8 Penyebab Stretch Mark Pada Payudara, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24 November 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Stretch mark biasanya muncul di lengan, paha, atau perut. Tetapi guratan putih kemerahan yang tak sedap dipandang ini juga bisa muncul pada payudara Anda. Meski tidak terlihat dari luar, stretch mark di payudara tetap bisa mengurangi kepercayaan diri Anda. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya berikut ini.

Stretch mark di payudara muncul akibat kulit payudara yang meregang

Stretch mark di payudara disebut juga dengan striae. Kondisi ini biasanya terjadi akibat volume payudara bertambah sehingga kulit di sekitar payudara meregang dan menyebabkan munculnya guratan. Awalnya guratan ini berwarna merah muda kemudian akan menjadi merah atau ungu, dan lama-kelamaan akan berubah menjadi putih atau abu-abu jika tidak diatasi dengan benar.

Walaupun tidak berbahaya, stretch mark dapat mengurangi kepercayaan diri dan kecantikan kulit Anda.

Penyebab munculnya stretch mark payudara

Untuk mengatasi munculnya strecth mark, Anda perlu mengetahui faktor penyebabnya. Berikut beberapa faktor munculnya stretch mark pada payudara.

1. Kehamilan

Masa kehamilan mendorong produksi hormon tubuh yang merangsang berat badan bertambah dengan cepat. Tubuh juga akan menyimpan lebih banyak lemak di payudara untuk persiapan menyusui bayi. Hal ini menyebabkan kulit di permukaan tubuh Anda semakin meregang dan menimbulkan stretch mark di payudara Anda

2. Berkurang atau bertambahnya berat badan

Payudara terdiri dari jaringan lemak yang bisa mengecil atau membesar mengikuti pola makan Anda sehari-hari. Payudara dapat makin membesar ketika Anda makan makanan tinggi kalori dan lemak, sehingga kulit di area tersebut akan semakin meregang. Penurunan berat badan secara mendadak juga dapat mengurangi ukuran jaringan payudara, yang dapat meningkatkan risiko munculnya stretch mark di payudara.

3. Pubertas

Selama masa puber, tubuh remaja perempuan akan meningkatkan produksi hormon seks yang menyebabkan payudara membesar dan timbulnya strech mark.

4. Keturunan

Jaringan ikat di bawah kulit menentukan elastisitas kulit Anda. Memiliki jaringan ikat yang lemah bisa berakibat pada kendurnya jaringan tubuh sehingga bisa muncul stretch mark di payudara. Secara biologis, kuat-lemahnya struktur jaringan ikat kulit bisa diwariskan dari genetik orangtua kepada anak.

5. Kekurangan cairan

Menurut Healthy Guidance, tubuh yang kekurangan air menyebabkan kulit kering atau bersisik sehingga bisa berisiko stretch mark. Kulit payudara bisa terpengaruh juga oleh kurangnya kadar air dalam tubuh.

6. Cushing syndrome

Cushing syndrome terjadi saat tubuh mulai memproduksi hormon kortisol berlebih. Hal ini secara tidak langsung menyebabkan timbulnya guratan-guratan merah yang sering nampak pada kulit bagian tubuh letak lemak berkumpul, seperti di payudara

7. Marfan syndrome

Marfan syndrome adalah kelainan genetik yang menyebabkan tubuh gagal memproduksi kolagen, yang membangun jaringan ikat kulit. Hal ini menyebabkan kulit tubuh mudah meregang dan timbul stretch mark.

8. Gaya hidup tidak sehat

Kurang olahraga dapat menyebabkan jaringan ikat melemah dan meningkatkan risiko kulit cepat menua dan meregang, sehingga memunculkan guratan pada kulit. Kebiasaan merokok dan sering minum minuman beralkohol juga memengaruhi risiko seseorang untuk mengalami stretch mark.

Cara mengatasi stretch mark pada payudara

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi stretch mark, baik dilakukan di rumah maupun dilakukan oleh ahli medis. Simak tips-tipsnya berikut ini.

1. Pijat payudara

Pijat lembut area payudara yang tampak stretch mark dengan gerakan memutar. Lakukan 2 kali sehari, tepatnya ketika bangun tidur dan menjelang tidur selama 90 detik.

Dengan memijat, nutrisi yang terhambat di sekitar payudara akan bergerak lancar dan secara memulihkan bagian yang terdapat guratan. Cara ini bisa dilakukan ketika guratan masih berwarna merah muda.

2. Minum air yang cukup

Hal ini penting karena memiliki cukup air dalam tubuh Anda setiap saat akan menjaga kulit tetap terhidrasi, membuat kulit Anda dalam kondisi lebih baik dan akan mengurangi tampilan guratan. Disarankan agar Anda minum setidaknya enam sampai delapan gelas air putih setiap hari agar tubuh Anda tetap sehat.

3. Olahraga rutin

Selain menjaga berat tubuh, olahraga juga akan mengencangkan kulit. Anda bisa melakukan olahraga apapun, bahkan jalan santai. Lakukan setiap hari setidaknya 30 menit.

4. Gunakan pelembap

Pelembap dapat membantu menjaga kelembapan alami kulit dan mengurangi stretch mark pada payudara Anda secara perlahan. Selain lotion pelembap yang dijual di toko-toko, Anda juga dapat membuatnya sendiri di rumah, seperti dari putih telur, lidah buaya, atau campuran minyak zaitun dengan gula putih.

Namun, perlu diperhatikan bahwa berganti-ganti jenis pelembab bisa membuat kulit Anda lebih mudah iritasi (ruam atau gatal). Jika iritasi terjadi, sebaiknya hentikan sementara penggunaan pelembab selama 2 atau tiga hari sampai iritasi tersebut membaik.

5. Terapi laser

Perawatan ini sangat efektif untuk mengurangi guratan pada payudara, namun biayanya tentu lebih mahal dibanding dengan perawatan yang bisa Anda lakukan di rumah. Biasanya, terapi ini dilakukan ketika guratan sudah berwaran ungu atau putih, karena guratan ini sulit untuk dihilangkan.

Terapi ini menggunakan sinar cahaya untuk memecah jaringan parut dan merangsang jaringan yang rusak. Keuntungan lain yang bisa Anda dapat dari terapi ini adalah memperbaiki aliran darah, memberi energi pada sel-sel sekitarnya, termasuk sel penghasil kolagen, dan merangsang sistem kekebalan tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit



Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit