Selulit Atau Stretch Mark, Mana, Sih, yang Lebih Sulit Dihilangkan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Sama-sama mengganggu penampilan dan susah hilang, sering membuat selulit dan stretch mark dianggap sama. Padahal nyatanya, kedua masalah kulit ini adalah kondisi yang sangat berbeda. Lantas, apa saja bedanya dan mana yang lebih sulit dihilangkan?

Apa perbedaan selulit dan stretch mark?

selulit makin parah

Keduanya, baik selulit ataupun stretcmark, bukanlah masalah kulit yang harus dikhawatirkan. Sebab selulit dan stretch mark tidaklah berbahaya, hanya saja dirasa cukup menurunkan kepercayaan diri dan kecantikan kulit, terutama bagi kaum hawa. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa perbedaan paling kentara antara selulit dan stretch mark:

Beda bentuknya

Meski sering kali susah dibedakan, kedua masalah kulit ini punya bentuk yang cukup berbeda. Jika diamati lebih teliti, selulit punya bentuk yang bergelombang atau berkerut mirip dengan kulit jeruk. Sedangkan stretch mark (striae) ditandai dengan munculnya guratan, kerutan, atau garis berwarna putih kemerahan, yang sangat berbeda dengan warna kulit.

Singkatnya, selulit dapat mengubah tekstur kulit asli tanpa mengubah warna kulit. Namun stretch mark tidak hanya menimbulkan lekukan pada kulit, tapi juga sekaligus mengubah warna asli kulit.

Beda penyebabnya

Banyak yang berpendapat kalau selulit disebabkan oleh adanya penumpukan lemak yang berlebih sehingga sering dialami oleh orang yang bertubuh gemuk. Nyatanya tidak demikian, selulit bisa timbul pada siapa saja dengan badan gemuk maupun kurus.

Selulit dipicu oleh adanya perubahan ukuran dan struktur sel-sel lemak yang menumpuk di bawah permukaan kulit Anda. Penumpukan lemak di bawah kulit ini tanpa sadar akan mendorong kulit sehingga menciptakan bentuk tonjolan yang tidak beraturan di kulit.

Tidak hanya itu, perubahan sirkulasi darah, khususnya suplai darah, pada bagian tertentu tubuh dapat berujung pada penumpukan jumlah cairan yang berlebih dalam jaringan. Akhirnya, timbul lah selulit di daerah tersebut. Genetik juga diduga menjadi faktor lain penyebab munculnya selulit.

Sementara stretch mark adalah masalah umum yang sering dialami wanita usai melahirkan. Kondisi ini biasanya mulai muncul akibat kulit yang meregang saat ukuran perut ibu semakin membesar. Selain itu, risiko mengalami stretch mark juga bisa semakin meningkat karena faktor perubahan hormon pada ibu hamil.

Wanita yang mengalami penambahan dan penurunan berat badan juga tak kalah berisiko. Namun stretch mark tidak ada hubungannya dengan genetik.

Beda letaknya

Selulit bisa muncul di bagian tubuh manapun, tergantung kondisi tubuh Anda. Sebagian besar orang mengalami selulit di sekitar perut, paha, pinggul, dan bokong.

Di sisi lain, stretch mark lebih sering muncul di bagian tubuh yang mudah meregang. Misalnya pada perut, lengan bagian atas, paha, bokong, serta payudara.

Di antara keduanya, mana yang paling susah dihilangkan?

Tips Mencegah Stretch Mark Saat Hamil

Seperti yang mungkin sudah Anda tahu, ada berbagai perawatan yang dinilai mampu menyamarkan kerutan akibat selulit dan stretch mark. Mulai dari menggunakan krim, minyak esensial, hingga bahan alami yang mudah ditemukan di rumah.

Namun sayangnya, sejauh ini belum ada perawatan yang pasti ampuh untuk benar-benar menghilangkan stretch mark dan selulit. Atau dengan kata lain, tidak ada yang lebih sulit ataupun lebih mudah dihilangkan antara dua masalah kulit ini. Kecuali bila Anda mau merogoh kocek lebih dalam dengan menempuh perawatan medis yang cukup menjanjikan.

Meski begitu, jangan segera putus asa bila Anda sedang berusaha untuk menghilangkan stretch mark dan selulit dengan menggunakan krim dan bahan alami. Sebab setidaknya, perawatan ini dapat membantu untuk menyamarkan tampilan kulit yang dirasa mengganggu.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca