Waspadai 4 Cara Penularan Cacar Air

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Cacar air sangat umum ditemukan di dunia karena cara penularan penyakit ini yang sangat mudah lewat berbagai jalur. Itu kenapa kemungkinan hampir sebagian besar orang di dunia sudah pernah terjangkit cacar air. Mengetahui setiap cara penularan serta media penyebaran virus cacar air dapat membantu Anda lebih waspada terhadap risiko terjangkit penyakit ini. Simak lebih jelasnya bagaimana cara cacar air bisa ditularkan dari satu orang ke orang lainnya.

Berbagai cara penularan penyakit cacar air

Penyebab cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Virus  Penularan penyakit ini berlangsung ketika varicella-zoster berpindah dari tubuh orang yang terinfeksi ke orang lain yang belum terinfeksi.

Anda mugkin selama ini mengira bahwa menyentuh lenting atau cairan di dalamnya adalah satu-satunya cara penularan. Namun, cara penularan cacar air tidak hanya melalui kontak fisik dengan penderita. Virus cacar air bahkan sebetulnya lebih mudah menyebar melalui udara.

Virus ini awalnya menginfeksi saluran pernapasan. Maka, rute perpindahan virus ke dalam tubuh bermula saat seseorang menghirup virus tersebut.

Lebih lanjut, cara penularan virus penyebab cacar air bisa terjadi melalui:

1. Penularan melalui droplet lendir

Meskipun gejala cacar air yaitu ruam kulit belum muncul, seorang yang terinfeksi tetap dapat menularkan cacar air. Seseorang yang terinfeksi cacar air bisa menularkan penyakit ini 1-2 hari sebelum munculnya ruam berbentuk bintik-bintik merah.

Pada masa ini, seorang yang terinfeksi biasanya akan mengalami gejala awal  seperti demam, sakit kepala, kelelahan, dan nyeri otot atau sendi.

Kondisi ini termasuk ke dalam masa penularan awal cacar air yang ditandai dengan infeksi virus di saluran pernapasan. Cara penularan cacar air di masa awal infeksi umumnya berlangsung ketika Anda terpapar droplet lendir.

Mukosa atau lendir yang dihasilkan di saluran pernapasan dapat menjadi media transmisi penyakit cacar air karena mengandung virus varicella zoster. Lendir akan dikeluarkan dalam bentuk droplet ketika orang yang terinfeksi batuk, bersih, atau bahkan saat bernapas.

2. Kontak langsung dengan lenting cacar

Melakukan kontak yang secara rutin dan dekat dengan orang yang terinfeksi cacar air berisiko menjadi cara penularan penyakit ini.

Dalam buku Deadly Disease and Epidemics: Chickenpox, seorang anak yang tinggal di rumah bersama dengan orang yang terinfeksi memiliki risiko sebesar 70-90 persen untuk ikut terinfeksi. Hal ini disebabkan oleh seringnya melakukan kontak singkat, termasuk dengan menyentuh lenting cacar air yang pecah.

Fase gejala ketika ruam di kulit berubah menjadi vesikel atau lenting merupakan masa penularan yang paling berbahaya. Hal ini disebabkan karena lenting sangat rentan untuk pecah akibat sering digaruk atau tergesek dengan permukaan benda.

Saat lenting cacar air pecah ia akan mengeluarkan cairan yang berisi sel-sel darah putih yang mati dan juga virus varicella-zoster. Penularan cacar air terjadi ketika menyentuh dengan sengaja ataupun tidak bagian lenting yang pecah ini.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC), masa penularan cacar air melalui lenting bisa terus berlangsung hingga lenting mengering dan mengelupas. Penularan pun masih mungkin terjadi jika tidak ditemukannya kemunculan ruam cacar air baru dalam waktu 24 jam.

Semakin sering melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi maka Anda berpotensi terpapar jumlah virus yang lebih banyak. Semakin banyak virus yang menginfeksi, maka gejala cacar air yang muncul akan bertambah parah.

3. Penularan dari orang yang terkena cacar api (herpes zoster)

Salah satu cara penularan yang kerap kurang diwaspadai adalah transmisi virus dari orang yang mengalami cacar api (herpes zoster). Penyakit ini sering dianggap disebabkan oleh infeksi virus yang berbeda.

Padahal herpes zoster merupakan penyakit dengan gejala mirip cacar air yang disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster. Artinya, penyakit herpes zoster berasal dari orang yang dulu pernah terinfeksi cacar air.

Meskipun disebabkan oleh virus yang sama, penyebaran penyakit ini tidak secepat dan semudah cacar air. Cara penularan cacar air dari orang yang terinfeksi cacar api tidak berlangsung melalui droplet di udara, tapi Anda bisa tertular melalui kontak langsung.

Cacar api biasanya muncul setelah berpuluh-puluh tahun Anda terkena cacar api, reaktivasi virus varicella zoster paling sering terjadi pada manula dengan usia di atas 60 tahun. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghindari kontak langsung dengan orang tua yang menunjukkan ciri-ciri cacar api.

4. Cara penularan cacar air dari benda yang terkontaminasi

Virus cacar air juga bisa menempel pada benda-benda yang kerap digunakan atau tersentuh oleh orang yang terinfeksi. Meski tidak terlalu umum seperti cara penularan lainnya, peluang transimi virus cacar air melalui bentuk penularan ini cukup mungkin terjadi.

Sebagai contoh ketika pasien dengan cacar air batuk sehingga droplet terciprat dari mulut ke permukaan handphone. Kemudian orang lain memegang handphone yang terkontaminasi tersebut sehingga virus berpindah ke tangannya. Selanjutnya ketika orang ini menyentuh wajah, misalnya hidung atau mulut, dengan tangan yang terkontaminasi tersebut, virus bisa terhirup dan menginfeksi tubuhya.

Benda-benda yang biasanya rentan terkontaminasi adalah pakaian, alat makan, dan mainan. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda menghindari penggunaan barang dengan penderita secara bersamaan. Benda yang berpotensi terpapar virus tersebut juga perlu dibersihkan secara rutin dengan detergen disinfektan yang efektif membasmi kuman patogen.

Bisakan tertular cacar air lagi setelah terinfeksi?

Secara umum orang yang telah sembuh dari cacar air akan memiliki kekebalan tubuh terhadap infeksi virus varicella-zoster sepanjang hidupnya.

Dengan kata lain, kemungkinan besar tidak akan terserang cacar air untuk kedua kalinya, sekalipun tertular kembali. Akan tetapi, penularan cacar air yang kedua kalinya melalui cara-cara di atas memang memungkinkan untuk memicu re-infeksi. Meskipun kasus ini amat sangat jarang ditemukan, terutama pada orang yang telah melakukan vaksinasi.

Vaksinasi cacar air dapat menjadi cara pencegahan yang dapat menekan penularan penyakit ini. Namun masih menurut CDC, orang yang telah melakukan vaksinasi dan memunculkan gejala cacar air tetap berpeluang menularkan penyakit ini pada orang lain.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Jangka Panjang dari Rutin Pantau Tensi Darah Sejak Dini

Rutin cek tensi darah menggunakan pengukur tekanan darah digital merupakan bagian dari pedoman perawatan kesehatan. Simak pentingnya hal ini bagi kesehatan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
Manfaat dari Rutin Cek Tensi Darah Sejak Dini
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Begini Peran Penting Probiotik untuk Kesehatan Lansia

Bakteri tak selalu jahat. Bakteri baik berperan menjaga kesehatan orang lanjut usia. Simak penjelasan dan peran bakteri baik alias probiotik untuk lansia.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
lansia bermain di pantai berkat kesehatan yang baik, seperti menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan probiotik
Nutrisi, Hidup Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan kulit agar lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Serba-serbi Informasi Seputar Dokter Spesialis Kulit yang Perlu Anda Ketahui

Dokter spesialis kulit adalah dokter yang menangani beragam masalah pada kulit. Cari tahu informasi selengkapnya melalui artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pubertas atau masa puber

Ciri-Ciri Pubertas pada Remaja Perempuan dan Laki-laki

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 September 2020 . Waktu baca 12 menit
perkembangan anak 13 tahun

Perkembangan Anak Usia 13 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 8 menit
gangguan atau penyimpangan makan pada remaja

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Konten Bersponsor
hidung tersumbat pada bayi

3 Penyebab Hidung Tersumbat pada Bayi dan Tips Merawatnya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit