan orang yang kena herpes di mesin cuci yang sama. Ini karena selama pakaian dicuci, virusnya akan mati. Jadi nanti ketika Anda memakai baju tersebut, sudah tidak ada virus lagi yang bisa ditularkan pada Anda.

Begitu juga halnya dengan alat-alat makan seperti piring dan sendok. Selama tidak digunakan secara bergantian, alat mandi dan alat makan boleh dicuci bersamaan karena tidak akan menularkan virusnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit